Selasa, 16 Oktober 2018 | 19.12 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Erdogan Desak Negara-negara Muslim Bersatu Bantu Rohingya

Erdogan Desak Negara-negara Muslim Bersatu Bantu Rohingya

Reporter : Riki AB. | Minggu, 10 September 2017 - 21:29 WIB

IMG-4698

Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu menghadapi sejumlah krisis dan tantangan regional, terutama krisis muslim Rohingya dalam pertemuan OIC Kazakhstan Astana. Foto Dailysabah/AA.

ASTANA, kini.co.id – Dalam pidatonya di hadapan kepala negara dan perwakilan dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu menghadapi sejumlah krisis dan tantangan regional.

Berbicara di Pertemuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Organisasi Kerjasama Islam (OIC) yang diadakan di ibukota Kazakhstan Astana, Erdoğan mengatakan bahwa negara-negara Muslim harus bekerja sama untuk mengakhiri penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar.

Sejak 25 Agustus, lebih dari 300.000 orang telah melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan dan penindasan di tengah tindakan keras brutal terhadap pemberontak di negara bagian Rakhine di barat laut.

Ratusan orang diyakini telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka, karena desa Rohingya dan permukiman telah dibakar habis.

“Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah Myanmar dan Bangladesh untuk terus maju dalam tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di wilayah itu. Kami telah menawari pemerintah Bangladesh bantuan kami dan menyatakan harapan kami untuk fasilitasi yang diperlukan agar diperhatikan Muslim Rohingya yang melarikan diri ke tanah mereka untuk menyelamatkan diri dari penindasan dan pembunuhan, ” kata Erdogan seperti dilansir dailysabah.

Erdogan juga menambahkan bahwa organisasi internasional, khususnya negara-negara Muslim, harus berjuang bersama-sama dengan segala cara untuk mengakhiri kekejaman ini.

Erdoğan pun menyinggung perselisihan yang sedang berlangsung antara negara-negara Teluk dan ketegangan di Yerusalem.

“Apa yang dibutuhkan dunia Muslim pada saat ini tidak mengambang, tetapi persatuan dan solidaritas Krisis di kawasan Teluk telah membuat kita kesal. Kami ingin krisis di Teluk dipecahkan sesegera mungkin. Kami tidak akan pernah membiarkan pelanggaran dari kesucian Yerusalem dan Ḥaram al-Sharif. Kita harus melakukan sikap yang tegas untuk mencegah provokasi, “kata Erdogan.

Dia juga menekankan bahwa negara-negara Muslim harus mengizinkan warganya mencapai semua manfaat di internet sambil melindungi mereka dari bahaya, terutama yang mengacu pada penggunaan aktif oleh organisasi teror dan kelompok anti-Islam. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:22 WIB

Bukan Jadi Duta, Selebriti Cina Ini Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seorang selebriti online di Cina ditahan gegara dianggap menghina lagu kebangsaan. Wanita cantik bernama Yang Kaili itu ditahan selama 5 ...
Peristiwa - Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Seorang wanita tewas jatuh dari lantai 27 saat selfie

SANDRA Manuela, perempuan asal Panama, tewas terjatuh dari lantai 27 sebuah apartemen di Panama. Dia tewa ketika hendak berswafoto (selfie). ...
- Senin, 15 Oktober 2018 - 16:01 WIB

Kerajaan Inggris Umumkan Kehamilan Meghan Markle

Keluarga kerajaan Inggris tengah diselimuti perasaan bahagia. Pasalnya Meghan Markle, Istri dari Pangeran Harry sedang mengandung buah hati pertamanya.Kabar bahagia ...
Global - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Hadiri Pernikahan Putri Eugenie, Sepatu Bolong Pangeran Harry jadi Sorotan

Pernikahan kerajaan (royal wedding) di Inggris memang selalu menjadi sorotan dunia. Hari ini, pernikahan Putri Eugenie of York menikah dengan ...
Finance - Kamis, 11 Oktober 2018 - 15:52 WIB

Terkaya di Cina, Berapa Harta Jack Ma?

Hurun China Rich List menempatkan CEO Alibaba Group Jack Ma sebagai orang paling kaya di Cina.Dilansir dari CRI, radio resmi ...
Finance - Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:23 WIB

Hari ketiga Konferensi IMF-WB diwarnai pertemuan BI-FED

Rangkaian pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank 2018 di Bali telah memasuki hari ketiga. Banyak seminar dan diskusi yang ...