Minggu, 22 April 2018 | 05.53 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Akhiri Perang Marawi, Militer Filipina Dipersilahkan Membom Masjid

Akhiri Perang Marawi, Militer Filipina Dipersilahkan Membom Masjid

Jumat, 1 September 2017 - 20:42 WIB

IMG-4672

Marinir Filipina yang didukung dengan kendaraan tempur infanteri V300, melintasi Jembatan Mapandi, area kunci dalam pertempuran di Kota Marawi yang kini telah memasuki ke seratus hari. Foto ABS-CBN/Froilan Gallardo.

MANILA, kini.co.id – Presiden Rodrigo Duterte memberikan wewenang penuh kepada militernya untuk mengakhiri pertempuran di Marawi, Filpina, termasuk melakukan membom di tempat ibadah muslim [masjid].

Paska pengepungan di Marawi, yang meletus 23 Mei, menyusul serangan oleh kelompok Maute dan Abu Sayyaf, memasuki hari ke-100 pada Rabu (27/08) lalu, pemerintah menerapkan darurat militer.

“Terakhir kali saya berada di sana, saya akhirnya mengatakan bahwa pilihannya sudah menjadi milik Anda. Karena kita tidak ingin menemui jalan buntu selama lebih dari satu tahun,” kata Duterte dalam sebuah pidato di ulang tahun ke-23 Otoritas Pengembangan Pendidikan dan Keterampilan Teknis seperti yang dikutip oleh ABS-CBN News.

Pasukan pemerintah menyelidiki kemungkinan menyerang masjid yang diubah menjadi markas oleh kelompok Maute pada masa-masa awal pertempuran.

Namun opsi itu dihentikan oleh pejabat tinggi, termasuk Duterte mengingat undang-undang internasional yang melarang serangan terhadap tempat-tempat keagamaan.

Duterte sebelumnya juga meminta militer untuk menunggu keputusan itu untuk menjaga keamanan para tawanan yang diperkirakan berjumlah 30 orang.

Saat itu Duterte mengaku sulit untuk mengambil keputusan tersebut. “Ini akan menghasilkan lebih banyak kebencian, bukan penyembuhan. Dan butuh waktu lama,” katanya.

“Saya mengangkat tangan karena orang-orang di pemerintahan -polisi, militer, unit pemerintah daerah dan warga sipil sudah mengeluh,” ujarnya.

Duterte juga mengaku sudah tidak sabar sejak melakukan negosiasi dengan kelompok teroris untuk menyerah dan membebaskan para sandera dengan hasil nihil.

Ia juga mengungkapkan bahwa dia mengirim seorang utusan untuk berbicara dengan militan.

“Saya sudah mengirim seseorang, jika kita bisa menyelamatkan hari itu untuk kita semua,” kata dia. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...