Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.48 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Otoritas Qatar tak Akan Usir Warga Saudi Cs

Otoritas Qatar tak Akan Usir Warga Saudi Cs

Minggu, 11 Juni 2017 - 23:55 WIB

IMG-4541

Recep Tayyip Erdogan dan Syaikh Tamim (Turkishpedia)

Jakarta, kini.co.id – Otoritas Qatar memastikan tidak akan mengusir satu pun warga dari negara-negara yang memusuhinya. Pemerintah Doha mengatakan tak ingin memperuncing dan mengeskalasi konflik.

Oleh karena itu, otoritas Qatar tetap mengizinkan warga negara-negara Teluk untuk tetap tinggal di negara mereka. Peraturan soal pendatang dari negara-negara tetangga di Qatar tidak berubah walau ada pemutusan hubungan diplomatik.

Dikutip Reuters, Kementerian Dalam Negeri Qatar dalam pernyataannya pada Minggu (11/6), mengatakan tidak ada perubahan pada kebijakan mereka terhadap pendatang dari “negara-negara sahabat yang memutus hubungan diplomatik menyusul kampanye permusuhan terhadap Qatar.”

Meski sebelumnya Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab mengusir warga dan diplomat Qatar dari negara mereka setelah hubungan diplomatik putus Senin lalu.

Selain mengusir warga Qatar, Saudi juga menutup perbatasan udara, laut, dan darat. Keputusan ini membuat maskapai Qatar tidak bisa mendarat atau transit di negara-negara tersebut.

Qatar kini bertahan dengan memasok makanan dari negara-negara lain, seperti dari Turki dan Iran. Bahkan Turki pasang badan terhadap Qatar atas sikap Arab Saudi cs.

Saudi telah mengeluarkan daftar puluhan orang yang mendukung sikap pro-teroris Qatar. Pemerintah Qatar membantah tuduhan tersebut, mengatakan tudingan itu tidak berdasar. Saat ini Kuwait, negara Teluk yang tidak ikut memutus hubungan dengan Qatar, tengah mengupayakan mediasi perdamaian Saudi-Qatar.

Pemerintah Saudi sebelumnya telah memberi syarat untuk perdamaian, yaitu pemutusan hubungan antara Qatar dengan kelompok yang dianggap teroris, seperti Hamas atau Ikhwanul Muslimin.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...