Rabu, 26 Juli 2017 | 08.06 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Putin-Trump Sepakati Gencatan Senjata di Suriah

Putin-Trump Sepakati Gencatan Senjata di Suriah

Reporter : Bambang Medy | Sabtu, 8 Juli 2017 - 03:33 WIB

IMG-4579

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan saat bertemu di sela-sela pertemuan puncak G20. Foto/TRTalarabiya.

HAMBURG, kini.co.id – Setelah bertemu untuk pertama kalinya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mencapai kesepakatan untuk membatasi kekerasan di Suriah barat daya. Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan keduanya di sela-sela pertemuan puncak G20 di Jerman.

Menurut Sekretaris Negara AS, Rex Tillerson, gencatan senjata adalah sebuah kesepakatan yang telah ditetapkan dan bisa menjadi pendahulu untuk kerja sama lebih lanjut di Suriah.

“Ini adalah indikasi pertama kami tentang AS dan Rusia untuk dapat bekerja sama di Suriah,” kata Tillerson seperti dikutip dari CNN, Sabtu (8/7).

“Kedua pemimpin tersebut memiliki diskusi panjang mengenai wilayah lain di Suriah dimana kita bisa bekerja sama,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Tillerson juga menyinggung soal masa depan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Menurutnya, Assad pada akhirnya akan meninggalkan kekuasaan meskipun ia mengatakan masa depan kepemimpinan di Suriah masih belum jelas.

“Bagaimana Assad lengser belum ditentukan. Akan ada transisi dari keluarga Assad,” kata Tillerson kepada wartawan di G20 di Hamburg.

Tillerson juga mengatakan bahwa dia yakin AS dan Rusia memiliki tujuan yang sama untuk melihat Suriah yang stabil pasca ISIS.

“Saya pikir ada tingkat komitmen dari pihak pemerintah Rusia. Mereka melihat transisi dari kekalahan ISIS ke apa yang kita lakukan dengan negara bagian Suriah setelah jatuhnya ISIS,” kata Tillerson.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa AS, Rusia dan Yordania telah mengeluarkan sebuah memorandum bersama mengenai pembentukan zona de-eskalasi di wilayah barat daya Suriah, di wilayah Daraa, Quneitra Dan Suwayda. Sebuah gencatan senjata akan mulai berlaku di zona de-eskalasi ini siang hari waktu Damaskus pada tanggal 9 Juli.

“AS dan Rusia berjanji untuk memastikan bahwa semua kelompok di sana mematuhi gencatan senjata dan memberikan akses kemanusiaan” kata Lavrov. Polisi militer Rusia, berkoordinasi dengan AS dan Yordania, pada awalnya akan memastikan keamanan di sekitar zona de-eskalasi.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Konflik di Masjid Aqsha, Liga Arab Kecam Israel
Peristiwa - Selasa, 25 Juli 2017 - 11:26 WIB

Konflik di Masjid Aqsha, Liga Arab Kecam Israel

Negara-negara Islam yang tergabung dalam Liga Arab mengecam tindakan pemerintan Israel karena rangkaian insiden terkait Masjid Aqsha.Liga Arab menyatakan Israel ...
Jadi Walikota, Kucing Ini Mati di Usia 20 Tahun
Unik - Senin, 24 Juli 2017 - 14:41 WIB

Jadi Walikota, Kucing Ini Mati di Usia 20 Tahun

Stubss adalah seekor kucing yang dipilih menjadi walikota di Talkeetna, Alaska Amerika Serikat pada tahun 1998.Stubbs menjadi walikota setelah warga ...
Hendak Memotret, Remaja Ini Malah Diserang Monyet
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 09:52 WIB

Hendak Memotret, Remaja Ini Malah Diserang Monyet

Nasib malang menimpa seorang remaja dan kakeknya saat bertemu monyet liar di jalanan South Houston, Texas.Michaiel Schliesing dengan cucunya, Mariah ...
Ribuan Warga Palestina Turun ke Jalan Menuju Al-Aqsha Sambut Jumat Kemarahan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 22:55 WIB

Ribuan Warga Palestina Turun ke Jalan Menuju Al-Aqsha Sambut Jumat Kemarahan

Ketegangan semakin memuncak di Kota Al-Quds yang diduduki pada hari Jumat (21/7) saat ribuan jamaah Muslim Palestina berbondong-bondong menuju Masjid ...
Tentara Israel Tembak Mati Pemuda Palestina Saat Aksi Di Yerusalem
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 22:34 WIB

Tentara Israel Tembak Mati Pemuda Palestina Saat Aksi Di Yerusalem

Seorang remaja Palestina tewas ditembak oleh polisi Israel di tengah aksi protes terkait dengan diperketatnya akses masuk ke Yerusalem (Jumat, ...
Lagu Despacito Haram Diputar TV dan Radio di Malaysia
Peristiwa - Kamis, 20 Juli 2017 - 18:07 WIB

Lagu Despacito Haram Diputar TV dan Radio di Malaysia

Pemerintah malaysia melarang radio dan stasiun televisi negara untuk memutar lagu "Despacito" karena lirik lagu tersebut dinilai vulgar.Seperti dilansir Bloomberg, ...