Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.47 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Konflik di Masjid Aqsha, Liga Arab Kecam Israel

Konflik di Masjid Aqsha, Liga Arab Kecam Israel

Reporter : M. Zaki | Selasa, 25 Juli 2017 - 11:26 WIB

IMG-4606

Situasi di Yerusalem. (Ist)

Tel Aviv, kini.co.id – Negara-negara Islam yang tergabung dalam Liga Arab mengecam tindakan pemerintan Israel karena rangkaian insiden terkait Masjid Aqsha.

Liga Arab menyatakan Israel menyulut amarah negara-negara Islam karena mengganggu Aqsha.

Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, mengatakan Israel telah bermain api dan meningkatkan krisis besar dengan Arab dan negara Islam.

“Yerusalem merupakan garis merah yang tidak dapat dilintasi oleh Arab dan muslim. Dan apa yang terjadi beberapa hari terakhir merupakan upaya (Israel) untuk memaksakan sebuah realitas baru di Kota Suci itu,” katanya seperti diberitakan Independent, Senin (24/7/2017).

Ia mengatakan dalam waktu dekat Liga Arab akan melakukan pembicaraan darurat terkait situasi dan kondisi seputar Masjid Al-Aqsa serta konflik Israel-Palestina.

Diketahui, saat ini negara anggota Liga Arab terdiri atas Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, Arab Saudi, Suriah, Yaman, Libya, Sudan, Maroko, Tunisia, Kuwait, Aljazair, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Oman, Mauritania, Somalia, Palestina, Djibouti, dan Komoro.

Sebagai informasi, insiden terjadi di Masjid Al Aqsha adalah buntut dari pemasangan metal detector di pintu masuk masjid tersebut.

Aksi pemasangan metal detector sendiri dilakukan Israel karena kematian seorang polisi yang diduga dibunuh pemuda Palestina.

Tak terima atas tuduhan itu dan pemasangan metal detector di sana, warga Palestina melakukan demonstrasi yang berujung ricuh.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...