Kamis, 22 Februari 2018 | 17.39 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Peringati Satu Tahun Kudeta Gagal, Erdogan Beri Kejutan Pengguna Ponsel

Peringati Satu Tahun Kudeta Gagal, Erdogan Beri Kejutan Pengguna Ponsel

Reporter : M. Zaki | Senin, 17 Juli 2017 - 18:49 WIB

IMG-4583

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada peringatan satu tahun gagalnya kudeta terhadap dirinya di Ankara. Turkiye Talarabiya.

ANKARA, kini.co.id – Warga Turki pengguna telefon seluler mengaku terkejut saat melakukan panggilan telefon pada tengah malam di hari peringatan satu tahun kudeta yang gagal.

Pasalnya, setelah menghubungi nomor telefon tujuan, justru mendengar suara pemimpin negara, Presiden Recep Tayyip Erdogan.

“Sebagai presiden, saya mengirimkan ucapan selamat atas Hari Demokrasi dan Persatuan Nasional, 15 Juli dan mendoakan para martir dan pahlawan dari kekalahan kudeta, kesehatan dan kesejahteraan,” demikian isi pesan suara Erdogan yang terdengar dari ponsel warga Turki sebagaimana dilansir New Arab, Senin (17/7).

Pesan dari Erdogan itu dapat didengar oleh pelanggan jaringan telekomunikasi terbesar Turki, Turkcell dan Vodafone.

Setelah pesan suara itu selesai, barulah nada sambung mulai terdengar. Turkcell juga telah mengirim pesan singkat ke para pelanggannya yang menjanjikan kuota data tambahan gratis mulai 15 Juli untuk merayakan kekalahan kudeta tersebut.

“Orang yang ingin melakukan panggilan di telepon mendapat kejutan Erdogan,” tulis media Hurriyet.

Para pengguna ponsel sebelumnya pernah menerima pesan singkat dari Erdogan saat kudeta pecah tahun lalu. Tetapi, kali ini diyakini untuk pertama kalinya penguasa Turki itu menggunakan pesan suara.

Namun, langkah Erdogan tidak semua orang menyukai langkah Erdogan tersebut.

Anggota parlemen dari pihak oposisi, Aykut Erdogdu bahkan menyebutnya sebagai sebuah penghinaan dan mimpi buruk.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...