Selasa, 21 November 2017 | 11.18 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Saudi Arabia Tangkap Syaikh Salman Al Audah dan Awad Al-Qarni

Saudi Arabia Tangkap Syaikh Salman Al Audah dan Awad Al-Qarni

Reporter : M. Zaki | Senin, 11 September 2017 - 13:40 WIB

IMG-4700

Syaikh Salman Al Auda (kiri) menerima kunjungan Syaikh Al Arifi di kediamannya Qasim, Saudi Arabiah. Foto Istimewa

RIYADH, kini.co.id – Syaikh Salman bin Fahd bin Abdullah Al-Quda atau biasa dikenal dengan Syaikh Dr. Salman Al Audah, ulama asal Qasim, Arab Saudi ditangkap askar Pemerintah Saudi Arabia. Kerajaan Saudi menuduh Syaikh Salman mendukung Qatar.

Syaikh Salman ditangkap lantaran kritikan pedasnya terhadap kerajaan Saudi Arabia terkait boikot Qatar yang dimotori Saudi Cs.

Sebelumnya Syaikh Salman sempat dipenjara selama lima tahun dari 1994 sampai 1999 karena memperjuangkan perubahan politik dan kini mempunyai 14 juta pengikut di Twitter, diduga telah ditahan sejak akhir pekan lalu.

Dalam postingan terakhir di Twitternya, dia menyambut baik berita pada Jumat yang mengindikasikan pertengkaran tiga bulan antara Qatar dengan sejumlah negara Teluk telah berhasil diselesaikan.

“Semoga Tuhan mendamaikan hati mereka demi kebaikan ummat,” tulis Sayikh Salman Awdah dalam akun resmi Twitternya setelah muncul berita percakapan telepon antara Emir Qatar, Tamim bin Hamad al-Thani, dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman.

Keduanya dikabarkan mendiskusikan bagaimana menyelesaikan persoalan diplomatis yang telah dimulai pada Juni lalu.

Namun harapan akan penyelesaian ketegangan itu hanya bertahan sesaat, setelah Arab Saudi membatalkan semua dialog dengan Qatar, dan menuduh negara tersebut telah “mendistorsi sejumlah fakta.”

Arab Saudi, bersama Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir, menuding Qatar mendukung kelompok ekstrimis Islam. Tudingan itu dibantah oleh Doha.

Selain Syaikh Salman Al- Audah, Syaikh Awad al-Qarni, ulama berpengaruh lainnya juga ditangkap dari rumahnya di Abha, kawasan selatan Arab Saudi.

Sebagaimana Syaikh Salman, Syaikh Al-Qarni juga menyuarakan dukungan untuk rekonsiliasi antara negara-negara Arab dengan Qatar.

Syaikh Abdullah Bin Baz, Rahimullah, mufti Kerajaan Saudi Arabia menyatakan dalam fatwanya atas tuduhan sejumlah kalangan yang menuduh Syaikh Salman dan Al-Qarni memiliki Aqidah Khawarij.

“Kaset-kaset rekaman mereka adalah bermanfaat, mereka bukan ahlu bid’ah dan bukan pula khawarij. Ghibah terhadap mereka tidak dibenarkan. Bahkan sebaliknya harus membela mereka sebagai orang-orang yang berilmu dikalangan ahlu sunnah wal jama’ah, sekalipun tidak ada di antara mereka yang maksum (terjaga dari perbuatan salah). Demikian pula halnya dengan ulama yang lain. Setiap orang dari mereka bisa saja salah dan bisa juga benar. Karena itu, boleh mengambil perkataanya yang benar dan meninggalkan perkataannya yang salah. Kita juga harus bersikap baik semampu mungkin terhadap mereka, kita harus menjaga nama baik saudara-saudara kita (sesama muslim),” kata Syaikh Bin Baz dalam fatwanya.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap anak keturunan Adam bisa berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah dalah mereka yang bertaubat.” (Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Beliau juga bersabda dalam hadist shahih:

“Apabila seorang hakim mengambil kepoutusan, lalu dia berijtihad dan ijtihadnya itu benar, maka dia mendapatkan dua pahala. Dan jikadia mengambil keputusan, lalu berijtihad dan salah, maka dia mendapatkan satu pahala.” (Bukhari, Muslim, Abu Daud).[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...
Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa
Peristiwa - Senin, 13 November 2017 - 07:31 WIB

Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa

Perbatasan Irak-Iran diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR.Media di Irak, Pirhossein Koulivand mengatakan bahwa setidaknya 61 orang telah terbunuh dan 300 ...
Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump
Global - Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi. Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut ...
Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute
Global - Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota ...