Kamis, 17 Januari 2019 | 02.06 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Islamophobia, Walikota Vanesia : yang Teriak Takbir Akan Tembak Ditempat

Islamophobia, Walikota Vanesia : yang Teriak Takbir Akan Tembak Ditempat

Reporter : M. Zaki | Jumat, 25 Augu 2017 - 15:26 WIB

IMG-4653

Luigi Brugnaro, Wali Kota Venesia, Italia. Foto Reuters

kini.co.id – Pasca aksi teror di Barcelona beberapa hari lalu, Luigi Brugnaro, Wali Kota Venesia, Italia, panik atau bisa disebut Islamphobia.

Dengan kebijakan kontroversial terkait dengan komunitas muslim di kotanya, ia memerintahkan para sniper di kotanya untuk segera menembak mati siapa saja yang berani meneriakkan kalimat “Allahu Akbar”.

Brugnaro meminta para sniper tak usah berpikir panjang lagi ketika mendengar kalimat tersebut, agar tidak terlambat oleh aksi para teroris.

Hal itu diungkapnnya saat bertemu sebuah delegasi intelektual baru-baru ini. Belajar dari aksi teror akhir-ahir ini, Brugnaro mengaku tidak mau ambil risiko atau kecolongan sedikitpun dari para pelaku teror.

“Mereka (teroris) mengatakan ‘ingin pergi dan bertemu Allah’, jadi kami akan mengirimkan mereka langsung ke Allah tanpa perlu melempar mereka ke jembatan, yaitu dengan cara menembak mereka,” kata Brugnaro sebagaimana dilansir The Sun pada Rabu (23/8).

Kontan saja kebijakan ini menuai tantangan dari berbagai pihak, bahkan banyak ditertawakan karena dinilai berlebihan. Dalam pertemuan kepala daerah di Italia, kebijakan Brugnaro ini bahkan menjadi bahan ejekan.

Wali Kota Florensia Dario Nardella yang hadir dalam pertemuan tersebut langsung berlari ke arah Brugnaro sambil berteriak “Allahu akbar.” Aksi sindiran ini mengundang tawa kepada daerah yang lain. Tapi setelah itu Nardella segera meminta maaf atas guyonannya tersebut, khawatir menyinggung pihak tertentu di Italia.

Dengan jumlah muslim sebanyak 2,2 juta atau 4 persen dari total populasi di Italia tentu akan menjadi sebuah catatan bahwa Islamphobia eropa atas aksi teror Barcelan tak bisa digeneral bahwa umat Islam adalah teroris.

Sungguh naif, sebuah negara yang mengaku demokrasi jika mengeluarkan kebajakn demikian dan tentu bukan cara yang tepat untuk mengatasi masalah teror. Kebijakan itu justru mendiskriminasi komunitas muslim di Italia. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...