Minggu, 22 April 2018 | 05.51 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Putin-Trump Sepakati Gencatan Senjata di Suriah

Putin-Trump Sepakati Gencatan Senjata di Suriah

Reporter : Bambang Medy | Sabtu, 8 Juli 2017 - 03:33 WIB

IMG-4579

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan saat bertemu di sela-sela pertemuan puncak G20. Foto/TRTalarabiya.

HAMBURG, kini.co.id – Setelah bertemu untuk pertama kalinya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mencapai kesepakatan untuk membatasi kekerasan di Suriah barat daya. Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan keduanya di sela-sela pertemuan puncak G20 di Jerman.

Menurut Sekretaris Negara AS, Rex Tillerson, gencatan senjata adalah sebuah kesepakatan yang telah ditetapkan dan bisa menjadi pendahulu untuk kerja sama lebih lanjut di Suriah.

“Ini adalah indikasi pertama kami tentang AS dan Rusia untuk dapat bekerja sama di Suriah,” kata Tillerson seperti dikutip dari CNN, Sabtu (8/7).

“Kedua pemimpin tersebut memiliki diskusi panjang mengenai wilayah lain di Suriah dimana kita bisa bekerja sama,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Tillerson juga menyinggung soal masa depan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Menurutnya, Assad pada akhirnya akan meninggalkan kekuasaan meskipun ia mengatakan masa depan kepemimpinan di Suriah masih belum jelas.

“Bagaimana Assad lengser belum ditentukan. Akan ada transisi dari keluarga Assad,” kata Tillerson kepada wartawan di G20 di Hamburg.

Tillerson juga mengatakan bahwa dia yakin AS dan Rusia memiliki tujuan yang sama untuk melihat Suriah yang stabil pasca ISIS.

“Saya pikir ada tingkat komitmen dari pihak pemerintah Rusia. Mereka melihat transisi dari kekalahan ISIS ke apa yang kita lakukan dengan negara bagian Suriah setelah jatuhnya ISIS,” kata Tillerson.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa AS, Rusia dan Yordania telah mengeluarkan sebuah memorandum bersama mengenai pembentukan zona de-eskalasi di wilayah barat daya Suriah, di wilayah Daraa, Quneitra Dan Suwayda. Sebuah gencatan senjata akan mulai berlaku di zona de-eskalasi ini siang hari waktu Damaskus pada tanggal 9 Juli.

“AS dan Rusia berjanji untuk memastikan bahwa semua kelompok di sana mematuhi gencatan senjata dan memberikan akses kemanusiaan” kata Lavrov. Polisi militer Rusia, berkoordinasi dengan AS dan Yordania, pada awalnya akan memastikan keamanan di sekitar zona de-eskalasi.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...