Kamis, 22 Februari 2018 | 17.45 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Paska Serangan Van, Spanyol Perketat Keamanan

Paska Serangan Van, Spanyol Perketat Keamanan

Reporter : Riki AB. | Jumat, 18 Agustus 2017 - 07:12 WIB

IMG-4640

Kepolisian catalan, memperketat pengamanan paska serangan teror mobil van yang menewaskan 13 orang dan puluhan lainnya luka-luka. Foto TRT

MADRID, kini.co.id – Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan, Kamis, ia akan mengkoordinasikan upaya untuk memperketat pengamanan setelah serangan maut menggunakan mobil van di Barcelona, yang menewaskan setidaknya 13 orang.

Rajoy mengataka melalui Twitter bahwa ia sedang berada dalam perjalanan menuju Barcelona.

“Koordinasi paling kuat untuk menangkap para penyerang, pengetatan pengamanan dan mendampingi mereka yang menjadi korban,” katanya.

Sebelumnya, kantor berita Xinhua melaporkan bahwa tiga belas orang tewas dan setidaknya 50 lainnya mengalami luka dalam serangan teroris di kota Barcelona, Kamis sore, kata menteri dalam negeri Catalan Joaquim Forn.

Serangan terjadi pada sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Seorang pria, yang digambarkan berbadan langsing dan berusia pertengahan 20 tahunan, mengendarai mobil van putih dengan kecepatan tinggi sepanjang beberapa ratus meter ke arah Las Ramblas, berusaha menabrak sebanyak mungkin orang.

Las Ramblas adalah suatu daerah terkenal di Barcelona yang dikunjungi banyak wisatawan.

Kepolisian Spanyol menggambarkan insiden itu sebagai serangan teror.

Kepolisian juga membenarkan bahwa mereka telah menahan seorang pria yang terkait dengan serangan itu, demikian Reuters. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...