Jumat, 15 Desember 2017 | 23.07 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Lagu Despacito Haram Diputar TV dan Radio di Malaysia

Lagu Despacito Haram Diputar TV dan Radio di Malaysia

Reporter : Bambang Medy | Kamis, 20 Juli 2017 - 18:07 WIB

IMG-4592

Pelantun Despacito, Luis Fonsi dan Daddy Yankee. freemalaysiatoday.

KUALA LUMPUR, kini.co.id – Pemerintah malaysia melarang radio dan stasiun televisi negara untuk memutar lagu “Despacito” karena lirik lagu tersebut dinilai vulgar.

Seperti dilansir Bloomberg, Menteri Komunikasi Salleh Said Keruak mengatakan bahwa hanya stasiun radion dan tv milik negara saja yang dilarang, sementara stasiun swasta, Youtube, dan layanan streaming musik tidak dilarang.

Salleh mengatakan bahwa pihaknya menerima keluhan publik bahwa lagu yang dinyanyikan oleh Luis Fonsi dan sangat populer di dunia tersebut mengandung lirik yang vulgar. Salleh juga meminta stasiun swasta untuk menyensor lirik yang dianggap tidak sesuai dengan budaya lokal.

Secara terpisah, Partai Amanah meminta lagu tersebut dilarang diputar di semua stasiun karena banyak anak-anak yang menyanyikan lagu tersebut tanpa mengerti artinya.

Lagu “Despacito” yang menggunakan bahasa Spanyol dapat diartikan sebagai “pelan-pelan”. Lagu ini dinyanyikan oleh Luis Fonsi dan Daddy Yankee dan diluncurkan Januari lalu. Sebuah remix yang menampilkan Justin Bieber membuat lagu ini menjadi sangat populer di dunia. Lagu ini telah didengarkan di layanan streaming musik sebanyak 4,6 miliar kali, mengalahkan rekor lagu Bieber sebelumnya “Sorry”. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...