Jumat, 22 September 2017 | 13.09 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Soal Rohingya, Malala Yousafzal: Kita Tidak Boleh Berdiam Diri

Soal Rohingya, Malala Yousafzal: Kita Tidak Boleh Berdiam Diri

Reporter : M. Zaki | Sabtu, 9 September 2017 - 02:00 WIB

IMG-4691

Malala Yousafzai, Peraih nobel perdamaian asal Pakistan. Foto TRT

ISLAMABAD, kini.co.id – Peraih nobel perdamaian asal Pakistan, Malala Yousafzai mengaku prihatin melihat kondisi pengungsi Rohingya di Myanmar.

Ia pun mendesak pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu kyi untuk melakukan dialog untuk memikirkan nasib muslim Rohingya.

“Kita tidak boleh berdiam diri. Jumlah orang yang terusir melebihi ratusan ribu orang,” kata Malala dilansir Talarabiyah, Jumat (8/9).

Malala menyatakan bahawa umat Islam tidak dianggap sebagai warga negara di Myanmar.

“Kita tidak dapat membayangkan saat kewarganegaraan kita, semua hak kita untuk hidup di sebuah negara direbut sepenuhnya. Ini adalah masalah hak asasi manusia, Myanmar harus merespon tegas. Orang-orang terusir dan berhadapan dengan kekerasan,” katanya.

Malala menegaskan bahawa hak pendidikan kanak-kanak Muslim Arakan telah dirampas, umat Muslim kerap berada ditengah-tengah ketakutan.

“Apabila terdapat begitu banyak kekerasan di sekeliling anda, untuk hidup adalah amat sulit. Kita tidak boleh berdiam diri. Jumlah orang yang kehilangan tempat mencapai ratusan ribu,” ungkapnya.

Malala juga menyinggung sikap Menteri Luar dan Presiden Myanmar Aung San Suu Kyi dengan mengatakan.

“Kita perlu bangun dan bertindak segera, dan saya berharap bahwa Suu Kyi juga menanggapinya,” katanya.

Kumpulan penerima Nobel Perdamaian, termasuk Malala mengkritik Suu Kyi dalam surat yang dikirimkan ke Majelis United National Security Council (UNSC) pada bulan Desember.

Dalam surat itu, mereka meminta perhatian perampasan hak asasi manusia umat Islam Arakan di Myanmar, UNSC pun telah memanggil Suu Kyi agar menghentikan “pemusnahan etnis Rohingya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...