Jumat, 15 Desember 2017 | 23.08 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Copot Detektor Logam, Kini Israel Larang Pria di Bawah 50 Tahun Masuk Al Aqsha

Copot Detektor Logam, Kini Israel Larang Pria di Bawah 50 Tahun Masuk Al Aqsha

Reporter : M. Zaki | Sabtu, 29 Juli 2017 - 12:43 WIB

IMG-4617

Masjid Al Aqsha. (Ist)

Tel Aviv, kini.co.id – Setelah bersedia mencopot detektor logam di Masjid Al Aqsha, Israel kini malah melarang pria berusia di bawah 50 tahun untuk masuk dan beribadah di masjid tersebut.

Mereka beralasan jika langkah ini diambil demi menjaga keamanan.

“Pemeriksaan keamanan dilakukan dan terlihat tanda adanya gangguan serta demonstrasi hari ini. Hanya pria diatas 50 tahun yang diperbolehkan masuk ke Kota Tua dan Temple Mount (Al Aqsa). Sedangkan wanita segala usia tetap diizinkan,” ujar juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, Jumat (28/7).

Lagi-lagi perilaku Israel itu menuai kecaman berbagai pihak. Pasalnya, Al Aqsha merupakan masjid tempat orang beribadah dan seharusnya dibuka untuk umum.

Sebelumnya ketegangan terjadi di Masjid Al Aqsha karena Israel memasang CCTV serat detektor logam di masjid tersebut. Hal ini dilakukan menyusul tewasnya polisi Israel yang diduga dibunuh pemuda Palestina.

Namun tindakan Israel itu justru memancing amarah Palestina dan mengundang bentrokan yang menghilangkan banyak nyawa.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...