Selasa, 21 November 2017 | 11.24 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Akhiri Perang Marawi, Militer Filipina Dipersilahkan Membom Masjid

Akhiri Perang Marawi, Militer Filipina Dipersilahkan Membom Masjid

Jumat, 1 September 2017 - 20:42 WIB

IMG-4672

Marinir Filipina yang didukung dengan kendaraan tempur infanteri V300, melintasi Jembatan Mapandi, area kunci dalam pertempuran di Kota Marawi yang kini telah memasuki ke seratus hari. Foto ABS-CBN/Froilan Gallardo.

MANILA, kini.co.id – Presiden Rodrigo Duterte memberikan wewenang penuh kepada militernya untuk mengakhiri pertempuran di Marawi, Filpina, termasuk melakukan membom di tempat ibadah muslim [masjid].

Paska pengepungan di Marawi, yang meletus 23 Mei, menyusul serangan oleh kelompok Maute dan Abu Sayyaf, memasuki hari ke-100 pada Rabu (27/08) lalu, pemerintah menerapkan darurat militer.

“Terakhir kali saya berada di sana, saya akhirnya mengatakan bahwa pilihannya sudah menjadi milik Anda. Karena kita tidak ingin menemui jalan buntu selama lebih dari satu tahun,” kata Duterte dalam sebuah pidato di ulang tahun ke-23 Otoritas Pengembangan Pendidikan dan Keterampilan Teknis seperti yang dikutip oleh ABS-CBN News.

Pasukan pemerintah menyelidiki kemungkinan menyerang masjid yang diubah menjadi markas oleh kelompok Maute pada masa-masa awal pertempuran.

Namun opsi itu dihentikan oleh pejabat tinggi, termasuk Duterte mengingat undang-undang internasional yang melarang serangan terhadap tempat-tempat keagamaan.

Duterte sebelumnya juga meminta militer untuk menunggu keputusan itu untuk menjaga keamanan para tawanan yang diperkirakan berjumlah 30 orang.

Saat itu Duterte mengaku sulit untuk mengambil keputusan tersebut. “Ini akan menghasilkan lebih banyak kebencian, bukan penyembuhan. Dan butuh waktu lama,” katanya.

“Saya mengangkat tangan karena orang-orang di pemerintahan -polisi, militer, unit pemerintah daerah dan warga sipil sudah mengeluh,” ujarnya.

Duterte juga mengaku sudah tidak sabar sejak melakukan negosiasi dengan kelompok teroris untuk menyerah dan membebaskan para sandera dengan hasil nihil.

Ia juga mengungkapkan bahwa dia mengirim seorang utusan untuk berbicara dengan militan.

“Saya sudah mengirim seseorang, jika kita bisa menyelamatkan hari itu untuk kita semua,” kata dia. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...
Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa
Peristiwa - Senin, 13 November 2017 - 07:31 WIB

Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa

Perbatasan Irak-Iran diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR.Media di Irak, Pirhossein Koulivand mengatakan bahwa setidaknya 61 orang telah terbunuh dan 300 ...
Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump
Global - Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi. Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut ...
Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute
Global - Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota ...