Jumat, 15 Desember 2017 | 23.09 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Parlemen Turki Putuskan Perpanjang Darurat Selama 3 Bulan

Parlemen Turki Putuskan Perpanjang Darurat Selama 3 Bulan

Reporter : Bambang Medy | Rabu, 19 Juli 2017 - 02:34 WIB

IMG-4588

Peringatan satu tahun gagalnya kudeta Turki. Turkiye'nin Haber Ekrani

ANKARA, kini.co.id – Majelis Nasional Besar Turki kmemutuskan akan memperpanjangkan keadaan darurat yang sedang dilaksanakan selama 3 bulan yang mulai berlaku, Rabu (19/7)

Seperti dikutip Turkiye’nin Haber Ekrani, penguuman ini merupakan keempat kalinya Turki memperpanjang keadaan daruratnya. Sejak terjadinya kudeta militer sejak bulan Juli tahun lalu, pemerintah Turki mengumumkan pelaksanaan keadaan darurat dan beberapa kali memperpanjangnya sampai sekarang.

Dalam perdebatan parlemen, rancangan tersebut mendapatkan dukungan dari partai yang berkuasa, Partai Pembangunan dan Partai oposisi terbesar kedua, dan Partai Gerakan Nasionalis. Mereka berpendapat bahwa keadaan darurat ini bermanfaat untuk memukul kekuatan anti pemerintah dan memelihara kestabilan politik.

Sementara itu, rancangan tersebut dikritik oleh partai oposisi utama dan Partai Rakyat, mereka berpendapat bahwa memperpanjang keadaan darurat akan lebih memperburuk diferensiasi sosial.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...