Sabtu, 24 Februari 2018 | 00.44 WIB
KiniNEWS>Dunia>Unik>Benarkah Adolf Hitler ke Indonesia dan jadi Mualaf?

Benarkah Adolf Hitler ke Indonesia dan jadi Mualaf?

Reporter : M. Zaki | Rabu, 26 Juli 2017 - 09:17 WIB

IMG-4607

Adolf Hitler dan dr Poch memiliki kemiripan. Apakah mereka orang yang sama? (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kekejaman Yahudi Israel terhadap umat Muslim di Palestina mendapat kecaman dari seluruh dunia.

Kekejaman kaum Yahudi ini mengingatkan pada sebuah pernyataan diktator Nazi, Adolf Hitler yang melakukan genosida terhadap jutaan Yahudi pada Perang Dunia II.

“Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini. Tapi saya sisakan sedikit agar kamu nantinya mengetahui mengapa saya membunuh mereka” demikian kutipan perkataan Hitler yang terkenal.

Dalam film dokumentasi “Adolf Hitler and The Gratest Story Never Told” dijabarkan dengan bukti-bukti dan fakta, bahwa para Bankster Zionist Yahudi seperti keluarga Rothchilds dan Roklefeller serta lainnya, mulai menguasai Jerman sejak Perang Dunia-1. Mereka menguasai perekonomian dan kekayaan alam Jerman, dan orang pribumi hanyalah nyaris budak bagi mereka.

Berbicara soal Hitler, kematian pemimpin Partai Nazi itu masih menjadi misteri yang masih seru untuk di bahas.

Pasalnya, banyak kontroversi muncul pada peristiwa kematian sang diktator tersebut.

Ada yang menyebut Hitler mati karena meminum racun sianida bersama istrinya Eva Braun, ada pula yang menyebut ia menembak dirinya sendiri, dan yang terakhir Hitler lari ke Indonesia.

Untuk teori yang terakhir adalah yang paling kontroversi. Namun, kisah dugaan Hitler melarikan diri ke Indonesia ini pernah ditulis oleh dr Sosro Husodo dan telah dituangkan dalam buku “Hitler Mati di Indonesia” oleh Suryo Goeritno tahun 2010.

Dalam buku tersebut dikemukakan sejumlah bukti keberadaan Hitler di Indonesia sebagai dokter tua bernama dr G A Poch yang tinggal di Sumbawa besar.

Pada awalnya dr Poch tinggal di Dompu lalu pindah ke Bima, selanjutnya pindah ke Kabupaten Sumbawa Besar, kemudian bekerja menjadi dokter di Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumbawa Besar.

Seluruh penduduk pulau Sumbawa kenal dengan dokter ini, yang di panggil dengan julukan “dokter Jerman”.

Kemudian Hitler bertemu dengan seorang gadis bernama Sulaesih yang sedang mengembara ke Sumbawa Besar, yang akhirnya dilamar oleh Hitler.

Dr Poch bahkan disebut menjadi mualaf dan menukar namanya menjadi Abdul Kohar.

Bukti dr Poch adalah Hitler

1. Cara Hitler berjalan dengan kaki diseret, rambut yang tidak tumbuh karena penuaan dan tangan yang bergetar juga dimiliki dr Poch.

2. Untuk tangan yang bergetar, istri dr Poch mengatakan itu terjadi setelah Jerman kalah perang. Dan coba tebak, sang Fuhrer juga mengalaminya.

3. Bentuk telinga foto Hitler sama dengan dr Poch.

4. Catatan di buku saku. Catatan dalam buku saku itu tulisannya sama persis dengan tulisan Hitler yang dipajang di Museum Jerman.

5. Dalam buku saku itu tertulis nama banyak orang dari seluruh dunia. Termasuk catatan melarikan diri dr Poch dan istrinya Eva Braun sebelum menikahi Sulaesih.

Judul catatan itu kurang lebih ”Keterangan Singkat tentang Pengejaran Perorangan oleh Sekutu dan Penguasa Setempat pada Tahun 1946 di Salzburg”.

Salzburg adalah nama kota di Austria. Di dalam catatan itu antara lain tertulis, ”Kami berdua, istri saya dan saya, pada tahun 1945 di Salzburg” demikian bunyi catatan itu.

6. The Daily Telegraph pada 28 September 2009 menurunkan satu laporan, tengkorak yang selama ini diduga milik Hitler dan disimpan di Rusia ternyata, bukanlah tengkorak tokoh tersebut.

Dalam Program History Channel Documentary, koran yang terbit di Inggris itu menjelaskan, tengkorak tersebut merupakan tengkorak perempuan yang meninggal di bawah usia 40 tahun. Sehingga hingga kini, jasad Hitler dan istrinya tidak pernah ditemukan.

Dan masih banyak lagi bukti yang dikemukakan dr Sosro Husodo, seorang dokter lulusan Universitas Indonesia dalam sebuah tulisan di koran Pikiran Rakyat serta dalam buku “Hitler Mati di Indonesia” oleh Suryo Goeritno.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...