Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.49 WIB
KiniNEWS>Dunia>Finance>Dollar AS Melemah Akibat Kebijakan Trump

Dollar AS Melemah Akibat Kebijakan Trump

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 4 Agustus 2017 - 15:26 WIB

IMG-4623

Donald Trump. (Ist)

NEW YORK, kini.co.id – Donald Trump menyatakan kebijakan ekonominya suskes dengan naiknya pasar saham, akan tetapi kesuksesan atas kebijakan ekonomi ini justru terbalik dengan kondisi mata uang dollar AS yang merosot.

Di tengah rekor indeks Dow Jones Industrial Average menembus level 22.000, nilai tukar dollar AS justru tenggelam. Indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap enam mata uang utama dunia kembali turun pada Jumat (4/8) pukul 13.46 WIB ke 92,764. Indeks dollar menyentuh level terendah dalam 15 bulan terakhir.

Seperti dilansir money.cnn, nilai tukar dollar AS yang melemah akan menguntungkan ekonomi AS. Harga saham terus melambung. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan AS akan mengantongi lebih banyak duit dari bisnis global karena membawa pulang dollar AS lebih besar.

Tapi, pesan dari lemahnya mata uang dan tingginya pasar saham ini tidak seperti efek ketika Trump baru menjabat. Ketika Trump memenangkan pemilihan presiden, kurs dollar AS menguat.

Janji Trump untuk memangkas angka pajak secara besar-besaran, belanja infrastruktur, dan deregulasi mengerek kurs dollar ke level tertinggi dalam 14 tahun terakhir pada Januari lalu.

Pada saat itu, investor yakin bahwa Trump bersama dengan Kongres yang dikendalikan oleh Partai Republik, pada akhirnya akan memulihkan ekonomi AS dari keterpurukan dan mendorong bank sentral AS Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih agresif.

Kegagalan Trump dalam merealisasikan janjinya dan pemulihan ekonomi Eropa menjadi pukulan bagi keperkasaan dollar AS. Indeks dollar turun 10,12% dari level tertinggi tahun ini, 103,21 pada 3 Januari 2017.

Nilai tukar dollar pun mencatat penurunan dalam lima bulan berturut-turut. Ini adalah penurunan bulanan terlama sejak 2011.

Kit Juckes, macro strategist Societe Generale mengatakan, drama Gedung Putih terus menyeret nilai tukar dollar. “Keyakinan terhadap pemerintah AS untuk menghasilkan kebijakan fiskal yang bisa mendorong pertumbuhan kini mencapai titik terendah,” ungkap Juckes dalam laporan yang dikutip CNNMoney pekan ini.

Tekanan atas dollar AS juga datang dari perbaikan ekonomi Zona Euro. Pasalnya, bobot euro pada indeks dollar cukup besar. Mata uang euro pun terus menguat. Kurs euro terhadap dollar AS menguat ke level tertinggi dalam 2,5 tahun.

Trump sudah berkicau tentang rekor Dow Jones di level 22.000 berkali-kali. Tapi, presiden AS ini tak banyak komentar tentang nilai tukar dollar AS yang melemah.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal yang bocorannya sampai ke website Politico, Trump mengungkapkan bahwa dia menyukai dollar yang tidak terlalu kuat.

“Jujur saja, akan terjadi hal-hal buruk dengan nilai tukar dollar AS yang kuat,” kata Trump. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...