Monday, 23 July 2018 | 04.42 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Otoritas Qatar tak Akan Usir Warga Saudi Cs

Otoritas Qatar tak Akan Usir Warga Saudi Cs

Sunday, 11 June 2017 - 23:55 WIB

IMG-4541

Recep Tayyip Erdogan dan Syaikh Tamim (Turkishpedia)

Jakarta, kini.co.id – Otoritas Qatar memastikan tidak akan mengusir satu pun warga dari negara-negara yang memusuhinya. Pemerintah Doha mengatakan tak ingin memperuncing dan mengeskalasi konflik.

Oleh karena itu, otoritas Qatar tetap mengizinkan warga negara-negara Teluk untuk tetap tinggal di negara mereka. Peraturan soal pendatang dari negara-negara tetangga di Qatar tidak berubah walau ada pemutusan hubungan diplomatik.

Dikutip Reuters, Kementerian Dalam Negeri Qatar dalam pernyataannya pada Minggu (11/6), mengatakan tidak ada perubahan pada kebijakan mereka terhadap pendatang dari “negara-negara sahabat yang memutus hubungan diplomatik menyusul kampanye permusuhan terhadap Qatar.”

Meski sebelumnya Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab mengusir warga dan diplomat Qatar dari negara mereka setelah hubungan diplomatik putus Senin lalu.

Selain mengusir warga Qatar, Saudi juga menutup perbatasan udara, laut, dan darat. Keputusan ini membuat maskapai Qatar tidak bisa mendarat atau transit di negara-negara tersebut.

Qatar kini bertahan dengan memasok makanan dari negara-negara lain, seperti dari Turki dan Iran. Bahkan Turki pasang badan terhadap Qatar atas sikap Arab Saudi cs.

Saudi telah mengeluarkan daftar puluhan orang yang mendukung sikap pro-teroris Qatar. Pemerintah Qatar membantah tuduhan tersebut, mengatakan tudingan itu tidak berdasar. Saat ini Kuwait, negara Teluk yang tidak ikut memutus hubungan dengan Qatar, tengah mengupayakan mediasi perdamaian Saudi-Qatar.

Pemerintah Saudi sebelumnya telah memberi syarat untuk perdamaian, yaitu pemutusan hubungan antara Qatar dengan kelompok yang dianggap teroris, seperti Hamas atau Ikhwanul Muslimin.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Global - Sunday, 10 December 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...
Place your ads here...