Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.07 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Turki Sayangkan Dunia Internasional Buta dan Tuli soal Rohingya

Turki Sayangkan Dunia Internasional Buta dan Tuli soal Rohingya

Reporter : M. Zaki | Sabtu, 2 September 2017 - 10:22 WIB

IMG-4674

Pengungsi Rohingya menuju Bangladesh. Foto TRT

ISTANBUL, kini.co.id – Perdana Menteri Turki Binali Yıldırım meminta masyarakat dunia internasional untuk membantu menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar barat.

“Komunitas internasional harus lebih aktif dan harus meninggalkan standar [ganda] yang berbeda mengenai masalah ini,” kata Yıldırım kepada wartawan di Istanbul, Jumat (1/9).

Dikatakannya, Idul Adha, yang dikenal sebagai hari raya pengorbanan, mengakui penyerahan Ibrahim kepada Tuhan dalam kesediaannya untuk mengorbankan anaknya.

Turki telah mengambil peran dengan mengirim bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang menderita dan untuk mengakhiri kekerasan, katanya.

“Kami, sekali lagi mengutuk pembantaian ini dengan sangat keras …,” kata perdana menteri, menambahkan “Mereka yang telah melakukan [kekerasan] ini, akan bertanggung jawab cepat atau lambat.”

Pesan lisan menteri lainnya juga terfokus pada kekerasan yang sedang berlangsung.

“Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki cukup kekuatan untuk menghentikan kekejaman di Rakhine,” kata Wakil Perdana Menteri Recep Akdağ kepada Anadolu Agency di provinsi Erzurum timur.

Berbicara kepada wartawan di provinsi Kocaeli barat laut, Wakil Perdana Menteri Fikri Işık mengatakan bahwa tidak habis pikir dunia internasional yang “buta dan tuli terhadap penganiayaan ini”.

Kekerasan meletus di Negara Rakhine Myanmar pada 25 Agustus saat pasukan keamanan negara tersebut melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim Rohingya.

Kekerasan tersebut memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh untuk menyelamatkan diri, meskipun negara tersebut menutup perbatasannya untuk para pengungsi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...