Sabtu, 24 Juni 2017 | 05.30 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Peran Penting Indonesia Mediasi Arab Saudi Vs Qatar

Peran Penting Indonesia Mediasi Arab Saudi Vs Qatar

Selasa, 13 Juni 2017 - 00:49 WIB

IMG-4543

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berharap bahwa Indonesia perlu melakukan langka tepat dalam memediasi atau menjadi penengah dalam konflik kawasan teluk Arab yang terjadi saat ini.

“Indonesia perlu menampilkan peran sebagai penegah dan perantara, baik Indonesia sebagai mayoritas negara Islam, tetapi lebih dari itu, Indonesia adalah negara dengan prinsip luar negeri yang bebas aktif, maka Indonesia bisa berada di posisi netral dan saya yakin cukup memiliki ‘leverage’ peran mediasi tersebut,” tegas Din di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/6) malam.

Menurutnya pengaruh yang dimiliki Indonesia dalam memediasi konflik di Tinur Tengah yang dipicu tuduhan Arab Saudi terhadap Qatar sebagain sarang teroris dan berbuntut pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar, karena Indonesia memiliki hubungan baik dengan semua negara yang bertikai.

“Selain netral, kita juga punya hubungan baik dengan Arab Saudi, Mesir, dan lain-lain, dan di satu pihak juga dengan Qatar,” tegas Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini seperti dilansir Antara.

Oleh karena itu, Din mengusulkan agar pemerintah Indonesia segera mengirim utusan tingkat tinggi ke negara-negara Arab itu.

“Apakah menteri luar negeri, atau apa boleh jadi Bapak Wapres yang dikenal sebagai ‘man of reconciliation’ dan saya kira beliau dikenal di negara-negara tersebut, artinya dikenal tingkat tinggi,” kata dia.

Din menjelaskan tugas utusan tersebut, antara lain mengingatkan kembali arti penting “ukhwah Islamiyah” atau persaudaraan antarsesama Muslim dan mendesak perlunya sidang darurat negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Walaupun tidak mudah karena markas besar OKI ada di Jeddah dan sekjennya dari Saudi, tapi boleh jadi mungkin bisa mengundang negara OKI sisanya yang tidak terlibat konflik untuk bertemu di Jakarta dan peran apa yang bisa dilakukan,” kata dia.

Menurut Din, Indonesia dapat menggandeng sekitar 10 hingga 11 negara OKI untuk melakukan gerakan moral dalam mengupayakan “islah” atau perdamaian.

“Saya kira itu bisa dilakukan Indonesia sebelum dampaknya berlanjut dan timbul eskalasi, apalagi kalau sudah kontak senjata, saya kira susah nanti dan Indonesia akan terkena dampaknya,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
UNICF: Lima Juta Anak Irak Butuh Bantuan Kemanusiaan
Global - Sabtu, 24 Juni 2017 - 02:51 WIB

UNICF: Lima Juta Anak Irak Butuh Bantuan Kemanusiaan

Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) melaporkan lebih dari lima juta anak memerlukan bantuan kemanusiaan mendesak di Irak sementara pertempuran bertambah sengit.Satu ...
Konten Teroris akan Dicabut Google
Global - Senin, 19 Juni 2017 - 11:25 WIB

Konten Teroris akan Dicabut Google

Konten ekstrimis kekerasan di Youtube akan mendapatkan perhatian lebih dari Google. Bahkan konten teroris bakal dicabut. Informasi yang dikumpulkan, Google ...
Sial, Usai Mencuri kena Tato di Jidat
Peristiwa - Rabu, 14 Juni 2017 - 17:46 WIB

Sial, Usai Mencuri kena Tato di Jidat

Seorang senimal asal Sao Paulo, Brasil Ronildo de Araujo (29) membuat seorang pencuri di dalam rumahnya jera. Bagaimana tidak, usai ...
Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan
Politik - Rabu, 14 Juni 2017 - 09:47 WIB

Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdo─čan isolasi dan embargo sejumlah negara kepada Qatar adalah melanggar nilai-nilai Islam. Sehingga Qatar seperti mendapatkan ...
Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan
Politik - Selasa, 13 Juni 2017 - 12:18 WIB

Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan

Presiden Joko Widodo mengklaim telah berbicara langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan membicarakan soal ketegangan sejumlah negara Arab ...
Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia
Global - Selasa, 13 Juni 2017 - 11:27 WIB

Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia

Pemerintah Norwegia akan melarang penggunaan jilbab bercadar di seluruh sekolah. Hal itu terbukti dalam pengusulan undang-undang oleh pemegang kekuasaan.Alasan menjadi ...