Kamis, 22 Februari 2018 | 17.45 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Aksi Supremasi Kulit Putih di AS, Presiden AS: Rasisme yang Menjijikkan

Aksi Supremasi Kulit Putih di AS, Presiden AS: Rasisme yang Menjijikkan

Reporter : M. Zaki | Selasa, 15 Agustus 2017 - 09:54 WIB

IMG-4635

Donald Trump. (Ist)

Washington DC, kini.co.id – Presiden AS, Donald J Trump menegaskan tidak ada tempat bagi orang-orang yang rasis di Amerika. Ia mengatakan sikap rasisme atau menjadi kelompok pembenci apapun itu sangat menjijikkan.

Pria asal New York itu mengatakan rasisme, kebencian, dan fanatisme tidak memiliki tempat di tengah-tengah masyarakat AS.

“Rasisme itu jahat dan mereka yang memicu kekerasan atas nama ras adalah penjahat; termasuk KKK, neo-Nazi, pejuang supremasi kulit putih, dan kelompok pembenci lainnya yang menjijikkan; terhadap semua hal yang kita pegang sebagai warga Amerika,” ucapnya seperti dikutip dari France24, Selasa (15/8/2017).

Penyataan itu dikeluarkan usai aksi unjuk rasa di Charlottesville Sabtu lalu yang berakhir kekerasan. Unjuk rasa tersebut menewaskan seorang perempuan. Sementara itu, seorang pria sengaja menabrakkan mobilnya ke kelompok lawan.

Ia menegaskan hal itu akan diusut oleh hukum yang berlaku.

Sebelumnya, pria bernama James Alex Fields Junior dijerat dengan pasal pembunuhan tingkat dua, tiga tuduhan melukai orang lain dengan sengaja, dan satu tuduhan tabrak lari. Pria berusia 20 tahun itu diketahui menabrakkan mobilnya ke kerumunan pengunjuk rasa di University of Virginia.

Aksi pria asal Ohio itu menyebabkan seorang perempuan bernama Heather Heyer meninggal dunia. Aksi tabrak lari tersebut juga melukai sedikitnya 19 orang. James Alex Fields Junior diduga sengaja menabrak pengunjuk rasa yang memprotes aksi rasisme yang dilakukan kelompok pendukung supremasi kulit putih.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...