Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.44 WIB
KiniNEWS>Dunia>Unik>Benarkah Adolf Hitler ke Indonesia dan jadi Mualaf?

Benarkah Adolf Hitler ke Indonesia dan jadi Mualaf?

Reporter : M. Zaki | Rabu, 26 Juli 2017 - 09:17 WIB

IMG-4607

Adolf Hitler dan dr Poch memiliki kemiripan. Apakah mereka orang yang sama? (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kekejaman Yahudi Israel terhadap umat Muslim di Palestina mendapat kecaman dari seluruh dunia.

Kekejaman kaum Yahudi ini mengingatkan pada sebuah pernyataan diktator Nazi, Adolf Hitler yang melakukan genosida terhadap jutaan Yahudi pada Perang Dunia II.

“Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini. Tapi saya sisakan sedikit agar kamu nantinya mengetahui mengapa saya membunuh mereka” demikian kutipan perkataan Hitler yang terkenal.

Dalam film dokumentasi “Adolf Hitler and The Gratest Story Never Told” dijabarkan dengan bukti-bukti dan fakta, bahwa para Bankster Zionist Yahudi seperti keluarga Rothchilds dan Roklefeller serta lainnya, mulai menguasai Jerman sejak Perang Dunia-1. Mereka menguasai perekonomian dan kekayaan alam Jerman, dan orang pribumi hanyalah nyaris budak bagi mereka.

Berbicara soal Hitler, kematian pemimpin Partai Nazi itu masih menjadi misteri yang masih seru untuk di bahas.

Pasalnya, banyak kontroversi muncul pada peristiwa kematian sang diktator tersebut.

Ada yang menyebut Hitler mati karena meminum racun sianida bersama istrinya Eva Braun, ada pula yang menyebut ia menembak dirinya sendiri, dan yang terakhir Hitler lari ke Indonesia.

Untuk teori yang terakhir adalah yang paling kontroversi. Namun, kisah dugaan Hitler melarikan diri ke Indonesia ini pernah ditulis oleh dr Sosro Husodo dan telah dituangkan dalam buku “Hitler Mati di Indonesia” oleh Suryo Goeritno tahun 2010.

Dalam buku tersebut dikemukakan sejumlah bukti keberadaan Hitler di Indonesia sebagai dokter tua bernama dr G A Poch yang tinggal di Sumbawa besar.

Pada awalnya dr Poch tinggal di Dompu lalu pindah ke Bima, selanjutnya pindah ke Kabupaten Sumbawa Besar, kemudian bekerja menjadi dokter di Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumbawa Besar.

Seluruh penduduk pulau Sumbawa kenal dengan dokter ini, yang di panggil dengan julukan “dokter Jerman”.

Kemudian Hitler bertemu dengan seorang gadis bernama Sulaesih yang sedang mengembara ke Sumbawa Besar, yang akhirnya dilamar oleh Hitler.

Dr Poch bahkan disebut menjadi mualaf dan menukar namanya menjadi Abdul Kohar.

Bukti dr Poch adalah Hitler

1. Cara Hitler berjalan dengan kaki diseret, rambut yang tidak tumbuh karena penuaan dan tangan yang bergetar juga dimiliki dr Poch.

2. Untuk tangan yang bergetar, istri dr Poch mengatakan itu terjadi setelah Jerman kalah perang. Dan coba tebak, sang Fuhrer juga mengalaminya.

3. Bentuk telinga foto Hitler sama dengan dr Poch.

4. Catatan di buku saku. Catatan dalam buku saku itu tulisannya sama persis dengan tulisan Hitler yang dipajang di Museum Jerman.

5. Dalam buku saku itu tertulis nama banyak orang dari seluruh dunia. Termasuk catatan melarikan diri dr Poch dan istrinya Eva Braun sebelum menikahi Sulaesih.

Judul catatan itu kurang lebih ”Keterangan Singkat tentang Pengejaran Perorangan oleh Sekutu dan Penguasa Setempat pada Tahun 1946 di Salzburg”.

Salzburg adalah nama kota di Austria. Di dalam catatan itu antara lain tertulis, ”Kami berdua, istri saya dan saya, pada tahun 1945 di Salzburg” demikian bunyi catatan itu.

6. The Daily Telegraph pada 28 September 2009 menurunkan satu laporan, tengkorak yang selama ini diduga milik Hitler dan disimpan di Rusia ternyata, bukanlah tengkorak tokoh tersebut.

Dalam Program History Channel Documentary, koran yang terbit di Inggris itu menjelaskan, tengkorak tersebut merupakan tengkorak perempuan yang meninggal di bawah usia 40 tahun. Sehingga hingga kini, jasad Hitler dan istrinya tidak pernah ditemukan.

Dan masih banyak lagi bukti yang dikemukakan dr Sosro Husodo, seorang dokter lulusan Universitas Indonesia dalam sebuah tulisan di koran Pikiran Rakyat serta dalam buku “Hitler Mati di Indonesia” oleh Suryo Goeritno.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...