Jumat, 15 Desember 2017 | 23.09 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia

Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia

Reporter : Ary Syahputra | Selasa, 13 Juni 2017 - 11:27 WIB

IMG-4545

Ilustrasi jilbab cadar. (ist)

OSLO, kini.co.id – Pemerintah Norwegia akan melarang penggunaan jilbab bercadar di seluruh sekolah. Hal itu terbukti dalam pengusulan undang-undang oleh pemegang kekuasaan.

Alasan menjadi penghambat komunikasi antar guru dan siswa kian menguatkan pengusulan undang-undang itu.

Bahkan, Koalisi Konservatif Norwegia sudah menjanjikan larangan itu sejak tahun lalu. Mereka menargetkan jilbab penuh yang banyak disebut niqab atau burqa.

“Kami tidak ingin pakaian menutupi wajah di pembibitan (semacam taman kanak-kanak), sekolah dan universitas,” ucap Menteri Pendidikan dan Penelitian Torbjron Roe Isaksen, Selasa (13/6).

Menurut mereka, jilbab bercadar hanya mencegah komunikasi yang baik dan penting bagi siswa meraih pendidikan yang maksimal. Mereka juga bakal berkonsultasi selama beberapa bulan mendatang dengan mereka yang akan terpengaruh UU itu.

“Pakaian yang menutupi wajah seperti niqab dan burqa, tidak memiliki tempat di sekolah-sekolah Norwegia,” ujar Menteri Imigrasi dan Integrasi Per Sanberg.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...