Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.53 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Berdalih Akhiri Krisis, Arab Saudi Cs Ajukan 13 Intervensi kepada Qatar

Berdalih Akhiri Krisis, Arab Saudi Cs Ajukan 13 Intervensi kepada Qatar

Sabtu, 24 Juni 2017 - 05:56 WIB

IMG-4557

Doha, Qatar (AFP)

Jakarta, kini.co.id – Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain yang memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar mengajukan daftar 13 tuntutan sebagai syarat untuk mengakhiri krisis di kawasan Teluk.

Alih-alih untuk mengakhiri krisis ketiga belas tuntutan tersebut lebih dari pada intervensi kawasan teluk terhadap negeri terkaya minyak didunia itu.

Salah satu tututan Arab Saudi cs, adalah permintaan agara Qatar menutup stasiun televisi Al Jazeera serta mengurangi kedekatannya dengan Iran.

Tuntutan lainnya adalah meminta agar Qatar menutup pangkalan militer Turki di Qatar. Qatar juga dituntut agar mengumumkan secara resmi hubungan mereka dengan gerakan teroris, serta kelompok militan lainnya, termasuk Ikhwanul Muslimin, ISIS, al Qaeda, Hezbullah dan Jabhat Fateh al Sham.

Kuwait yang bertindak sebagai mediator perdamaian antara Arab Saudi dan koalisinya serta Qatar yang terlibat krisis diplomasi berat, mengajukan daftar 13 tuntutan itu, Jumat (23/6) seperti dilansir kantor berita Associated Press.

Krisis memuncak bulan Juni ini, setelah Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, yang dituding membiayai terorisme. Inilah krisis diplomatik paling berat di kawasan Teluk sejak 1991, saat berkecamuknya perang Teluk melawan Irak di bawah Saddam Hussein.

Pemerintah di Doha sejauh ini tetap menolak tudingan mendanai ekstrimisme, Qatar sebagai negara yang mempunyai kebijakan politik lebih terbuka, termasuk menjalin hubungan dekat dengan Iran, serta mendukung gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, dinilai menimbulkan kekhawatiran bagi negara Arab lainnya, terutama Saudi Arabia yang tidak akan pernah mentolerir terhadap kelompok khawarij, murziah dan muktazilah tumbuh subur di Saudi, terlebih Syiah.

Keempat negara menekan Qatar untuk mengambil sikap dan memenuhi seluruh tuntutan dalam tenggat 10 hari. api tidak ada penjelasan lebih lanjut jika 13 tuntutan tersebut tidak dipenuhi oleh Qatar.

Tak hanya itu, Arab Saudi Cs juga akan melakukan pengawasan total dengan mewajibkan audit bulanan di tahun pertama setelah Qatar menyanggupi tuntutan itu, kemudian pada audit triwulan kedua Qatar akan diawasi setiap tahun penggunaan dananya yang diduga mengalir ke kelompok Ikhwanul Muslimin dan lainnya dicap terorisme selama 10 tahun ke depan.***

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...