Jumat, 15 Desember 2017 | 23.09 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan

Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan

Reporter : Ary Syahputra | Rabu, 14 Juni 2017 - 09:47 WIB

IMG-4547

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Ist)

ANKARA, kini.co.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan isolasi dan embargo sejumlah negara kepada Qatar adalah melanggar nilai-nilai Islam. Sehingga Qatar seperti mendapatkan hukuman mati.

“Sebuah kesalahan yang sangat serius sedang dilakukan di Qatar. Mengisolasi sebuah negara di semua wilayah tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Keputusan hukuman mati telah diambil untuk Qatar,” kata Erdogan, Selasa (13/6) kemarin.

Padahal, Qatar telah jelas menunjukkan sikap tegas terhadap kelompok teroris ISIS.

“Mengorbankan Qatar melalui kampanye kotor tidak bertujuan,” ucapnya.

Sebelumnya sejumlah negara Teluk, seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Bahrain, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pekan lalu. Mereka juga memberlakukan sanksi ekonomi serta menutup seluruh akses, yakni darat, udara, serta laut, dari dan menuju Qatar.

Mereka menuduh Qatar sebagai pihak yang menyokong dan mensponsori kelompok teroris. Sementara Qatar membantah secara tegas.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...