Selasa, 16 Oktober 2018 | 19.53 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Islamophobia, Walikota Vanesia : yang Teriak Takbir Akan Tembak Ditempat

Islamophobia, Walikota Vanesia : yang Teriak Takbir Akan Tembak Ditempat

Reporter : M. Zaki | Jumat, 25 Augu 2017 - 15:26 WIB

IMG-4653

Luigi Brugnaro, Wali Kota Venesia, Italia. Foto Reuters

kini.co.id – Pasca aksi teror di Barcelona beberapa hari lalu, Luigi Brugnaro, Wali Kota Venesia, Italia, panik atau bisa disebut Islamphobia.

Dengan kebijakan kontroversial terkait dengan komunitas muslim di kotanya, ia memerintahkan para sniper di kotanya untuk segera menembak mati siapa saja yang berani meneriakkan kalimat “Allahu Akbar”.

Brugnaro meminta para sniper tak usah berpikir panjang lagi ketika mendengar kalimat tersebut, agar tidak terlambat oleh aksi para teroris.

Hal itu diungkapnnya saat bertemu sebuah delegasi intelektual baru-baru ini. Belajar dari aksi teror akhir-ahir ini, Brugnaro mengaku tidak mau ambil risiko atau kecolongan sedikitpun dari para pelaku teror.

“Mereka (teroris) mengatakan ‘ingin pergi dan bertemu Allah’, jadi kami akan mengirimkan mereka langsung ke Allah tanpa perlu melempar mereka ke jembatan, yaitu dengan cara menembak mereka,” kata Brugnaro sebagaimana dilansir The Sun pada Rabu (23/8).

Kontan saja kebijakan ini menuai tantangan dari berbagai pihak, bahkan banyak ditertawakan karena dinilai berlebihan. Dalam pertemuan kepala daerah di Italia, kebijakan Brugnaro ini bahkan menjadi bahan ejekan.

Wali Kota Florensia Dario Nardella yang hadir dalam pertemuan tersebut langsung berlari ke arah Brugnaro sambil berteriak “Allahu akbar.” Aksi sindiran ini mengundang tawa kepada daerah yang lain. Tapi setelah itu Nardella segera meminta maaf atas guyonannya tersebut, khawatir menyinggung pihak tertentu di Italia.

Dengan jumlah muslim sebanyak 2,2 juta atau 4 persen dari total populasi di Italia tentu akan menjadi sebuah catatan bahwa Islamphobia eropa atas aksi teror Barcelan tak bisa digeneral bahwa umat Islam adalah teroris.

Sungguh naif, sebuah negara yang mengaku demokrasi jika mengeluarkan kebajakn demikian dan tentu bukan cara yang tepat untuk mengatasi masalah teror. Kebijakan itu justru mendiskriminasi komunitas muslim di Italia. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:22 WIB

Bukan Jadi Duta, Selebriti Cina Ini Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seorang selebriti online di Cina ditahan gegara dianggap menghina lagu kebangsaan. Wanita cantik bernama Yang Kaili itu ditahan selama 5 ...
Peristiwa - Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Seorang wanita tewas jatuh dari lantai 27 saat selfie

SANDRA Manuela, perempuan asal Panama, tewas terjatuh dari lantai 27 sebuah apartemen di Panama. Dia tewa ketika hendak berswafoto (selfie). ...
- Senin, 15 Oktober 2018 - 16:01 WIB

Kerajaan Inggris Umumkan Kehamilan Meghan Markle

Keluarga kerajaan Inggris tengah diselimuti perasaan bahagia. Pasalnya Meghan Markle, Istri dari Pangeran Harry sedang mengandung buah hati pertamanya.Kabar bahagia ...
Global - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Hadiri Pernikahan Putri Eugenie, Sepatu Bolong Pangeran Harry jadi Sorotan

Pernikahan kerajaan (royal wedding) di Inggris memang selalu menjadi sorotan dunia. Hari ini, pernikahan Putri Eugenie of York menikah dengan ...
Finance - Kamis, 11 Oktober 2018 - 15:52 WIB

Terkaya di Cina, Berapa Harta Jack Ma?

Hurun China Rich List menempatkan CEO Alibaba Group Jack Ma sebagai orang paling kaya di Cina.Dilansir dari CRI, radio resmi ...
Finance - Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:23 WIB

Hari ketiga Konferensi IMF-WB diwarnai pertemuan BI-FED

Rangkaian pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank 2018 di Bali telah memasuki hari ketiga. Banyak seminar dan diskusi yang ...