Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.02 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>19 orang Pengungsi Rohingya Tewas di Lepas Pantai Bangladesh

19 orang Pengungsi Rohingya Tewas di Lepas Pantai Bangladesh

Jumat, 1 September 2017 - 11:51 WIB

IMG-4668

Muslim Rohingya berusaha kabur dari negaranya, Rakhine, Myanmar menyusul pembantaian yang dilakukan militer setempat. Foto TRTalarabiyah.

BANGLADESH, kini.co.id – Sedikitnya 19 orang muslim pengungsi Rohingya diwartakan meninggal dunia setelah sebuah kapal yang membawa mereka terbalik di pantai tenggara Bangladesh pada Kamis pagi, menurut keterangan media setempat.

Insiden tersebut terjadi ketika para pengungsi mencoba mencapai distrik Cox’s Bazar di tenggara Bangladesh untuk menghindari kekerasan yang terus berlanjut di negara bagian Rakhine, Myanmar, sebuah surat kabar yang berbasis di Dhaka Daily Star melaporkan.

Perdana Uddin Khan, yang bertanggung jawab atas kantor polisi Tekhanf, mengutip harian tersebut melaporkan bahwa 10 mayat anak-anak dan sembilan perempuan ditemukan, namun identitas mereka belum dapat dipastikan.

Tidak jelas berapa banyak orang yang berada di kapal namun sumber setempat mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sekitar 25 orang telah diselamatkan dan 7 sampai 9 orang masih hilang.

“Beberapa kapal lain yang membawa ratusan orang Rohingya tiba di pantai Bangladesh pada Rabu malam,” kata sumber tersebut.

Kekerasan meletus di Rakhine, Myanmar pada 25 Agustus saat pasukan keamanan negara tersebut melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim Rohingya.

Peristwa ini memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh meskipun negara tersebut menutup perbatasannya untuk para pengungsi.

Lebih dari 10.000 orang Rohingya, kebanyakan wanita, anak-anak dan orang tua, tidak menunggu di tanah orang-orang di sepanjang perbatasan Myanmar untuk memasuki wilayah Bangladesh, media Bangladesh melaporkan dengan mengutip pejabat dari Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB). []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...