Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.45 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Saudi Arabia Sebut Tak Ada Tawar Menawar Soal Tuntutannya kepada Qatar

Saudi Arabia Sebut Tak Ada Tawar Menawar Soal Tuntutannya kepada Qatar

Reporter : Fauzan | Rabu, 28 Juni 2017 - 10:43 WIB

IMG-4560

Doha, Qatar (AFP)

Washington, kini.co.id – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan, tuntutan kerajaan dan negara-negara Arab lainnya agar Qatar berhenti mendukung terorisme, tak bisa ditawar.

Konsekuensinya jika tuntutan tersebut dipenuhi tentu Qatar akan lepas dari pengucilan Negara kawasan teluk jika tidak Qatar nampaknya akan tetap terkucil dari mereka.

Ketika ditanya para wartawan saat berkunjung ke Washington, apakah tuntutannya tidak bisa ditawar, Jubeir mengatakan memastikan hal mutlak. “Ya, kami telah memastikan, kami sudah mengambil langkah-langkah kami dan terserah (pemerintah Dahar) apakah mereka akan mengubah perilaku mereka atau tidak dan jika mereka melakukannya, semuanya akan berjalan tapi jika tidak, mereka akan tetap dikucilkan,” kata Jubeir.

“Jika Qatar ingin kembali ke lingkaran Dewan Kerja Sama Teluk, “mereka (pemerintah Qatar, red) tahu apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahran dan Mesir telah menerapkan boikot terhadap Qatar sejak tiga pekan lalu. Negara-negara itu menuding Qatar mendukung kelompok-kelompok garis keras.

Mereka kemudian mengeluarkan ultimatum terhadap Qatar, termasuk menuntut negara itu untuk menutup pangkalan militer Turki di Doha, menutup saluran televisi Al Jazeera serta mengekang hubungan dengan Iran.

Pemerintah Qatar membantah berbagai tuduhan Saudi cs yang diduga dibalik itu ada kepentingan Amerika Serikat dan mengatakan tuntutan-tuntutan itu sejatinya mengendalikan kedaulatan negaranya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di gedung Departemen Luar Negeri pada Selasa depan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...