Kamis, 14 Desember 2017 | 15.09 WIB
KiniNEWS>Dunia>Unik>Benarkah Adolf Hitler ke Indonesia dan jadi Mualaf?

Benarkah Adolf Hitler ke Indonesia dan jadi Mualaf?

Reporter : M. Zaki | Rabu, 26 Juli 2017 - 09:17 WIB

IMG-4607

Adolf Hitler dan dr Poch memiliki kemiripan. Apakah mereka orang yang sama? (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kekejaman Yahudi Israel terhadap umat Muslim di Palestina mendapat kecaman dari seluruh dunia.

Kekejaman kaum Yahudi ini mengingatkan pada sebuah pernyataan diktator Nazi, Adolf Hitler yang melakukan genosida terhadap jutaan Yahudi pada Perang Dunia II.

“Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini. Tapi saya sisakan sedikit agar kamu nantinya mengetahui mengapa saya membunuh mereka” demikian kutipan perkataan Hitler yang terkenal.

Dalam film dokumentasi “Adolf Hitler and The Gratest Story Never Told” dijabarkan dengan bukti-bukti dan fakta, bahwa para Bankster Zionist Yahudi seperti keluarga Rothchilds dan Roklefeller serta lainnya, mulai menguasai Jerman sejak Perang Dunia-1. Mereka menguasai perekonomian dan kekayaan alam Jerman, dan orang pribumi hanyalah nyaris budak bagi mereka.

Berbicara soal Hitler, kematian pemimpin Partai Nazi itu masih menjadi misteri yang masih seru untuk di bahas.

Pasalnya, banyak kontroversi muncul pada peristiwa kematian sang diktator tersebut.

Ada yang menyebut Hitler mati karena meminum racun sianida bersama istrinya Eva Braun, ada pula yang menyebut ia menembak dirinya sendiri, dan yang terakhir Hitler lari ke Indonesia.

Untuk teori yang terakhir adalah yang paling kontroversi. Namun, kisah dugaan Hitler melarikan diri ke Indonesia ini pernah ditulis oleh dr Sosro Husodo dan telah dituangkan dalam buku “Hitler Mati di Indonesia” oleh Suryo Goeritno tahun 2010.

Dalam buku tersebut dikemukakan sejumlah bukti keberadaan Hitler di Indonesia sebagai dokter tua bernama dr G A Poch yang tinggal di Sumbawa besar.

Pada awalnya dr Poch tinggal di Dompu lalu pindah ke Bima, selanjutnya pindah ke Kabupaten Sumbawa Besar, kemudian bekerja menjadi dokter di Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumbawa Besar.

Seluruh penduduk pulau Sumbawa kenal dengan dokter ini, yang di panggil dengan julukan “dokter Jerman”.

Kemudian Hitler bertemu dengan seorang gadis bernama Sulaesih yang sedang mengembara ke Sumbawa Besar, yang akhirnya dilamar oleh Hitler.

Dr Poch bahkan disebut menjadi mualaf dan menukar namanya menjadi Abdul Kohar.

Bukti dr Poch adalah Hitler

1. Cara Hitler berjalan dengan kaki diseret, rambut yang tidak tumbuh karena penuaan dan tangan yang bergetar juga dimiliki dr Poch.

2. Untuk tangan yang bergetar, istri dr Poch mengatakan itu terjadi setelah Jerman kalah perang. Dan coba tebak, sang Fuhrer juga mengalaminya.

3. Bentuk telinga foto Hitler sama dengan dr Poch.

4. Catatan di buku saku. Catatan dalam buku saku itu tulisannya sama persis dengan tulisan Hitler yang dipajang di Museum Jerman.

5. Dalam buku saku itu tertulis nama banyak orang dari seluruh dunia. Termasuk catatan melarikan diri dr Poch dan istrinya Eva Braun sebelum menikahi Sulaesih.

Judul catatan itu kurang lebih ”Keterangan Singkat tentang Pengejaran Perorangan oleh Sekutu dan Penguasa Setempat pada Tahun 1946 di Salzburg”.

Salzburg adalah nama kota di Austria. Di dalam catatan itu antara lain tertulis, ”Kami berdua, istri saya dan saya, pada tahun 1945 di Salzburg” demikian bunyi catatan itu.

6. The Daily Telegraph pada 28 September 2009 menurunkan satu laporan, tengkorak yang selama ini diduga milik Hitler dan disimpan di Rusia ternyata, bukanlah tengkorak tokoh tersebut.

Dalam Program History Channel Documentary, koran yang terbit di Inggris itu menjelaskan, tengkorak tersebut merupakan tengkorak perempuan yang meninggal di bawah usia 40 tahun. Sehingga hingga kini, jasad Hitler dan istrinya tidak pernah ditemukan.

Dan masih banyak lagi bukti yang dikemukakan dr Sosro Husodo, seorang dokter lulusan Universitas Indonesia dalam sebuah tulisan di koran Pikiran Rakyat serta dalam buku “Hitler Mati di Indonesia” oleh Suryo Goeritno.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...