Jumat, 15 Desember 2017 | 23.09 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan

Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan

Reporter : Ary Syahputra | Selasa, 13 Juni 2017 - 12:18 WIB

IMG-4546

Recep Tayyip Erdogan dan Emir Qatar Syeikh Thamim (Al--Arabiaya)

JAKARTA, kini.co.id – Presiden Joko Widodo mengklaim telah berbicara langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan membicarakan soal ketegangan sejumlah negara Arab dengan Qatar.

“Sampai saat ini saya sudah bertelepon ke Presiden Turki, Erdogan. Saya sudah telepon dan bicara banyak. Saya sudah telepon juga ke Emir Qatar, Sheikh Tamim, saya sudah telepon dan bicara banyak juga, kemudian kemarin malam saya juga telepon lagi ke Sheikh Mohammed dari UEA dan berbicara banyak,” ucap Jokowi, Selasa (13/6).

Pemerintah kini mengambil peran turut peduli dalam membantu permasalahan antara negara Arab dengan Qatar.

“Sementara ini saya ingin mendapat masukan-masukan terlebih dahulu, sebetulnya persoalan dasarnya apa, sehingga nanti kita bisa berperan di sebelah mana. Sementara ini saya belum bisa berbicara di sebelah mana kita akan berperan,” kata dia.

Menurut mantan pelopor mobil Esemka ini bakal terus melakukan komunikasi bersama sejumlah negara yang terlibat dalam permasalahan di Timur Tengah itu. Dikabarkan, empat negara Teluk yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Qatar terkait dugaan dukungan Qatar terhadap terorisme.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir menyampaikan supaya Qatar cepat mengakhiri dukungannya terhadap kelompok Hamas Palestina dan juga Ikhawanul Muslimin. Sehingga, hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab lainnya dapat segera pulih.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...