Sabtu, 24 Juni 2017 | 05.30 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Otoritas Qatar tak Akan Usir Warga Saudi Cs

Otoritas Qatar tak Akan Usir Warga Saudi Cs

Minggu, 11 Juni 2017 - 23:55 WIB

IMG-4541

Recep Tayyip Erdogan dan Syaikh Tamim (Turkishpedia)

Jakarta, kini.co.id – Otoritas Qatar memastikan tidak akan mengusir satu pun warga dari negara-negara yang memusuhinya. Pemerintah Doha mengatakan tak ingin memperuncing dan mengeskalasi konflik.

Oleh karena itu, otoritas Qatar tetap mengizinkan warga negara-negara Teluk untuk tetap tinggal di negara mereka. Peraturan soal pendatang dari negara-negara tetangga di Qatar tidak berubah walau ada pemutusan hubungan diplomatik.

Dikutip Reuters, Kementerian Dalam Negeri Qatar dalam pernyataannya pada Minggu (11/6), mengatakan tidak ada perubahan pada kebijakan mereka terhadap pendatang dari “negara-negara sahabat yang memutus hubungan diplomatik menyusul kampanye permusuhan terhadap Qatar.”

Meski sebelumnya Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab mengusir warga dan diplomat Qatar dari negara mereka setelah hubungan diplomatik putus Senin lalu.

Selain mengusir warga Qatar, Saudi juga menutup perbatasan udara, laut, dan darat. Keputusan ini membuat maskapai Qatar tidak bisa mendarat atau transit di negara-negara tersebut.

Qatar kini bertahan dengan memasok makanan dari negara-negara lain, seperti dari Turki dan Iran. Bahkan Turki pasang badan terhadap Qatar atas sikap Arab Saudi cs.

Saudi telah mengeluarkan daftar puluhan orang yang mendukung sikap pro-teroris Qatar. Pemerintah Qatar membantah tuduhan tersebut, mengatakan tudingan itu tidak berdasar. Saat ini Kuwait, negara Teluk yang tidak ikut memutus hubungan dengan Qatar, tengah mengupayakan mediasi perdamaian Saudi-Qatar.

Pemerintah Saudi sebelumnya telah memberi syarat untuk perdamaian, yaitu pemutusan hubungan antara Qatar dengan kelompok yang dianggap teroris, seperti Hamas atau Ikhwanul Muslimin.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
UNICF: Lima Juta Anak Irak Butuh Bantuan Kemanusiaan
Global - Sabtu, 24 Juni 2017 - 02:51 WIB

UNICF: Lima Juta Anak Irak Butuh Bantuan Kemanusiaan

Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) melaporkan lebih dari lima juta anak memerlukan bantuan kemanusiaan mendesak di Irak sementara pertempuran bertambah sengit.Satu ...
Konten Teroris akan Dicabut Google
Global - Senin, 19 Juni 2017 - 11:25 WIB

Konten Teroris akan Dicabut Google

Konten ekstrimis kekerasan di Youtube akan mendapatkan perhatian lebih dari Google. Bahkan konten teroris bakal dicabut. Informasi yang dikumpulkan, Google ...
Sial, Usai Mencuri kena Tato di Jidat
Peristiwa - Rabu, 14 Juni 2017 - 17:46 WIB

Sial, Usai Mencuri kena Tato di Jidat

Seorang senimal asal Sao Paulo, Brasil Ronildo de Araujo (29) membuat seorang pencuri di dalam rumahnya jera. Bagaimana tidak, usai ...
Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan
Politik - Rabu, 14 Juni 2017 - 09:47 WIB

Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan isolasi dan embargo sejumlah negara kepada Qatar adalah melanggar nilai-nilai Islam. Sehingga Qatar seperti mendapatkan ...
Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan
Politik - Selasa, 13 Juni 2017 - 12:18 WIB

Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan

Presiden Joko Widodo mengklaim telah berbicara langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan membicarakan soal ketegangan sejumlah negara Arab ...
Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia
Global - Selasa, 13 Juni 2017 - 11:27 WIB

Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia

Pemerintah Norwegia akan melarang penggunaan jilbab bercadar di seluruh sekolah. Hal itu terbukti dalam pengusulan undang-undang oleh pemegang kekuasaan.Alasan menjadi ...