Jumat, 15 Desember 2017 | 23.10 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Otoritas Qatar tak Akan Usir Warga Saudi Cs

Otoritas Qatar tak Akan Usir Warga Saudi Cs

Minggu, 11 Juni 2017 - 23:55 WIB

IMG-4541

Recep Tayyip Erdogan dan Syaikh Tamim (Turkishpedia)

Jakarta, kini.co.id – Otoritas Qatar memastikan tidak akan mengusir satu pun warga dari negara-negara yang memusuhinya. Pemerintah Doha mengatakan tak ingin memperuncing dan mengeskalasi konflik.

Oleh karena itu, otoritas Qatar tetap mengizinkan warga negara-negara Teluk untuk tetap tinggal di negara mereka. Peraturan soal pendatang dari negara-negara tetangga di Qatar tidak berubah walau ada pemutusan hubungan diplomatik.

Dikutip Reuters, Kementerian Dalam Negeri Qatar dalam pernyataannya pada Minggu (11/6), mengatakan tidak ada perubahan pada kebijakan mereka terhadap pendatang dari “negara-negara sahabat yang memutus hubungan diplomatik menyusul kampanye permusuhan terhadap Qatar.”

Meski sebelumnya Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab mengusir warga dan diplomat Qatar dari negara mereka setelah hubungan diplomatik putus Senin lalu.

Selain mengusir warga Qatar, Saudi juga menutup perbatasan udara, laut, dan darat. Keputusan ini membuat maskapai Qatar tidak bisa mendarat atau transit di negara-negara tersebut.

Qatar kini bertahan dengan memasok makanan dari negara-negara lain, seperti dari Turki dan Iran. Bahkan Turki pasang badan terhadap Qatar atas sikap Arab Saudi cs.

Saudi telah mengeluarkan daftar puluhan orang yang mendukung sikap pro-teroris Qatar. Pemerintah Qatar membantah tuduhan tersebut, mengatakan tudingan itu tidak berdasar. Saat ini Kuwait, negara Teluk yang tidak ikut memutus hubungan dengan Qatar, tengah mengupayakan mediasi perdamaian Saudi-Qatar.

Pemerintah Saudi sebelumnya telah memberi syarat untuk perdamaian, yaitu pemutusan hubungan antara Qatar dengan kelompok yang dianggap teroris, seperti Hamas atau Ikhwanul Muslimin.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...