Minggu, 21 Oktober 2018 | 20.04 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Akhiri Perang Marawi, Militer Filipina Dipersilahkan Membom Masjid

Akhiri Perang Marawi, Militer Filipina Dipersilahkan Membom Masjid

Jumat, 1 September 2017 - 20:42 WIB

IMG-4672

Marinir Filipina yang didukung dengan kendaraan tempur infanteri V300, melintasi Jembatan Mapandi, area kunci dalam pertempuran di Kota Marawi yang kini telah memasuki ke seratus hari. Foto ABS-CBN/Froilan Gallardo.

MANILA, kini.co.id – Presiden Rodrigo Duterte memberikan wewenang penuh kepada militernya untuk mengakhiri pertempuran di Marawi, Filpina, termasuk melakukan membom di tempat ibadah muslim [masjid].

Paska pengepungan di Marawi, yang meletus 23 Mei, menyusul serangan oleh kelompok Maute dan Abu Sayyaf, memasuki hari ke-100 pada Rabu (27/08) lalu, pemerintah menerapkan darurat militer.

“Terakhir kali saya berada di sana, saya akhirnya mengatakan bahwa pilihannya sudah menjadi milik Anda. Karena kita tidak ingin menemui jalan buntu selama lebih dari satu tahun,” kata Duterte dalam sebuah pidato di ulang tahun ke-23 Otoritas Pengembangan Pendidikan dan Keterampilan Teknis seperti yang dikutip oleh ABS-CBN News.

Pasukan pemerintah menyelidiki kemungkinan menyerang masjid yang diubah menjadi markas oleh kelompok Maute pada masa-masa awal pertempuran.

Namun opsi itu dihentikan oleh pejabat tinggi, termasuk Duterte mengingat undang-undang internasional yang melarang serangan terhadap tempat-tempat keagamaan.

Duterte sebelumnya juga meminta militer untuk menunggu keputusan itu untuk menjaga keamanan para tawanan yang diperkirakan berjumlah 30 orang.

Saat itu Duterte mengaku sulit untuk mengambil keputusan tersebut. “Ini akan menghasilkan lebih banyak kebencian, bukan penyembuhan. Dan butuh waktu lama,” katanya.

“Saya mengangkat tangan karena orang-orang di pemerintahan -polisi, militer, unit pemerintah daerah dan warga sipil sudah mengeluh,” ujarnya.

Duterte juga mengaku sudah tidak sabar sejak melakukan negosiasi dengan kelompok teroris untuk menyerah dan membebaskan para sandera dengan hasil nihil.

Ia juga mengungkapkan bahwa dia mengirim seorang utusan untuk berbicara dengan militan.

“Saya sudah mengirim seseorang, jika kita bisa menyelamatkan hari itu untuk kita semua,” kata dia. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:47 WIB

Soal Jurnalis Khashoggi, Raja Salman-Erdogan Berdiskusi Lewat Telpon

erkara pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi membuat Raja Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz turun tangan. Raja Salman pun membahas soal itu ...
Global - Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:33 WIB

Jokowi masuk 50 Muslim berpengaruh Dunia

PRESIDEN Joko Widodo masuk dalam daftar 50 muslim paling berpengaruh di dunia. Dalam edisi 2019 daftar Muslim 500 yang dirilis ...
Peristiwa - Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:46 WIB

Bawa Gergaji Tulang, Pria Ini Diduga Bunuh dan Mutilasi Jurnalis Jamal Khashoggi

enyelidikan pembunuhan terhadap jurnalis Turki Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi mencapai titik terang.Polisi menetapkan seorang terduga pembunuh yakni dr ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Menlu AS temui Presiden Turki bahas wartawan hilang

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Ankara pada Rabu (17/10). ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:00 WIB

Pippa Middleton Melahirkan Anak Pertamanya

Pippa Middleton dan James Matthews kini tengah berbahagia. Pasalnya adik perempuan The Duchess of Cambridge itu baru-baru ini melahirkan anak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:22 WIB

Bukan Jadi Duta, Selebriti Cina Ini Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seorang selebriti online di Cina ditahan gegara dianggap menghina lagu kebangsaan. Wanita cantik bernama Yang Kaili itu ditahan selama 5 ...