Kamis, 22 Februari 2018 | 17.37 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Erdogan Desak Negara-negara Muslim Bersatu Bantu Rohingya

Erdogan Desak Negara-negara Muslim Bersatu Bantu Rohingya

Reporter : Riki AB. | Minggu, 10 September 2017 - 21:29 WIB

IMG-4698

Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu menghadapi sejumlah krisis dan tantangan regional, terutama krisis muslim Rohingya dalam pertemuan OIC Kazakhstan Astana. Foto Dailysabah/AA.

ASTANA, kini.co.id – Dalam pidatonya di hadapan kepala negara dan perwakilan dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu menghadapi sejumlah krisis dan tantangan regional.

Berbicara di Pertemuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Organisasi Kerjasama Islam (OIC) yang diadakan di ibukota Kazakhstan Astana, Erdoğan mengatakan bahwa negara-negara Muslim harus bekerja sama untuk mengakhiri penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar.

Sejak 25 Agustus, lebih dari 300.000 orang telah melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan dan penindasan di tengah tindakan keras brutal terhadap pemberontak di negara bagian Rakhine di barat laut.

Ratusan orang diyakini telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka, karena desa Rohingya dan permukiman telah dibakar habis.

“Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah Myanmar dan Bangladesh untuk terus maju dalam tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di wilayah itu. Kami telah menawari pemerintah Bangladesh bantuan kami dan menyatakan harapan kami untuk fasilitasi yang diperlukan agar diperhatikan Muslim Rohingya yang melarikan diri ke tanah mereka untuk menyelamatkan diri dari penindasan dan pembunuhan, ” kata Erdogan seperti dilansir dailysabah.

Erdogan juga menambahkan bahwa organisasi internasional, khususnya negara-negara Muslim, harus berjuang bersama-sama dengan segala cara untuk mengakhiri kekejaman ini.

Erdoğan pun menyinggung perselisihan yang sedang berlangsung antara negara-negara Teluk dan ketegangan di Yerusalem.

“Apa yang dibutuhkan dunia Muslim pada saat ini tidak mengambang, tetapi persatuan dan solidaritas Krisis di kawasan Teluk telah membuat kita kesal. Kami ingin krisis di Teluk dipecahkan sesegera mungkin. Kami tidak akan pernah membiarkan pelanggaran dari kesucian Yerusalem dan Ḥaram al-Sharif. Kita harus melakukan sikap yang tegas untuk mencegah provokasi, “kata Erdogan.

Dia juga menekankan bahwa negara-negara Muslim harus mengizinkan warganya mencapai semua manfaat di internet sambil melindungi mereka dari bahaya, terutama yang mengacu pada penggunaan aktif oleh organisasi teror dan kelompok anti-Islam. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...