Minggu, 21 Oktober 2018 | 19.52 WIB
KiniNEWS>Dunia>Finance>Dollar AS Melemah Akibat Kebijakan Trump

Dollar AS Melemah Akibat Kebijakan Trump

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 4 Augu 2017 - 15:26 WIB

IMG-4623

Donald Trump. (Ist)

NEW YORK, kini.co.id – Donald Trump menyatakan kebijakan ekonominya suskes dengan naiknya pasar saham, akan tetapi kesuksesan atas kebijakan ekonomi ini justru terbalik dengan kondisi mata uang dollar AS yang merosot.

Di tengah rekor indeks Dow Jones Industrial Average menembus level 22.000, nilai tukar dollar AS justru tenggelam. Indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap enam mata uang utama dunia kembali turun pada Jumat (4/8) pukul 13.46 WIB ke 92,764. Indeks dollar menyentuh level terendah dalam 15 bulan terakhir.

Seperti dilansir money.cnn, nilai tukar dollar AS yang melemah akan menguntungkan ekonomi AS. Harga saham terus melambung. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan AS akan mengantongi lebih banyak duit dari bisnis global karena membawa pulang dollar AS lebih besar.

Tapi, pesan dari lemahnya mata uang dan tingginya pasar saham ini tidak seperti efek ketika Trump baru menjabat. Ketika Trump memenangkan pemilihan presiden, kurs dollar AS menguat.

Janji Trump untuk memangkas angka pajak secara besar-besaran, belanja infrastruktur, dan deregulasi mengerek kurs dollar ke level tertinggi dalam 14 tahun terakhir pada Januari lalu.

Pada saat itu, investor yakin bahwa Trump bersama dengan Kongres yang dikendalikan oleh Partai Republik, pada akhirnya akan memulihkan ekonomi AS dari keterpurukan dan mendorong bank sentral AS Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih agresif.

Kegagalan Trump dalam merealisasikan janjinya dan pemulihan ekonomi Eropa menjadi pukulan bagi keperkasaan dollar AS. Indeks dollar turun 10,12% dari level tertinggi tahun ini, 103,21 pada 3 Januari 2017.

Nilai tukar dollar pun mencatat penurunan dalam lima bulan berturut-turut. Ini adalah penurunan bulanan terlama sejak 2011.

Kit Juckes, macro strategist Societe Generale mengatakan, drama Gedung Putih terus menyeret nilai tukar dollar. “Keyakinan terhadap pemerintah AS untuk menghasilkan kebijakan fiskal yang bisa mendorong pertumbuhan kini mencapai titik terendah,” ungkap Juckes dalam laporan yang dikutip CNNMoney pekan ini.

Tekanan atas dollar AS juga datang dari perbaikan ekonomi Zona Euro. Pasalnya, bobot euro pada indeks dollar cukup besar. Mata uang euro pun terus menguat. Kurs euro terhadap dollar AS menguat ke level tertinggi dalam 2,5 tahun.

Trump sudah berkicau tentang rekor Dow Jones di level 22.000 berkali-kali. Tapi, presiden AS ini tak banyak komentar tentang nilai tukar dollar AS yang melemah.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal yang bocorannya sampai ke website Politico, Trump mengungkapkan bahwa dia menyukai dollar yang tidak terlalu kuat.

“Jujur saja, akan terjadi hal-hal buruk dengan nilai tukar dollar AS yang kuat,” kata Trump. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:47 WIB

Soal Jurnalis Khashoggi, Raja Salman-Erdogan Berdiskusi Lewat Telpon

erkara pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi membuat Raja Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz turun tangan. Raja Salman pun membahas soal itu ...
Global - Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:33 WIB

Jokowi masuk 50 Muslim berpengaruh Dunia

PRESIDEN Joko Widodo masuk dalam daftar 50 muslim paling berpengaruh di dunia. Dalam edisi 2019 daftar Muslim 500 yang dirilis ...
Peristiwa - Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:46 WIB

Bawa Gergaji Tulang, Pria Ini Diduga Bunuh dan Mutilasi Jurnalis Jamal Khashoggi

enyelidikan pembunuhan terhadap jurnalis Turki Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi mencapai titik terang.Polisi menetapkan seorang terduga pembunuh yakni dr ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Menlu AS temui Presiden Turki bahas wartawan hilang

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Ankara pada Rabu (17/10). ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:00 WIB

Pippa Middleton Melahirkan Anak Pertamanya

Pippa Middleton dan James Matthews kini tengah berbahagia. Pasalnya adik perempuan The Duchess of Cambridge itu baru-baru ini melahirkan anak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:22 WIB

Bukan Jadi Duta, Selebriti Cina Ini Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seorang selebriti online di Cina ditahan gegara dianggap menghina lagu kebangsaan. Wanita cantik bernama Yang Kaili itu ditahan selama 5 ...