Minggu, 21 Oktober 2018 | 19.10 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Indonesia Dorong Wujudkan Asia Tenggara Bebas Nuklir

Indonesia Dorong Wujudkan Asia Tenggara Bebas Nuklir

Reporter : M. Zaki | Sabtu, 5 Augu 2017 - 12:19 WIB

IMG-4624

Mentri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dalam pertemuan Komisi SEANWFZ di Manila, Jumat (4/8). KiniNews/Kemenlu.

MANILA, kini.co.id – Bagi Indonesia, aksesi Protokol Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) oleh negara-negara pemilik senjata nuklir adalah suatu keharusan.

Hal itu disampaikan Mentri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dalam pertemuan Komisi SEANWFZ di Manila, Jumat (4/8).

Retno menegaskan menegaskan bahwa setelah 22 tahun sejak Traktat SEANWFZ ditandatangani oleh 10 Negara anggota ASEAN untuk menjadikan kawasan ASEAN bebas senjata nuklir, belum ada negara pemilik senjata nuklir yang melakukan aksesi kepada Protokol Perjanjian tersebut.

“Aksesi Negara Negara pemilik senjata nuklir terhadap Protokol Traktat SEANWFZ sangat penting untuk memastikan efektivitas Traktat tersebut dan sekaligus memastikan 600 juta penduduk ASEAN terbebas dari ancaman senjata nuklir,” sebut Menlu Retno.

Dalam kaitan ini, Indonesia mendorong agar ASEAN meningkatkan engagement dengan kepada negara-negara pemilik senjata nuklir guna mengatasi hambatan untuk aksesi kepada protocol SEANWFZ oleh pemilik senjata nuklir.

Indonesia juga menyampaikan bahwa ASEAN telah memiliki matrix yang memuat berbagai posisi ASEAN dan kesulitan negara pemilik senjata nuklir untuk lakukan aksesi.

“Saya mengusulkan agar ASEAN dapat kembali tingkatkan intensitas komunikasi dengan Negara-negara pemiliki senjata nuklir untuk bahas langkah maju,” tuturnya.

Pertemuan Komisi SEANWFZ, yang mengawali rangakain pertemuan Menlu ASEAN ke-50, merupakan mekanisme tingkat Menlu untuk mengawasi implementasi Southeast Asian Nuclear Weapon-Free Zone (SEANWFZ) Treaty.

Dalam pertemuan juga menyepakati untuk memperpanjang Rencana Aksi SEANWFZ guna memperkuat implementasi Perjanjian tersebut yang berakhir tahun ini untuk periode lima tahun ke depan.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:47 WIB

Soal Jurnalis Khashoggi, Raja Salman-Erdogan Berdiskusi Lewat Telpon

erkara pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi membuat Raja Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz turun tangan. Raja Salman pun membahas soal itu ...
Global - Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:33 WIB

Jokowi masuk 50 Muslim berpengaruh Dunia

PRESIDEN Joko Widodo masuk dalam daftar 50 muslim paling berpengaruh di dunia. Dalam edisi 2019 daftar Muslim 500 yang dirilis ...
Peristiwa - Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:46 WIB

Bawa Gergaji Tulang, Pria Ini Diduga Bunuh dan Mutilasi Jurnalis Jamal Khashoggi

enyelidikan pembunuhan terhadap jurnalis Turki Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi mencapai titik terang.Polisi menetapkan seorang terduga pembunuh yakni dr ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Menlu AS temui Presiden Turki bahas wartawan hilang

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Ankara pada Rabu (17/10). ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:00 WIB

Pippa Middleton Melahirkan Anak Pertamanya

Pippa Middleton dan James Matthews kini tengah berbahagia. Pasalnya adik perempuan The Duchess of Cambridge itu baru-baru ini melahirkan anak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:22 WIB

Bukan Jadi Duta, Selebriti Cina Ini Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seorang selebriti online di Cina ditahan gegara dianggap menghina lagu kebangsaan. Wanita cantik bernama Yang Kaili itu ditahan selama 5 ...