Kamis, 22 Februari 2018 | 17.39 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Akhiri Perang Marawi, Militer Filipina Dipersilahkan Membom Masjid

Akhiri Perang Marawi, Militer Filipina Dipersilahkan Membom Masjid

Jumat, 1 September 2017 - 20:42 WIB

IMG-4672

Marinir Filipina yang didukung dengan kendaraan tempur infanteri V300, melintasi Jembatan Mapandi, area kunci dalam pertempuran di Kota Marawi yang kini telah memasuki ke seratus hari. FOTO: ABS-CBN/Froilan Gallardo.

MANILA, kini.co.id – Presiden Rodrigo Duterte memberikan wewenang penuh kepada militernya untuk mengakhiri pertempuran di Marawi, Filpina, termasuk melakukan membom di tempat ibadah muslim [masjid].

Paska pengepungan di Marawi, yang meletus 23 Mei, menyusul serangan oleh kelompok Maute dan Abu Sayyaf, memasuki hari ke-100 pada Rabu (27/08) lalu, pemerintah menerapkan darurat militer.

“Terakhir kali saya berada di sana, saya akhirnya mengatakan bahwa pilihannya sudah menjadi milik Anda. Karena kita tidak ingin menemui jalan buntu selama lebih dari satu tahun,” kata Duterte dalam sebuah pidato di ulang tahun ke-23 Otoritas Pengembangan Pendidikan dan Keterampilan Teknis seperti yang dikutip oleh ABS-CBN News.

Pasukan pemerintah menyelidiki kemungkinan menyerang masjid yang diubah menjadi markas oleh kelompok Maute pada masa-masa awal pertempuran.

Namun opsi itu dihentikan oleh pejabat tinggi, termasuk Duterte mengingat undang-undang internasional yang melarang serangan terhadap tempat-tempat keagamaan.

Duterte sebelumnya juga meminta militer untuk menunggu keputusan itu untuk menjaga keamanan para tawanan yang diperkirakan berjumlah 30 orang.

Saat itu Duterte mengaku sulit untuk mengambil keputusan tersebut. “Ini akan menghasilkan lebih banyak kebencian, bukan penyembuhan. Dan butuh waktu lama,” katanya.

“Saya mengangkat tangan karena orang-orang di pemerintahan -polisi, militer, unit pemerintah daerah dan warga sipil sudah mengeluh,” ujarnya.

Duterte juga mengaku sudah tidak sabar sejak melakukan negosiasi dengan kelompok teroris untuk menyerah dan membebaskan para sandera dengan hasil nihil.

Ia juga mengungkapkan bahwa dia mengirim seorang utusan untuk berbicara dengan militan.

“Saya sudah mengirim seseorang, jika kita bisa menyelamatkan hari itu untuk kita semua,” kata dia. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...