Jumat, 15 Desember 2017 | 23.06 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Turki Sayangkan Dunia Internasional Buta dan Tuli soal Rohingya

Turki Sayangkan Dunia Internasional Buta dan Tuli soal Rohingya

Reporter : M. Zaki | Sabtu, 2 September 2017 - 10:22 WIB

IMG-4674

Pengungsi Rohingya menuju Bangladesh. Foto TRT

ISTANBUL, kini.co.id – Perdana Menteri Turki Binali Yıldırım meminta masyarakat dunia internasional untuk membantu menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar barat.

“Komunitas internasional harus lebih aktif dan harus meninggalkan standar [ganda] yang berbeda mengenai masalah ini,” kata Yıldırım kepada wartawan di Istanbul, Jumat (1/9).

Dikatakannya, Idul Adha, yang dikenal sebagai hari raya pengorbanan, mengakui penyerahan Ibrahim kepada Tuhan dalam kesediaannya untuk mengorbankan anaknya.

Turki telah mengambil peran dengan mengirim bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang menderita dan untuk mengakhiri kekerasan, katanya.

“Kami, sekali lagi mengutuk pembantaian ini dengan sangat keras …,” kata perdana menteri, menambahkan “Mereka yang telah melakukan [kekerasan] ini, akan bertanggung jawab cepat atau lambat.”

Pesan lisan menteri lainnya juga terfokus pada kekerasan yang sedang berlangsung.

“Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki cukup kekuatan untuk menghentikan kekejaman di Rakhine,” kata Wakil Perdana Menteri Recep Akdağ kepada Anadolu Agency di provinsi Erzurum timur.

Berbicara kepada wartawan di provinsi Kocaeli barat laut, Wakil Perdana Menteri Fikri Işık mengatakan bahwa tidak habis pikir dunia internasional yang “buta dan tuli terhadap penganiayaan ini”.

Kekerasan meletus di Negara Rakhine Myanmar pada 25 Agustus saat pasukan keamanan negara tersebut melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim Rohingya.

Kekerasan tersebut memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh untuk menyelamatkan diri, meskipun negara tersebut menutup perbatasannya untuk para pengungsi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...