Kamis, 17 Januari 2019 | 02.00 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Akhiri Perang Marawi, Militer Filipina Dipersilahkan Membom Masjid

Akhiri Perang Marawi, Militer Filipina Dipersilahkan Membom Masjid

Jumat, 1 September 2017 - 20:42 WIB

IMG-4672

Marinir Filipina yang didukung dengan kendaraan tempur infanteri V300, melintasi Jembatan Mapandi, area kunci dalam pertempuran di Kota Marawi yang kini telah memasuki ke seratus hari. Foto ABS-CBN/Froilan Gallardo.

MANILA, kini.co.id – Presiden Rodrigo Duterte memberikan wewenang penuh kepada militernya untuk mengakhiri pertempuran di Marawi, Filpina, termasuk melakukan membom di tempat ibadah muslim [masjid].

Paska pengepungan di Marawi, yang meletus 23 Mei, menyusul serangan oleh kelompok Maute dan Abu Sayyaf, memasuki hari ke-100 pada Rabu (27/08) lalu, pemerintah menerapkan darurat militer.

“Terakhir kali saya berada di sana, saya akhirnya mengatakan bahwa pilihannya sudah menjadi milik Anda. Karena kita tidak ingin menemui jalan buntu selama lebih dari satu tahun,” kata Duterte dalam sebuah pidato di ulang tahun ke-23 Otoritas Pengembangan Pendidikan dan Keterampilan Teknis seperti yang dikutip oleh ABS-CBN News.

Pasukan pemerintah menyelidiki kemungkinan menyerang masjid yang diubah menjadi markas oleh kelompok Maute pada masa-masa awal pertempuran.

Namun opsi itu dihentikan oleh pejabat tinggi, termasuk Duterte mengingat undang-undang internasional yang melarang serangan terhadap tempat-tempat keagamaan.

Duterte sebelumnya juga meminta militer untuk menunggu keputusan itu untuk menjaga keamanan para tawanan yang diperkirakan berjumlah 30 orang.

Saat itu Duterte mengaku sulit untuk mengambil keputusan tersebut. “Ini akan menghasilkan lebih banyak kebencian, bukan penyembuhan. Dan butuh waktu lama,” katanya.

“Saya mengangkat tangan karena orang-orang di pemerintahan -polisi, militer, unit pemerintah daerah dan warga sipil sudah mengeluh,” ujarnya.

Duterte juga mengaku sudah tidak sabar sejak melakukan negosiasi dengan kelompok teroris untuk menyerah dan membebaskan para sandera dengan hasil nihil.

Ia juga mengungkapkan bahwa dia mengirim seorang utusan untuk berbicara dengan militan.

“Saya sudah mengirim seseorang, jika kita bisa menyelamatkan hari itu untuk kita semua,” kata dia. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...