Jumat, 22 September 2017 | 20.14 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Putin-Trump Sepakati Gencatan Senjata di Suriah

Putin-Trump Sepakati Gencatan Senjata di Suriah

Reporter : Bambang Medy | Sabtu, 8 Juli 2017 - 03:33 WIB

IMG-4579

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan saat bertemu di sela-sela pertemuan puncak G20. Foto/TRTalarabiya.

HAMBURG, kini.co.id – Setelah bertemu untuk pertama kalinya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mencapai kesepakatan untuk membatasi kekerasan di Suriah barat daya. Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan keduanya di sela-sela pertemuan puncak G20 di Jerman.

Menurut Sekretaris Negara AS, Rex Tillerson, gencatan senjata adalah sebuah kesepakatan yang telah ditetapkan dan bisa menjadi pendahulu untuk kerja sama lebih lanjut di Suriah.

“Ini adalah indikasi pertama kami tentang AS dan Rusia untuk dapat bekerja sama di Suriah,” kata Tillerson seperti dikutip dari CNN, Sabtu (8/7).

“Kedua pemimpin tersebut memiliki diskusi panjang mengenai wilayah lain di Suriah dimana kita bisa bekerja sama,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Tillerson juga menyinggung soal masa depan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Menurutnya, Assad pada akhirnya akan meninggalkan kekuasaan meskipun ia mengatakan masa depan kepemimpinan di Suriah masih belum jelas.

“Bagaimana Assad lengser belum ditentukan. Akan ada transisi dari keluarga Assad,” kata Tillerson kepada wartawan di G20 di Hamburg.

Tillerson juga mengatakan bahwa dia yakin AS dan Rusia memiliki tujuan yang sama untuk melihat Suriah yang stabil pasca ISIS.

“Saya pikir ada tingkat komitmen dari pihak pemerintah Rusia. Mereka melihat transisi dari kekalahan ISIS ke apa yang kita lakukan dengan negara bagian Suriah setelah jatuhnya ISIS,” kata Tillerson.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa AS, Rusia dan Yordania telah mengeluarkan sebuah memorandum bersama mengenai pembentukan zona de-eskalasi di wilayah barat daya Suriah, di wilayah Daraa, Quneitra Dan Suwayda. Sebuah gencatan senjata akan mulai berlaku di zona de-eskalasi ini siang hari waktu Damaskus pada tanggal 9 Juli.

“AS dan Rusia berjanji untuk memastikan bahwa semua kelompok di sana mematuhi gencatan senjata dan memberikan akses kemanusiaan” kata Lavrov. Polisi militer Rusia, berkoordinasi dengan AS dan Yordania, pada awalnya akan memastikan keamanan di sekitar zona de-eskalasi.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...