Minggu, 21 Oktober 2018 | 20.04 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Saudi Arabia Sebut Tak Ada Tawar Menawar Soal Tuntutannya kepada Qatar

Saudi Arabia Sebut Tak Ada Tawar Menawar Soal Tuntutannya kepada Qatar

Reporter : Fauzan | Rabu, 28 Juni 2017 - 10:43 WIB

IMG-4560

Doha, Qatar (AFP)

Washington, kini.co.id – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan, tuntutan kerajaan dan negara-negara Arab lainnya agar Qatar berhenti mendukung terorisme, tak bisa ditawar.

Konsekuensinya jika tuntutan tersebut dipenuhi tentu Qatar akan lepas dari pengucilan Negara kawasan teluk jika tidak Qatar nampaknya akan tetap terkucil dari mereka.

Ketika ditanya para wartawan saat berkunjung ke Washington, apakah tuntutannya tidak bisa ditawar, Jubeir mengatakan memastikan hal mutlak. “Ya, kami telah memastikan, kami sudah mengambil langkah-langkah kami dan terserah (pemerintah Dahar) apakah mereka akan mengubah perilaku mereka atau tidak dan jika mereka melakukannya, semuanya akan berjalan tapi jika tidak, mereka akan tetap dikucilkan,” kata Jubeir.

“Jika Qatar ingin kembali ke lingkaran Dewan Kerja Sama Teluk, “mereka (pemerintah Qatar, red) tahu apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahran dan Mesir telah menerapkan boikot terhadap Qatar sejak tiga pekan lalu. Negara-negara itu menuding Qatar mendukung kelompok-kelompok garis keras.

Mereka kemudian mengeluarkan ultimatum terhadap Qatar, termasuk menuntut negara itu untuk menutup pangkalan militer Turki di Doha, menutup saluran televisi Al Jazeera serta mengekang hubungan dengan Iran.

Pemerintah Qatar membantah berbagai tuduhan Saudi cs yang diduga dibalik itu ada kepentingan Amerika Serikat dan mengatakan tuntutan-tuntutan itu sejatinya mengendalikan kedaulatan negaranya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di gedung Departemen Luar Negeri pada Selasa depan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:47 WIB

Soal Jurnalis Khashoggi, Raja Salman-Erdogan Berdiskusi Lewat Telpon

erkara pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi membuat Raja Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz turun tangan. Raja Salman pun membahas soal itu ...
Global - Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:33 WIB

Jokowi masuk 50 Muslim berpengaruh Dunia

PRESIDEN Joko Widodo masuk dalam daftar 50 muslim paling berpengaruh di dunia. Dalam edisi 2019 daftar Muslim 500 yang dirilis ...
Peristiwa - Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:46 WIB

Bawa Gergaji Tulang, Pria Ini Diduga Bunuh dan Mutilasi Jurnalis Jamal Khashoggi

enyelidikan pembunuhan terhadap jurnalis Turki Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi mencapai titik terang.Polisi menetapkan seorang terduga pembunuh yakni dr ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Menlu AS temui Presiden Turki bahas wartawan hilang

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Ankara pada Rabu (17/10). ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:00 WIB

Pippa Middleton Melahirkan Anak Pertamanya

Pippa Middleton dan James Matthews kini tengah berbahagia. Pasalnya adik perempuan The Duchess of Cambridge itu baru-baru ini melahirkan anak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:22 WIB

Bukan Jadi Duta, Selebriti Cina Ini Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seorang selebriti online di Cina ditahan gegara dianggap menghina lagu kebangsaan. Wanita cantik bernama Yang Kaili itu ditahan selama 5 ...