Kamis, 14 Desember 2017 | 15.08 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Saudi Arabia Sebut Tak Ada Tawar Menawar Soal Tuntutannya kepada Qatar

Saudi Arabia Sebut Tak Ada Tawar Menawar Soal Tuntutannya kepada Qatar

Reporter : Fauzan | Rabu, 28 Juni 2017 - 10:43 WIB

IMG-4560

Doha, Qatar (AFP)

Washington, kini.co.id – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan, tuntutan kerajaan dan negara-negara Arab lainnya agar Qatar berhenti mendukung terorisme, tak bisa ditawar.

Konsekuensinya jika tuntutan tersebut dipenuhi tentu Qatar akan lepas dari pengucilan Negara kawasan teluk jika tidak Qatar nampaknya akan tetap terkucil dari mereka.

Ketika ditanya para wartawan saat berkunjung ke Washington, apakah tuntutannya tidak bisa ditawar, Jubeir mengatakan memastikan hal mutlak. “Ya, kami telah memastikan, kami sudah mengambil langkah-langkah kami dan terserah (pemerintah Dahar) apakah mereka akan mengubah perilaku mereka atau tidak dan jika mereka melakukannya, semuanya akan berjalan tapi jika tidak, mereka akan tetap dikucilkan,” kata Jubeir.

“Jika Qatar ingin kembali ke lingkaran Dewan Kerja Sama Teluk, “mereka (pemerintah Qatar, red) tahu apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahran dan Mesir telah menerapkan boikot terhadap Qatar sejak tiga pekan lalu. Negara-negara itu menuding Qatar mendukung kelompok-kelompok garis keras.

Mereka kemudian mengeluarkan ultimatum terhadap Qatar, termasuk menuntut negara itu untuk menutup pangkalan militer Turki di Doha, menutup saluran televisi Al Jazeera serta mengekang hubungan dengan Iran.

Pemerintah Qatar membantah berbagai tuduhan Saudi cs yang diduga dibalik itu ada kepentingan Amerika Serikat dan mengatakan tuntutan-tuntutan itu sejatinya mengendalikan kedaulatan negaranya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di gedung Departemen Luar Negeri pada Selasa depan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...