Tuesday, 17 July 2018 | 13.04 WIB
KiniNEWS>Dunia>Finance>Pendapatan Alibaba Kuartal II Capai 50,1 Miliar Yuan

Pendapatan Alibaba Kuartal II Capai 50,1 Miliar Yuan

Friday, 18 August 2017 - 13:32 WIB

IMG-4645

Alibaba. Marketwatch.

kini.co.id – Raksasa e-commerce asal China mengalahkan perkiraan analis dengan kenaikan pendapatan kuartal keduanya yang cukup fantastis.

Diilansir dari Reuters pada Jumat (18/8), pendapatan Alibaba naik menjadi 50,1 miliar yuan atau US$ 7,51 miliar di kuartal II 2017. Pencapaian itu lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan rata-rata analis sebesar 47,7 miliar yuan.

Dalam bisnis cloud, pendapatan tumbuh sebesar 96% menjadi 2,4 miliar yuan. Pelanggan cloud berbayar menembus angka 1 juta untuk pertama kalinya, naik dari 577.000 di tahun sebelumnya.

Bisnis cloud Alibaba mendorong pusat data global menjadi 17 pada kuartal pertama.

Dengan penambahan dua pusat di India dan Indonesia. Pendapatan di bisnis hiburan naik 30% menjadi 4 miliar yuan.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan hampir dua kali lipat menjadi US$ 2,17 miliar atau 83 sen per saham.

Saham perusahaan e-commerce China, termasuk Alibaba.com dan JD.com Inc telah mengungguli pasar pada 2017, didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang positif di sekitar peristiwa penjualan Juni dan ekspansi luar negeri sebesar 56% didorong oleh penjualan online yang kuat.

Chief Executive Alibaba Daniel Zhang juga mengkonfirmasi bahwa perusahaan tengah berinvestasi senilai US$ 1,1 miliar di toko ritel Asia Tenggara Tokopedia, guna menambah perluasan jaringan aset di wilayah tersebut.

Pada bulan Juni, Alibaba menginvestasikan US$ 1 miliar lagi pada platform e-commerce berbasis di Singapura, Lazada Group. Ini juga menargetkan pedagang baru di Rusia dan Amerika Serikat sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk meningkatkan pendapatan dan menarik pelanggan baru di luar China.

Kabar yang beredar, Alibaba, tertarik mnginvestasikan modal ke toko konvensional. Analis mengatakan ada rencana injeksi dana US$ 2,6 miliar ke dalam rantai department store Intime Retail Group Co Ltd.

“Setidaknya untuk saat ini kami tidak melihat adanya integrasi penuh antara offline dan online (teknologi) dan itu adalah masalah,” kata analis senior Pacific Epoch Steven Zhu.

“Jika Anda tidak memiliki integrasi penuh maka ritel baru tetap merupakan konsep ketimbang kenyataan,” katanya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Global - Sunday, 10 December 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...
Place your ads here...