Minggu, 22 April 2018 | 05.46 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Islamophobia, Walikota Vanesia : yang Teriak Takbir Akan Tembak Ditempat

Islamophobia, Walikota Vanesia : yang Teriak Takbir Akan Tembak Ditempat

Reporter : M. Zaki | Jumat, 25 Agustus 2017 - 15:26 WIB

IMG-4653

Luigi Brugnaro, Wali Kota Venesia, Italia. Foto Reuters

kini.co.id – Pasca aksi teror di Barcelona beberapa hari lalu, Luigi Brugnaro, Wali Kota Venesia, Italia, panik atau bisa disebut Islamphobia.

Dengan kebijakan kontroversial terkait dengan komunitas muslim di kotanya, ia memerintahkan para sniper di kotanya untuk segera menembak mati siapa saja yang berani meneriakkan kalimat “Allahu Akbar”.

Brugnaro meminta para sniper tak usah berpikir panjang lagi ketika mendengar kalimat tersebut, agar tidak terlambat oleh aksi para teroris.

Hal itu diungkapnnya saat bertemu sebuah delegasi intelektual baru-baru ini. Belajar dari aksi teror akhir-ahir ini, Brugnaro mengaku tidak mau ambil risiko atau kecolongan sedikitpun dari para pelaku teror.

“Mereka (teroris) mengatakan ‘ingin pergi dan bertemu Allah’, jadi kami akan mengirimkan mereka langsung ke Allah tanpa perlu melempar mereka ke jembatan, yaitu dengan cara menembak mereka,” kata Brugnaro sebagaimana dilansir The Sun pada Rabu (23/8).

Kontan saja kebijakan ini menuai tantangan dari berbagai pihak, bahkan banyak ditertawakan karena dinilai berlebihan. Dalam pertemuan kepala daerah di Italia, kebijakan Brugnaro ini bahkan menjadi bahan ejekan.

Wali Kota Florensia Dario Nardella yang hadir dalam pertemuan tersebut langsung berlari ke arah Brugnaro sambil berteriak “Allahu akbar.” Aksi sindiran ini mengundang tawa kepada daerah yang lain. Tapi setelah itu Nardella segera meminta maaf atas guyonannya tersebut, khawatir menyinggung pihak tertentu di Italia.

Dengan jumlah muslim sebanyak 2,2 juta atau 4 persen dari total populasi di Italia tentu akan menjadi sebuah catatan bahwa Islamphobia eropa atas aksi teror Barcelan tak bisa digeneral bahwa umat Islam adalah teroris.

Sungguh naif, sebuah negara yang mengaku demokrasi jika mengeluarkan kebajakn demikian dan tentu bukan cara yang tepat untuk mengatasi masalah teror. Kebijakan itu justru mendiskriminasi komunitas muslim di Italia. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...