Minggu, 21 Oktober 2018 | 19.57 WIB
KiniNEWS>Dunia>Finance>Pendapatan Alibaba Kuartal II Capai 50,1 Miliar Yuan

Pendapatan Alibaba Kuartal II Capai 50,1 Miliar Yuan

Jumat, 18 Augu 2017 - 13:32 WIB

IMG-4645

Alibaba. Marketwatch.

kini.co.id – Raksasa e-commerce asal China mengalahkan perkiraan analis dengan kenaikan pendapatan kuartal keduanya yang cukup fantastis.

Diilansir dari Reuters pada Jumat (18/8), pendapatan Alibaba naik menjadi 50,1 miliar yuan atau US$ 7,51 miliar di kuartal II 2017. Pencapaian itu lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan rata-rata analis sebesar 47,7 miliar yuan.

Dalam bisnis cloud, pendapatan tumbuh sebesar 96% menjadi 2,4 miliar yuan. Pelanggan cloud berbayar menembus angka 1 juta untuk pertama kalinya, naik dari 577.000 di tahun sebelumnya.

Bisnis cloud Alibaba mendorong pusat data global menjadi 17 pada kuartal pertama.

Dengan penambahan dua pusat di India dan Indonesia. Pendapatan di bisnis hiburan naik 30% menjadi 4 miliar yuan.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan hampir dua kali lipat menjadi US$ 2,17 miliar atau 83 sen per saham.

Saham perusahaan e-commerce China, termasuk Alibaba.com dan JD.com Inc telah mengungguli pasar pada 2017, didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang positif di sekitar peristiwa penjualan Juni dan ekspansi luar negeri sebesar 56% didorong oleh penjualan online yang kuat.

Chief Executive Alibaba Daniel Zhang juga mengkonfirmasi bahwa perusahaan tengah berinvestasi senilai US$ 1,1 miliar di toko ritel Asia Tenggara Tokopedia, guna menambah perluasan jaringan aset di wilayah tersebut.

Pada bulan Juni, Alibaba menginvestasikan US$ 1 miliar lagi pada platform e-commerce berbasis di Singapura, Lazada Group. Ini juga menargetkan pedagang baru di Rusia dan Amerika Serikat sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk meningkatkan pendapatan dan menarik pelanggan baru di luar China.

Kabar yang beredar, Alibaba, tertarik mnginvestasikan modal ke toko konvensional. Analis mengatakan ada rencana injeksi dana US$ 2,6 miliar ke dalam rantai department store Intime Retail Group Co Ltd.

“Setidaknya untuk saat ini kami tidak melihat adanya integrasi penuh antara offline dan online (teknologi) dan itu adalah masalah,” kata analis senior Pacific Epoch Steven Zhu.

“Jika Anda tidak memiliki integrasi penuh maka ritel baru tetap merupakan konsep ketimbang kenyataan,” katanya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:47 WIB

Soal Jurnalis Khashoggi, Raja Salman-Erdogan Berdiskusi Lewat Telpon

erkara pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi membuat Raja Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz turun tangan. Raja Salman pun membahas soal itu ...
Global - Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:33 WIB

Jokowi masuk 50 Muslim berpengaruh Dunia

PRESIDEN Joko Widodo masuk dalam daftar 50 muslim paling berpengaruh di dunia. Dalam edisi 2019 daftar Muslim 500 yang dirilis ...
Peristiwa - Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:46 WIB

Bawa Gergaji Tulang, Pria Ini Diduga Bunuh dan Mutilasi Jurnalis Jamal Khashoggi

enyelidikan pembunuhan terhadap jurnalis Turki Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi mencapai titik terang.Polisi menetapkan seorang terduga pembunuh yakni dr ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Menlu AS temui Presiden Turki bahas wartawan hilang

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Ankara pada Rabu (17/10). ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:00 WIB

Pippa Middleton Melahirkan Anak Pertamanya

Pippa Middleton dan James Matthews kini tengah berbahagia. Pasalnya adik perempuan The Duchess of Cambridge itu baru-baru ini melahirkan anak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:22 WIB

Bukan Jadi Duta, Selebriti Cina Ini Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seorang selebriti online di Cina ditahan gegara dianggap menghina lagu kebangsaan. Wanita cantik bernama Yang Kaili itu ditahan selama 5 ...