Minggu, 22 April 2018 | 05.45 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Trump, Putin dan Erdogan jadi Episentrum KTT G20

Trump, Putin dan Erdogan jadi Episentrum KTT G20

Jumat, 7 Juli 2017 - 20:02 WIB

IMG-4571

Presiden AS Donald Trump, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (TurkeyTelerabiya)

HAMBURG, kini.co.id – TT G20 bukan tugas mudah bagi tuan rumah, kanselir Merkel. Ketidaksepahaman beragam isu membayangi sejak awal. Sementara Trump dan Putin jadi tema lebih besar ketimbang KTT.

TT G20 di Hamburg dibuka dengan diwarnai aksi protes rusuh dan skeptisme. Kanselir Jerman Angela Merkel, sebagai tuan rumah KTT G20 beberapa hari menjelang pembukaan pertemuan puncak itu, melakukan pembicaraan dengan tokoh politik puncak terpenting, untuk mengingatkan lagi parameter KTT.

Tapi Merkel juga menyadari, bahwa KTT G20 yang ke 10 ini, sejak awal dibayangi sejumlah krisis internasional, yang disebut oleh kanselir Jerman itu sebagai “kekacauan” seperti dikutip Deutsche Welle.

Ditambah lagi politik AS di bawah presiden Donald Trump yang menyebut, isu terpenting saat ini berada di luar agenda KTT G20.

Trump akan memfokuskan energinya dalam pertemuan tidak resmi dengan presiden Rusia, Vladimir Putin dan presiden Cina, Xi Jinping. Jadi di KTT G 20 Hamburg itu, realitanya ada pertemuan puncak di dalam pertemuan puncak.

Presiden AS itu menjelang pertemuan puncak di Hamburg, mengecam Putin terkait “peranan destablisasi”. Trump tidak merinci apakah itu terkait krisis Ukraina, atau justru krisis yang menerpa dirinya dalam skandal serangan peretas Rusia yang membantunya saat pemilu presiden AS 2016. Sementara terhadap presiden Cina, Trump melontarkan kritik tajam soal Korea Utara, dan menyebut Xi tidak berbuat banyak untuk meredakan krisis.

Pertemuan puncak 20 kepala negara dan kepala pemerintahan terpenting dunia, yang digelar selama 2 hari di Hamburg itu, akan dimulai dengan diskusi perlindungan iklim dan memerangi pemanasan global. Trump dan Putin sudah menyatakan akan absen dari diskusi, karena sudah menjadwalkan pertemuan formal diantar keduanya.

Merkel sebagai tuan rumah KTT G20 kali ini, memandang absennya Trump dan Putin sebagai isyarat, bahwa kedua negara tidak mau terlibat dalam isu tersebut. “Negosiasi bagi komunike penutup tidak akan berlangsung dengan mudah”, ujar kanselir Jerman itu.

Juga diragukan akan tercapai konsensus global dalam tema perlindungan iklim.

Juga dalam sengketa program nuklir Korea Utara diragukan bisa tercapai konsensus, karena jurang perbedaan pendapat tetap amat dalam, dimana di satu sisi AS dan mitranya ingin menekan rezim di Pyongyang, dan sebaliknya Rusia serta Cina tetap membelanya.

Tema lain yang juga akan mencuat di KTT G20 di Hamburg adalah ancaman boikot perdagangan terhadap Qatar dari Arab Saudi yang didukung beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Dalam konflik ini nama presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mencuat, karena salah satu tema tuntutan Arab Saudi adalah dihentikannya kerjasama militer Qatar-Turki.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...