Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.45 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Debat DK-PBB, Indonesia Desak Kebebasan Beribadah Rakyat Palestina

Debat DK-PBB, Indonesia Desak Kebebasan Beribadah Rakyat Palestina

Reporter : Bambang Medy | Kamis, 27 Juli 2017 - 03:23 WIB

IMG-4609

Warga palestina menggelar sholat di sekitar Al-Aqsa yang dijaga ketat tentara Israel. TRTalarabiya.

JAKARTA, kini.co.id – Pemerintah Indonesia menegaskan tidak menerima adanya penggunaan kekerasan serta pelanggaran terhadap hak-hak dasar rakyat Palestina, termasuk untuk menjalankan ibadah.

Hal itu disampaikan delegasi tetap Indonesia dalam debat terbuka yang diadakan Dewan Keamanan (DK) PBB di New York, Amerika Serikat.

Delegasi Indonesia juga mengecam tindakan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan oleh aparat keamanan Israel terhadap jamaah Palestina. Tindak kekerasan itu telah menimbulkan korban jiwa dan lebih dari seratus orang luka-luka.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan bahwa pembatasan akses beribadah di Masjid Al-Aqsa dan menegaskan bahwa pembatasan itu adalah tindakan provokatif yang mengancam seluruh proses perdamaian Palestina-Israel, serta pelanggaran atas hak kebebasan beragama masyarakat Palestina.

Di depan anggota DK PBB, Delegasi Indonesia juga menekankan bahwa Israel harus mempertahankan “status quo” terhadap keberadaan Yerusalem dan kompleks Masjid Al-Aqsa.

Terkait hal itu, Pemerintah Indonesia mengusulkan agar masyarakat internasional menjadikan kompleks Masjid Al-Aqsa sebagai area di bawah perlindungan internasional guna memastikan agar masyarakat Palestina terjamin haknya dalam menjalankan ibadah secara aman.

“Komunitas internasional dapat menggali opsi-opsi untuk memastikan kompleks Masjid Suci Al-Aqsa tetap mendapatkan pengawasan dan perlindungan internasional PBB sehingga seluruh jamaah dapat melaksanakan kegiatan ibadah mereka dengan harmonis dan damai,” kata Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani.

Pernyataan Delegasi Indonesia di DK PBB merupakan manifestasi dari hal yang disampaikan Menlu RI Retno Marsudi pada pertemuan dengan para duta besar negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Jakarta pada Selasa, 25 Juli 2017.

Menlu RI dalam pertemuan tersebut menegaskan pentingnya negara-negara anggota OKI mendorong DK PBB mengambil langkah untuk mengembalikan semua akses bagi jamaah untuk beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa dan mencegah terulangnya kembali kekerasan.

Menlu Retno juga mengajak negara-negara OKI untuk solid dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina yang sudah 50 tahun diperjuangkan.

Pemerintah Indonesia serius dalam komitmennya mendukung hak-hak bangsa Palestina, dan selalu berada di garis depan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Indonesia secara tegas menyatakan bahwa 50 tahun pendudukan Israel terhadap Palestina sudah terlalu lama: enough is enough! Masyarakat Internasional tidak bisa menunggu 50 tahun lagi untuk kebebasan Palestina,” tutup delegasi Indonesia dalam debat terbuka DK PBB. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...