Selasa, 21 November 2017 | 11.18 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Erdogan Desak Negara-negara Muslim Bersatu Bantu Rohingya

Erdogan Desak Negara-negara Muslim Bersatu Bantu Rohingya

Reporter : Riki AB. | Minggu, 10 September 2017 - 21:29 WIB

IMG-4698

Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu menghadapi sejumlah krisis dan tantangan regional, terutama krisis muslim Rohingya dalam pertemuan OIC Kazakhstan Astana. Foto Dailysabah/AA.

ASTANA, kini.co.id – Dalam pidatonya di hadapan kepala negara dan perwakilan dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu menghadapi sejumlah krisis dan tantangan regional.

Berbicara di Pertemuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Organisasi Kerjasama Islam (OIC) yang diadakan di ibukota Kazakhstan Astana, Erdoğan mengatakan bahwa negara-negara Muslim harus bekerja sama untuk mengakhiri penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar.

Sejak 25 Agustus, lebih dari 300.000 orang telah melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan dan penindasan di tengah tindakan keras brutal terhadap pemberontak di negara bagian Rakhine di barat laut.

Ratusan orang diyakini telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka, karena desa Rohingya dan permukiman telah dibakar habis.

“Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah Myanmar dan Bangladesh untuk terus maju dalam tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di wilayah itu. Kami telah menawari pemerintah Bangladesh bantuan kami dan menyatakan harapan kami untuk fasilitasi yang diperlukan agar diperhatikan Muslim Rohingya yang melarikan diri ke tanah mereka untuk menyelamatkan diri dari penindasan dan pembunuhan, ” kata Erdogan seperti dilansir dailysabah.

Erdogan juga menambahkan bahwa organisasi internasional, khususnya negara-negara Muslim, harus berjuang bersama-sama dengan segala cara untuk mengakhiri kekejaman ini.

Erdoğan pun menyinggung perselisihan yang sedang berlangsung antara negara-negara Teluk dan ketegangan di Yerusalem.

“Apa yang dibutuhkan dunia Muslim pada saat ini tidak mengambang, tetapi persatuan dan solidaritas Krisis di kawasan Teluk telah membuat kita kesal. Kami ingin krisis di Teluk dipecahkan sesegera mungkin. Kami tidak akan pernah membiarkan pelanggaran dari kesucian Yerusalem dan Ḥaram al-Sharif. Kita harus melakukan sikap yang tegas untuk mencegah provokasi, “kata Erdogan.

Dia juga menekankan bahwa negara-negara Muslim harus mengizinkan warganya mencapai semua manfaat di internet sambil melindungi mereka dari bahaya, terutama yang mengacu pada penggunaan aktif oleh organisasi teror dan kelompok anti-Islam. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...
Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa
Peristiwa - Senin, 13 November 2017 - 07:31 WIB

Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa

Perbatasan Irak-Iran diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR.Media di Irak, Pirhossein Koulivand mengatakan bahwa setidaknya 61 orang telah terbunuh dan 300 ...
Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump
Global - Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi. Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut ...
Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute
Global - Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota ...