Kamis, 17 Januari 2019 | 01.05 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Peran Penting Indonesia Mediasi Arab Saudi Vs Qatar

Peran Penting Indonesia Mediasi Arab Saudi Vs Qatar

Selasa, 13 Juni 2017 - 00:49 WIB

IMG-4543

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berharap bahwa Indonesia perlu melakukan langka tepat dalam memediasi atau menjadi penengah dalam konflik kawasan teluk Arab yang terjadi saat ini.

“Indonesia perlu menampilkan peran sebagai penegah dan perantara, baik Indonesia sebagai mayoritas negara Islam, tetapi lebih dari itu, Indonesia adalah negara dengan prinsip luar negeri yang bebas aktif, maka Indonesia bisa berada di posisi netral dan saya yakin cukup memiliki ‘leverage’ peran mediasi tersebut,” tegas Din di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/6) malam.

Menurutnya pengaruh yang dimiliki Indonesia dalam memediasi konflik di Tinur Tengah yang dipicu tuduhan Arab Saudi terhadap Qatar sebagain sarang teroris dan berbuntut pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar, karena Indonesia memiliki hubungan baik dengan semua negara yang bertikai.

“Selain netral, kita juga punya hubungan baik dengan Arab Saudi, Mesir, dan lain-lain, dan di satu pihak juga dengan Qatar,” tegas Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini seperti dilansir Antara.

Oleh karena itu, Din mengusulkan agar pemerintah Indonesia segera mengirim utusan tingkat tinggi ke negara-negara Arab itu.

“Apakah menteri luar negeri, atau apa boleh jadi Bapak Wapres yang dikenal sebagai ‘man of reconciliation’ dan saya kira beliau dikenal di negara-negara tersebut, artinya dikenal tingkat tinggi,” kata dia.

Din menjelaskan tugas utusan tersebut, antara lain mengingatkan kembali arti penting “ukhwah Islamiyah” atau persaudaraan antarsesama Muslim dan mendesak perlunya sidang darurat negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Walaupun tidak mudah karena markas besar OKI ada di Jeddah dan sekjennya dari Saudi, tapi boleh jadi mungkin bisa mengundang negara OKI sisanya yang tidak terlibat konflik untuk bertemu di Jakarta dan peran apa yang bisa dilakukan,” kata dia.

Menurut Din, Indonesia dapat menggandeng sekitar 10 hingga 11 negara OKI untuk melakukan gerakan moral dalam mengupayakan “islah” atau perdamaian.

“Saya kira itu bisa dilakukan Indonesia sebelum dampaknya berlanjut dan timbul eskalasi, apalagi kalau sudah kontak senjata, saya kira susah nanti dan Indonesia akan terkena dampaknya,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...