Kamis, 22 Februari 2018 | 17.40 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Ranjau Darat Sengaja Ditanam Militer Myanmar Usir Muslim Rohingya

Ranjau Darat Sengaja Ditanam Militer Myanmar Usir Muslim Rohingya

Reporter : Riki AB. | Minggu, 10 September 2017 - 16:14 WIB

IMG-4696

Pengungsi Muslim Rohingya di perbatasan Bangladesh. Foto TRT

BANGLADESH, kini.co.id – Tim Amnesty Internasional menyatakan gambar yang menunjukkan bahwa pasukan militer Myanmar menanam ranjau darat di perbatasan Myanmar dan Bangladesh telah diverifikasi.

Seperti dilansir TRT, hasil bukti dari gambar, bahwa tentara Myanmar dan nasionalis Buddha memasang ranjau di sempadan antara negara Arakan dan Bangladesh, yang bertujuan agar orang-orang Rohingya (Arakan Muslim) yang kabur, tidak dapat kembali kerumah mereka.

Organisasi itu menerbitkan gambar beberapa ranjau yang mereka temukan di garis sempadan dan yang mereka gali di sekitar lokasi.

Pakar tentara yang mengkaji gambar menyatakan bahwa ranjau darat jenis PMN-1 anti-kakitangan yang penggunaannya dilarang dunia internasional.

Ranjau yang diletakkan digaris sempadan di seberang perbatasan Bangladesh itu menewaskan 1 orang dan 3 orang lainnya cedera.

Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid menyatakan terungkapnya penggunaan ranjau mematikan oleh militer Myanmar di perbatasan negara bagian Rakhine dan Bangladesh semakin mengkonfirmasi dugaan awal telah terjadinya pelanggaran HAM yang serius di Myanmar.

Tim Respons Krisis Amnesty International berada di perbatasan Myanmar dan Bangladesh untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap Muslim Rohingya.

Sementara itu, otoritas Myanmar membantah pemberitaan media yang menganggap militer menanam ranjau darat, justru malah menyalahkan teroris.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...