Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.53 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Jokowi-Erdogan Saksikan Penandatangan Dua Dokumen Kemitraan

Jokowi-Erdogan Saksikan Penandatangan Dua Dokumen Kemitraan

Reporter : M. Zaki | Kamis, 6 Juli 2017 - 22:43 WIB

IMG-4569

Presiden Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di White Palace Antara, Turki. TurkiyeTalarabiya.

ANKARA, kini.co.id – Presiden Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyaksikan penandatangan dua dokumen kemitraan atau kerja sama yang disepakati oleh kedua negara yakni di bidang kesehatan dan ekonomi.

Kedua Kepala Negara menyaksikan penandatangan dokumen itu di White Palace Ankara, Turki, Kamis (6/7).

Perwakilan pemerintah yang menandatangani dokumen tersebut yakni Mentri Luar Negeri Retno LP Marsudi, kerjasaama dibidang kesehatan. Sedangkan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menandatangani negosiasi Indonesia-Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) dengan pihak Pemerintah Turki.

Pada kesempatan setelah penandatangan Presiden Jokowi menyatakan menyambut baik ditandatanganinya dua dokumen kerja sama tersebut.

“Saya menyambut baik ditandatanganinya dua dokumen kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Turki yaitu di bidang kesehatan dan peluncuran perundingan ‘Indonesia Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement’,” kata Jokowi seperti dilansir Antara.

Sementara Presiden Erdogan menyatakan ingin bekerja sama dengan Indonesia termasuk kemitraan dalam berbagai bidang.

“Kita ingin penuh bekerja sama antara Indonesia-Turki dan kita ingin dengan saya kira saudara teman saya yang baik akan ke pertemuan G20. Jadi semakin penting bagi Turki dan Indonesia untuk bekerja sama, kemitraan berbagai bidang,” kata Presiden Erdogan.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...