Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.53 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan

Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan

Reporter : Ary Syahputra | Rabu, 14 Juni 2017 - 09:47 WIB

IMG-4547

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Ist)

ANKARA, kini.co.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan isolasi dan embargo sejumlah negara kepada Qatar adalah melanggar nilai-nilai Islam. Sehingga Qatar seperti mendapatkan hukuman mati.

“Sebuah kesalahan yang sangat serius sedang dilakukan di Qatar. Mengisolasi sebuah negara di semua wilayah tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Keputusan hukuman mati telah diambil untuk Qatar,” kata Erdogan, Selasa (13/6) kemarin.

Padahal, Qatar telah jelas menunjukkan sikap tegas terhadap kelompok teroris ISIS.

“Mengorbankan Qatar melalui kampanye kotor tidak bertujuan,” ucapnya.

Sebelumnya sejumlah negara Teluk, seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Bahrain, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pekan lalu. Mereka juga memberlakukan sanksi ekonomi serta menutup seluruh akses, yakni darat, udara, serta laut, dari dan menuju Qatar.

Mereka menuduh Qatar sebagai pihak yang menyokong dan mensponsori kelompok teroris. Sementara Qatar membantah secara tegas.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...