Jumat, 22 September 2017 | 20.15 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Trump, Putin dan Erdogan jadi Episentrum KTT G20

Trump, Putin dan Erdogan jadi Episentrum KTT G20

Jumat, 7 Juli 2017 - 20:02 WIB

IMG-4571

Presiden AS Donald Trump, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (TurkeyTelerabiya)

HAMBURG, kini.co.id – TT G20 bukan tugas mudah bagi tuan rumah, kanselir Merkel. Ketidaksepahaman beragam isu membayangi sejak awal. Sementara Trump dan Putin jadi tema lebih besar ketimbang KTT.

TT G20 di Hamburg dibuka dengan diwarnai aksi protes rusuh dan skeptisme. Kanselir Jerman Angela Merkel, sebagai tuan rumah KTT G20 beberapa hari menjelang pembukaan pertemuan puncak itu, melakukan pembicaraan dengan tokoh politik puncak terpenting, untuk mengingatkan lagi parameter KTT.

Tapi Merkel juga menyadari, bahwa KTT G20 yang ke 10 ini, sejak awal dibayangi sejumlah krisis internasional, yang disebut oleh kanselir Jerman itu sebagai “kekacauan” seperti dikutip Deutsche Welle.

Ditambah lagi politik AS di bawah presiden Donald Trump yang menyebut, isu terpenting saat ini berada di luar agenda KTT G20.

Trump akan memfokuskan energinya dalam pertemuan tidak resmi dengan presiden Rusia, Vladimir Putin dan presiden Cina, Xi Jinping. Jadi di KTT G 20 Hamburg itu, realitanya ada pertemuan puncak di dalam pertemuan puncak.

Presiden AS itu menjelang pertemuan puncak di Hamburg, mengecam Putin terkait “peranan destablisasi”. Trump tidak merinci apakah itu terkait krisis Ukraina, atau justru krisis yang menerpa dirinya dalam skandal serangan peretas Rusia yang membantunya saat pemilu presiden AS 2016. Sementara terhadap presiden Cina, Trump melontarkan kritik tajam soal Korea Utara, dan menyebut Xi tidak berbuat banyak untuk meredakan krisis.

Pertemuan puncak 20 kepala negara dan kepala pemerintahan terpenting dunia, yang digelar selama 2 hari di Hamburg itu, akan dimulai dengan diskusi perlindungan iklim dan memerangi pemanasan global. Trump dan Putin sudah menyatakan akan absen dari diskusi, karena sudah menjadwalkan pertemuan formal diantar keduanya.

Merkel sebagai tuan rumah KTT G20 kali ini, memandang absennya Trump dan Putin sebagai isyarat, bahwa kedua negara tidak mau terlibat dalam isu tersebut. “Negosiasi bagi komunike penutup tidak akan berlangsung dengan mudah”, ujar kanselir Jerman itu.

Juga diragukan akan tercapai konsensus global dalam tema perlindungan iklim.

Juga dalam sengketa program nuklir Korea Utara diragukan bisa tercapai konsensus, karena jurang perbedaan pendapat tetap amat dalam, dimana di satu sisi AS dan mitranya ingin menekan rezim di Pyongyang, dan sebaliknya Rusia serta Cina tetap membelanya.

Tema lain yang juga akan mencuat di KTT G20 di Hamburg adalah ancaman boikot perdagangan terhadap Qatar dari Arab Saudi yang didukung beberapa negara Timur Tengah lainnya.

Dalam konflik ini nama presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mencuat, karena salah satu tema tuntutan Arab Saudi adalah dihentikannya kerjasama militer Qatar-Turki.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...