Monday, 23 July 2018 | 05.06 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Ranjau Darat Sengaja Ditanam Militer Myanmar Usir Muslim Rohingya

Ranjau Darat Sengaja Ditanam Militer Myanmar Usir Muslim Rohingya

Reporter : Riki AB. | Sunday, 10 September 2017 - 16:14 WIB

IMG-4696

Pengungsi Muslim Rohingya di perbatasan Bangladesh. Foto TRT

BANGLADESH, kini.co.id – Tim Amnesty Internasional menyatakan gambar yang menunjukkan bahwa pasukan militer Myanmar menanam ranjau darat di perbatasan Myanmar dan Bangladesh telah diverifikasi.

Seperti dilansir TRT, hasil bukti dari gambar, bahwa tentara Myanmar dan nasionalis Buddha memasang ranjau di sempadan antara negara Arakan dan Bangladesh, yang bertujuan agar orang-orang Rohingya (Arakan Muslim) yang kabur, tidak dapat kembali kerumah mereka.

Organisasi itu menerbitkan gambar beberapa ranjau yang mereka temukan di garis sempadan dan yang mereka gali di sekitar lokasi.

Pakar tentara yang mengkaji gambar menyatakan bahwa ranjau darat jenis PMN-1 anti-kakitangan yang penggunaannya dilarang dunia internasional.

Ranjau yang diletakkan digaris sempadan di seberang perbatasan Bangladesh itu menewaskan 1 orang dan 3 orang lainnya cedera.

Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid menyatakan terungkapnya penggunaan ranjau mematikan oleh militer Myanmar di perbatasan negara bagian Rakhine dan Bangladesh semakin mengkonfirmasi dugaan awal telah terjadinya pelanggaran HAM yang serius di Myanmar.

Tim Respons Krisis Amnesty International berada di perbatasan Myanmar dan Bangladesh untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap Muslim Rohingya.

Sementara itu, otoritas Myanmar membantah pemberitaan media yang menganggap militer menanam ranjau darat, justru malah menyalahkan teroris.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Global - Sunday, 10 December 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...
Place your ads here...