Tuesday, 17 July 2018 | 12.57 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Turki Sayangkan Dunia Internasional Buta dan Tuli soal Rohingya

Turki Sayangkan Dunia Internasional Buta dan Tuli soal Rohingya

Reporter : M. Zaki | Saturday, 2 September 2017 - 10:22 WIB

IMG-4674

Pengungsi Rohingya menuju Bangladesh. Foto TRT

ISTANBUL, kini.co.id – Perdana Menteri Turki Binali Yıldırım meminta masyarakat dunia internasional untuk membantu menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar barat.

“Komunitas internasional harus lebih aktif dan harus meninggalkan standar [ganda] yang berbeda mengenai masalah ini,” kata Yıldırım kepada wartawan di Istanbul, Jumat (1/9).

Dikatakannya, Idul Adha, yang dikenal sebagai hari raya pengorbanan, mengakui penyerahan Ibrahim kepada Tuhan dalam kesediaannya untuk mengorbankan anaknya.

Turki telah mengambil peran dengan mengirim bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang menderita dan untuk mengakhiri kekerasan, katanya.

“Kami, sekali lagi mengutuk pembantaian ini dengan sangat keras …,” kata perdana menteri, menambahkan “Mereka yang telah melakukan [kekerasan] ini, akan bertanggung jawab cepat atau lambat.”

Pesan lisan menteri lainnya juga terfokus pada kekerasan yang sedang berlangsung.

“Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki cukup kekuatan untuk menghentikan kekejaman di Rakhine,” kata Wakil Perdana Menteri Recep Akdağ kepada Anadolu Agency di provinsi Erzurum timur.

Berbicara kepada wartawan di provinsi Kocaeli barat laut, Wakil Perdana Menteri Fikri Işık mengatakan bahwa tidak habis pikir dunia internasional yang “buta dan tuli terhadap penganiayaan ini”.

Kekerasan meletus di Negara Rakhine Myanmar pada 25 Agustus saat pasukan keamanan negara tersebut melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim Rohingya.

Kekerasan tersebut memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh untuk menyelamatkan diri, meskipun negara tersebut menutup perbatasannya untuk para pengungsi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Global - Sunday, 10 December 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...
Place your ads here...