Jumat, 22 November 2019 | 04.25 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Erdogan Desak Negara-negara Muslim Bersatu Bantu Rohingya

Erdogan Desak Negara-negara Muslim Bersatu Bantu Rohingya

Reporter : Riki AB. | Minggu, 10 September 2017 - 21:29 WIB

IMG-4698

Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu menghadapi sejumlah krisis dan tantangan regional, terutama krisis muslim Rohingya dalam pertemuan OIC Kazakhstan Astana. Foto Dailysabah/AA.

ASTANA, kini.co.id – Dalam pidatonya di hadapan kepala negara dan perwakilan dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu menghadapi sejumlah krisis dan tantangan regional.

Berbicara di Pertemuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Organisasi Kerjasama Islam (OIC) yang diadakan di ibukota Kazakhstan Astana, Erdoğan mengatakan bahwa negara-negara Muslim harus bekerja sama untuk mengakhiri penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar.

Sejak 25 Agustus, lebih dari 300.000 orang telah melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan dan penindasan di tengah tindakan keras brutal terhadap pemberontak di negara bagian Rakhine di barat laut.

Ratusan orang diyakini telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka, karena desa Rohingya dan permukiman telah dibakar habis.

“Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah Myanmar dan Bangladesh untuk terus maju dalam tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di wilayah itu. Kami telah menawari pemerintah Bangladesh bantuan kami dan menyatakan harapan kami untuk fasilitasi yang diperlukan agar diperhatikan Muslim Rohingya yang melarikan diri ke tanah mereka untuk menyelamatkan diri dari penindasan dan pembunuhan, ” kata Erdogan seperti dilansir dailysabah.

Erdogan juga menambahkan bahwa organisasi internasional, khususnya negara-negara Muslim, harus berjuang bersama-sama dengan segala cara untuk mengakhiri kekejaman ini.

Erdoğan pun menyinggung perselisihan yang sedang berlangsung antara negara-negara Teluk dan ketegangan di Yerusalem.

“Apa yang dibutuhkan dunia Muslim pada saat ini tidak mengambang, tetapi persatuan dan solidaritas Krisis di kawasan Teluk telah membuat kita kesal. Kami ingin krisis di Teluk dipecahkan sesegera mungkin. Kami tidak akan pernah membiarkan pelanggaran dari kesucian Yerusalem dan Ḥaram al-Sharif. Kita harus melakukan sikap yang tegas untuk mencegah provokasi, “kata Erdogan.

Dia juga menekankan bahwa negara-negara Muslim harus mengizinkan warganya mencapai semua manfaat di internet sambil melindungi mereka dari bahaya, terutama yang mengacu pada penggunaan aktif oleh organisasi teror dan kelompok anti-Islam. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Senin, 28 Januari 2019 - 13:55 WIB

India larang SD main game PUBG

PARA pemain PlayerUnknowns BattleGrounds (PUBG) Mobile di India harus menahan diri. Bagi kalangan sekolah dasar (SD), game ini resmi dilarang, ...
Peristiwa - Senin, 21 Januari 2019 - 11:00 WIB

Pintu Membeku, 250 Penumpang United Airlines Terdampar Selama 16 Jam

250 Penumpang United Airlines terdampar selama 16 jam di landasan salah satu bandara yang ada di Kanada. Ini lantaran pintu ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 10:42 WIB

Nelayan Indonesia bersumpah mengetahui lokasi jatuhnya MH370

SEORANG nelayan asal Indonesia bernama Rusli Khusmin secara mendadak mengungkap tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Subang Jaya, ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:45 WIB

Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth, kecelakaan lalu lintas

SUAMI Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Philip dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas di sebuah kawasan, 160 kilometer sebelah utara ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:28 WIB

Ustadz Arifin Ilham membaik, segera keluar rumah sakit

USTADZ Arifin Ilham yang dirawat Rumah Sakit Gleneagles, Penang, Malaysia, dalam dua pekan terakhir, dikabarkan semakin membaik. Pihak rumah sakit ...
Peristiwa - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:32 WIB

Fakta mengerikan: Ada website jual beli daging manusia

DUNIA maya ternyata pernah menjadi rumah untuk praktik kanibalisme. Di dunia mayalah terdapat situs dan forum yang secara ternag-terangan membahas ...