Selasa, 21 November 2017 | 11.26 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Islamophobia, Walikota Vanesia : yang Teriak Takbir Akan Tembak Ditempat

Islamophobia, Walikota Vanesia : yang Teriak Takbir Akan Tembak Ditempat

Reporter : M. Zaki | Jumat, 25 Agustus 2017 - 15:26 WIB

IMG-4653

Luigi Brugnaro, Wali Kota Venesia, Italia. Foto Reuters

kini.co.id – Pasca aksi teror di Barcelona beberapa hari lalu, Luigi Brugnaro, Wali Kota Venesia, Italia, panik atau bisa disebut Islamphobia.

Dengan kebijakan kontroversial terkait dengan komunitas muslim di kotanya, ia memerintahkan para sniper di kotanya untuk segera menembak mati siapa saja yang berani meneriakkan kalimat “Allahu Akbar”.

Brugnaro meminta para sniper tak usah berpikir panjang lagi ketika mendengar kalimat tersebut, agar tidak terlambat oleh aksi para teroris.

Hal itu diungkapnnya saat bertemu sebuah delegasi intelektual baru-baru ini. Belajar dari aksi teror akhir-ahir ini, Brugnaro mengaku tidak mau ambil risiko atau kecolongan sedikitpun dari para pelaku teror.

“Mereka (teroris) mengatakan ‘ingin pergi dan bertemu Allah’, jadi kami akan mengirimkan mereka langsung ke Allah tanpa perlu melempar mereka ke jembatan, yaitu dengan cara menembak mereka,” kata Brugnaro sebagaimana dilansir The Sun pada Rabu (23/8).

Kontan saja kebijakan ini menuai tantangan dari berbagai pihak, bahkan banyak ditertawakan karena dinilai berlebihan. Dalam pertemuan kepala daerah di Italia, kebijakan Brugnaro ini bahkan menjadi bahan ejekan.

Wali Kota Florensia Dario Nardella yang hadir dalam pertemuan tersebut langsung berlari ke arah Brugnaro sambil berteriak “Allahu akbar.” Aksi sindiran ini mengundang tawa kepada daerah yang lain. Tapi setelah itu Nardella segera meminta maaf atas guyonannya tersebut, khawatir menyinggung pihak tertentu di Italia.

Dengan jumlah muslim sebanyak 2,2 juta atau 4 persen dari total populasi di Italia tentu akan menjadi sebuah catatan bahwa Islamphobia eropa atas aksi teror Barcelan tak bisa digeneral bahwa umat Islam adalah teroris.

Sungguh naif, sebuah negara yang mengaku demokrasi jika mengeluarkan kebajakn demikian dan tentu bukan cara yang tepat untuk mengatasi masalah teror. Kebijakan itu justru mendiskriminasi komunitas muslim di Italia. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...
Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa
Peristiwa - Senin, 13 November 2017 - 07:31 WIB

Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa

Perbatasan Irak-Iran diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR.Media di Irak, Pirhossein Koulivand mengatakan bahwa setidaknya 61 orang telah terbunuh dan 300 ...
Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump
Global - Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi. Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut ...
Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute
Global - Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota ...