Jumat, 15 Desember 2017 | 23.08 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Kantor Berita Al Jazeera di Yerussalem Bakal Ditutup

Kantor Berita Al Jazeera di Yerussalem Bakal Ditutup

Reporter : M. Zaki | Senin, 7 Agustus 2017 - 10:23 WIB

IMG-4626

Al Jazeera. (Ist)

Yerussalem, kini.co.id – Kantor berita Al Jazeera di Yerusallem akan ditutup dalam waktu dekat. Hal ini karena Israel menganggap media tersebut menyebarkan berita hasutan tentang kekerasan di negara mereka.

Setelah penutupan itu, Israel berharap saluran berita mereka akan bisa melaporkan situasi yang objektif.

“Langkah ini, ditujukan untuk meningkatkan keamanan Israel dan membawa situasi di mana saluran berita Israel bisa melaporkan suatu kejadian dengan objektif,” ucap Menteri Komunikasi, Ayoub Kara.

Diketahui, penutupan ini merupakan perintah dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Netanyahu pulalah yang menuduh Al Jazeera membuat hasutan soal kekerasan di Yerussalem.

Sebagai tindaklanjut, Israel juga akan menarik akreditas 30 wartawan yang bekerja di media tersebut. Dan menarik semua siaran baik yang bisa disaksikan di saluran berbayar atau gratis.

“Jaringan media Al-Jazeera mengutuk keputusan yang diprakarsai oleh pernyataan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,” tulis Al Jazeera.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...