Sabtu, 24 Juni 2017 | 05.30 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan

Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan

Reporter : Ary Syahputra | Selasa, 13 Juni 2017 - 12:18 WIB

IMG-4546

Recep Tayyip Erdogan dan Emir Qatar Syeikh Thamim (Al--Arabiaya)

JAKARTA, kini.co.id – Presiden Joko Widodo mengklaim telah berbicara langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan membicarakan soal ketegangan sejumlah negara Arab dengan Qatar.

“Sampai saat ini saya sudah bertelepon ke Presiden Turki, Erdogan. Saya sudah telepon dan bicara banyak. Saya sudah telepon juga ke Emir Qatar, Sheikh Tamim, saya sudah telepon dan bicara banyak juga, kemudian kemarin malam saya juga telepon lagi ke Sheikh Mohammed dari UEA dan berbicara banyak,” ucap Jokowi, Selasa (13/6).

Pemerintah kini mengambil peran turut peduli dalam membantu permasalahan antara negara Arab dengan Qatar.

“Sementara ini saya ingin mendapat masukan-masukan terlebih dahulu, sebetulnya persoalan dasarnya apa, sehingga nanti kita bisa berperan di sebelah mana. Sementara ini saya belum bisa berbicara di sebelah mana kita akan berperan,” kata dia.

Menurut mantan pelopor mobil Esemka ini bakal terus melakukan komunikasi bersama sejumlah negara yang terlibat dalam permasalahan di Timur Tengah itu. Dikabarkan, empat negara Teluk yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Qatar terkait dugaan dukungan Qatar terhadap terorisme.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir menyampaikan supaya Qatar cepat mengakhiri dukungannya terhadap kelompok Hamas Palestina dan juga Ikhawanul Muslimin. Sehingga, hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab lainnya dapat segera pulih.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
UNICF: Lima Juta Anak Irak Butuh Bantuan Kemanusiaan
Global - Sabtu, 24 Juni 2017 - 02:51 WIB

UNICF: Lima Juta Anak Irak Butuh Bantuan Kemanusiaan

Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) melaporkan lebih dari lima juta anak memerlukan bantuan kemanusiaan mendesak di Irak sementara pertempuran bertambah sengit.Satu ...
Konten Teroris akan Dicabut Google
Global - Senin, 19 Juni 2017 - 11:25 WIB

Konten Teroris akan Dicabut Google

Konten ekstrimis kekerasan di Youtube akan mendapatkan perhatian lebih dari Google. Bahkan konten teroris bakal dicabut. Informasi yang dikumpulkan, Google ...
Sial, Usai Mencuri kena Tato di Jidat
Peristiwa - Rabu, 14 Juni 2017 - 17:46 WIB

Sial, Usai Mencuri kena Tato di Jidat

Seorang senimal asal Sao Paulo, Brasil Ronildo de Araujo (29) membuat seorang pencuri di dalam rumahnya jera. Bagaimana tidak, usai ...
Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan
Politik - Rabu, 14 Juni 2017 - 09:47 WIB

Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan isolasi dan embargo sejumlah negara kepada Qatar adalah melanggar nilai-nilai Islam. Sehingga Qatar seperti mendapatkan ...
Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia
Global - Selasa, 13 Juni 2017 - 11:27 WIB

Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia

Pemerintah Norwegia akan melarang penggunaan jilbab bercadar di seluruh sekolah. Hal itu terbukti dalam pengusulan undang-undang oleh pemegang kekuasaan.Alasan menjadi ...
Peran Penting Indonesia Mediasi Arab Saudi Vs Qatar
Global - Selasa, 13 Juni 2017 - 00:49 WIB

Peran Penting Indonesia Mediasi Arab Saudi Vs Qatar

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berharap bahwa Indonesia perlu melakukan langka tepat dalam memediasi atau menjadi penengah dalam ...