Selasa, 21 November 2017 | 11.16 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Ranjau Darat Sengaja Ditanam Militer Myanmar Usir Muslim Rohingya

Ranjau Darat Sengaja Ditanam Militer Myanmar Usir Muslim Rohingya

Reporter : Riki AB. | Minggu, 10 September 2017 - 16:14 WIB

IMG-4696

Pengungsi Muslim Rohingya di perbatasan Bangladesh. Foto TRT

BANGLADESH, kini.co.id – Tim Amnesty Internasional menyatakan gambar yang menunjukkan bahwa pasukan militer Myanmar menanam ranjau darat di perbatasan Myanmar dan Bangladesh telah diverifikasi.

Seperti dilansir TRT, hasil bukti dari gambar, bahwa tentara Myanmar dan nasionalis Buddha memasang ranjau di sempadan antara negara Arakan dan Bangladesh, yang bertujuan agar orang-orang Rohingya (Arakan Muslim) yang kabur, tidak dapat kembali kerumah mereka.

Organisasi itu menerbitkan gambar beberapa ranjau yang mereka temukan di garis sempadan dan yang mereka gali di sekitar lokasi.

Pakar tentara yang mengkaji gambar menyatakan bahwa ranjau darat jenis PMN-1 anti-kakitangan yang penggunaannya dilarang dunia internasional.

Ranjau yang diletakkan digaris sempadan di seberang perbatasan Bangladesh itu menewaskan 1 orang dan 3 orang lainnya cedera.

Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid menyatakan terungkapnya penggunaan ranjau mematikan oleh militer Myanmar di perbatasan negara bagian Rakhine dan Bangladesh semakin mengkonfirmasi dugaan awal telah terjadinya pelanggaran HAM yang serius di Myanmar.

Tim Respons Krisis Amnesty International berada di perbatasan Myanmar dan Bangladesh untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap Muslim Rohingya.

Sementara itu, otoritas Myanmar membantah pemberitaan media yang menganggap militer menanam ranjau darat, justru malah menyalahkan teroris.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...
Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa
Peristiwa - Senin, 13 November 2017 - 07:31 WIB

Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa

Perbatasan Irak-Iran diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR.Media di Irak, Pirhossein Koulivand mengatakan bahwa setidaknya 61 orang telah terbunuh dan 300 ...
Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump
Global - Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi. Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut ...
Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute
Global - Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota ...