Minggu, 21 Oktober 2018 | 20.12 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Ranjau Darat Sengaja Ditanam Militer Myanmar Usir Muslim Rohingya

Ranjau Darat Sengaja Ditanam Militer Myanmar Usir Muslim Rohingya

Reporter : Riki AB. | Minggu, 10 September 2017 - 16:14 WIB

IMG-4696

Pengungsi Muslim Rohingya di perbatasan Bangladesh. Foto TRT

BANGLADESH, kini.co.id – Tim Amnesty Internasional menyatakan gambar yang menunjukkan bahwa pasukan militer Myanmar menanam ranjau darat di perbatasan Myanmar dan Bangladesh telah diverifikasi.

Seperti dilansir TRT, hasil bukti dari gambar, bahwa tentara Myanmar dan nasionalis Buddha memasang ranjau di sempadan antara negara Arakan dan Bangladesh, yang bertujuan agar orang-orang Rohingya (Arakan Muslim) yang kabur, tidak dapat kembali kerumah mereka.

Organisasi itu menerbitkan gambar beberapa ranjau yang mereka temukan di garis sempadan dan yang mereka gali di sekitar lokasi.

Pakar tentara yang mengkaji gambar menyatakan bahwa ranjau darat jenis PMN-1 anti-kakitangan yang penggunaannya dilarang dunia internasional.

Ranjau yang diletakkan digaris sempadan di seberang perbatasan Bangladesh itu menewaskan 1 orang dan 3 orang lainnya cedera.

Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid menyatakan terungkapnya penggunaan ranjau mematikan oleh militer Myanmar di perbatasan negara bagian Rakhine dan Bangladesh semakin mengkonfirmasi dugaan awal telah terjadinya pelanggaran HAM yang serius di Myanmar.

Tim Respons Krisis Amnesty International berada di perbatasan Myanmar dan Bangladesh untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap Muslim Rohingya.

Sementara itu, otoritas Myanmar membantah pemberitaan media yang menganggap militer menanam ranjau darat, justru malah menyalahkan teroris.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:47 WIB

Soal Jurnalis Khashoggi, Raja Salman-Erdogan Berdiskusi Lewat Telpon

erkara pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi membuat Raja Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz turun tangan. Raja Salman pun membahas soal itu ...
Global - Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:33 WIB

Jokowi masuk 50 Muslim berpengaruh Dunia

PRESIDEN Joko Widodo masuk dalam daftar 50 muslim paling berpengaruh di dunia. Dalam edisi 2019 daftar Muslim 500 yang dirilis ...
Peristiwa - Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:46 WIB

Bawa Gergaji Tulang, Pria Ini Diduga Bunuh dan Mutilasi Jurnalis Jamal Khashoggi

enyelidikan pembunuhan terhadap jurnalis Turki Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi mencapai titik terang.Polisi menetapkan seorang terduga pembunuh yakni dr ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Menlu AS temui Presiden Turki bahas wartawan hilang

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Ankara pada Rabu (17/10). ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:00 WIB

Pippa Middleton Melahirkan Anak Pertamanya

Pippa Middleton dan James Matthews kini tengah berbahagia. Pasalnya adik perempuan The Duchess of Cambridge itu baru-baru ini melahirkan anak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:22 WIB

Bukan Jadi Duta, Selebriti Cina Ini Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seorang selebriti online di Cina ditahan gegara dianggap menghina lagu kebangsaan. Wanita cantik bernama Yang Kaili itu ditahan selama 5 ...