Jumat, 15 Desember 2017 | 23.08 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Liputan Presiden Cina tak Boleh Bawa Deodorant

Liputan Presiden Cina tak Boleh Bawa Deodorant

Reporter : Ary Syahputra | Sabtu, 1 Juli 2017 - 17:54 WIB

IMG-4563

Ilustrasi. (ist)

HONGKONG, kini.co.id – Dalam peliputan kunjungan Presiden Cina Xi Jinping ada yang tak biasa. Pasalnya wartawan tak boleh membawa pena, alat rias dan buah-buahan.

Karena, benda itu masuk dalam 14 jenis barang berbahaya ketika peliputan Xi di parade militer, Jumat (30/6) waktu setempat.

Diketahui, pada kegiatan itu, Xi mengunjungi bandara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di Hong Kong untuk memperingati 20 tahun penyerahan kota pelabuhan itu ke Cina oleh Inggris.

Aturan yang dibuat oleh itu pun diterima oleh para jurnalis. Jenis barang yang dilarang adalah, senjata, korek api, serta pisau. Tapi, sayangnya, ada benda dalam daftar lain yang tidak masuk akal turut dilarang.

Kemudian, sianida, opium, morfin, heroin dilarang, termasuk hewan, tumbuhan, makanan, minuman, dan buah-buahan. Parahnya, bahkan alat kosmetik, deodoran karena berisi cairan serta pena tak boleh juga dibawa.

Diketahui, pada 30 Juni, payung juga dilarang karena menjadi simbol gerakan demokrasi Hong Kong 2014 silam atau biasanya disebut ‘Revolusi Payung.’

Presiden Xi hadir tidak mengenakan jas formal seperti biasanya. Xi mengenakan pakaian tradisional Mao Zadong, pemimpin revolusi Cina.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...