Jumat, 15 Desember 2017 | 23.08 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>50 Sipil Tewas dalam Serangan ISIS di Afghanistan

50 Sipil Tewas dalam Serangan ISIS di Afghanistan

Reporter : M. Zaki | Senin, 7 Agustus 2017 - 11:47 WIB

IMG-4628

Ilustrasi ISIS (kininews/ist)

Peshawar, kini.co.id – Sedikitnya 50 orang warga sipil meninggal dunia setelah serangan yang terjadi di pos pemeriksaan yang dijaga oleh polisi di daerah Mirzawalang Provinsi Sar-e Pul, Afghanistan.

Militan yang menyerang pos itu kemudian memasuki desa dan membunuh sipil syiah termasuk anak-anak.

“Mereka terbunuh dengan cara yang brutal dan tidak manusiawi,” ungkap juru bicara gubernur daerah tersebut dikutip dari BBC, Senin (7/8/2017).

Ia menyebut pelaku adalah militan ISIS dan Taliban serta orang asing.

“Kombinasi antara militan Taliban dan ISIS — termasuk orang asing — terlibat. Keduanya adalah kelompok militan Sunni,” terangnya lagi.

Sementara, kelompok Taliban membantah membunuh warga sipil, mereka mengatakan bahwa anggotanya membunuh 28 anggota milisi yang didukung pemerintah di daerah tersebut.

Penyerangan dilaporkan meningkat di seluruh Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir. Menurut perhitungan PBB, lebih dari 1.662 warga sipil terbunuh dalam periode setengah tahun ini.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...