Jumat, 15 Desember 2017 | 23.08 WIB
KiniNEWS>Dunia>Finance>Dollar AS Melemah Akibat Kebijakan Trump

Dollar AS Melemah Akibat Kebijakan Trump

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 4 Agustus 2017 - 15:26 WIB

IMG-4623

Donald Trump. (Ist)

NEW YORK, kini.co.id – Donald Trump menyatakan kebijakan ekonominya suskes dengan naiknya pasar saham, akan tetapi kesuksesan atas kebijakan ekonomi ini justru terbalik dengan kondisi mata uang dollar AS yang merosot.

Di tengah rekor indeks Dow Jones Industrial Average menembus level 22.000, nilai tukar dollar AS justru tenggelam. Indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap enam mata uang utama dunia kembali turun pada Jumat (4/8) pukul 13.46 WIB ke 92,764. Indeks dollar menyentuh level terendah dalam 15 bulan terakhir.

Seperti dilansir money.cnn, nilai tukar dollar AS yang melemah akan menguntungkan ekonomi AS. Harga saham terus melambung. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan AS akan mengantongi lebih banyak duit dari bisnis global karena membawa pulang dollar AS lebih besar.

Tapi, pesan dari lemahnya mata uang dan tingginya pasar saham ini tidak seperti efek ketika Trump baru menjabat. Ketika Trump memenangkan pemilihan presiden, kurs dollar AS menguat.

Janji Trump untuk memangkas angka pajak secara besar-besaran, belanja infrastruktur, dan deregulasi mengerek kurs dollar ke level tertinggi dalam 14 tahun terakhir pada Januari lalu.

Pada saat itu, investor yakin bahwa Trump bersama dengan Kongres yang dikendalikan oleh Partai Republik, pada akhirnya akan memulihkan ekonomi AS dari keterpurukan dan mendorong bank sentral AS Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih agresif.

Kegagalan Trump dalam merealisasikan janjinya dan pemulihan ekonomi Eropa menjadi pukulan bagi keperkasaan dollar AS. Indeks dollar turun 10,12% dari level tertinggi tahun ini, 103,21 pada 3 Januari 2017.

Nilai tukar dollar pun mencatat penurunan dalam lima bulan berturut-turut. Ini adalah penurunan bulanan terlama sejak 2011.

Kit Juckes, macro strategist Societe Generale mengatakan, drama Gedung Putih terus menyeret nilai tukar dollar. “Keyakinan terhadap pemerintah AS untuk menghasilkan kebijakan fiskal yang bisa mendorong pertumbuhan kini mencapai titik terendah,” ungkap Juckes dalam laporan yang dikutip CNNMoney pekan ini.

Tekanan atas dollar AS juga datang dari perbaikan ekonomi Zona Euro. Pasalnya, bobot euro pada indeks dollar cukup besar. Mata uang euro pun terus menguat. Kurs euro terhadap dollar AS menguat ke level tertinggi dalam 2,5 tahun.

Trump sudah berkicau tentang rekor Dow Jones di level 22.000 berkali-kali. Tapi, presiden AS ini tak banyak komentar tentang nilai tukar dollar AS yang melemah.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal yang bocorannya sampai ke website Politico, Trump mengungkapkan bahwa dia menyukai dollar yang tidak terlalu kuat.

“Jujur saja, akan terjadi hal-hal buruk dengan nilai tukar dollar AS yang kuat,” kata Trump. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...