Kamis, 22 Februari 2018 | 17.37 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Duterte Kritik Aktivis HAM yang Dinilai Diam Soal Muslim Rohingya

Duterte Kritik Aktivis HAM yang Dinilai Diam Soal Muslim Rohingya

Reporter : M. Zaki | Senin, 11 September 2017 - 14:00 WIB

IMG-4702

Presiden Filipina Rodrigo Duterte melemparkan kecaman kepada para aktivis HAM, khususnya kepada Dewan HAM PBB terkait dengan krisis Rohingya. Foto TRT

ASTANA, kini.co.id – Presiden Filipina Rodrigo Duterte melemparkan kecaman kerasnya kepada para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya kepada Dewan HAM PBB terkait dengan krisis muslim Rohingya.

Duterte menilai, para aktivis HAM tersebut lebih banyak diam soal krisis yang terjadi di Myanmar.

Tetapi jusru para aktivis HAM tersebut sangat keras dalam menentang operasi anti-narkoba di Filipina, mereka dinilai Duterte tidak terlalu banyak bicara mengenai krisis yang menimpa muslim Rohingnya.

“Meskipun berada di pusat berita internasional, kelompok HAM tidak mengkritik Aung San Suu Kyi atas kegagalannya menyelesaikan krisis di Myanmar, dimana Muslim Rohingya dibantai di sana,” kata Duterte, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (10/9).

Namun, bertentangan dengan pernyataan Duterte, Human Rights Watch (HRW) menyatakan kecamannya atas krisis Rohingya, dan mendesak PBB untuk mengadakan pertemuan darurat untu membahas hal ini.

Ini juga meminta PBB untuk memperingatkan pemerintah Myanmar bahwa mereka akan menghadapi sanksi berat kecuali jika mereka mengakhiri kampanye brutal terhadap muslim Rohingya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...