Selasa, 22 Agustus 2017 | 18.08 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Alasan Turki Pasang Badan untuk Qatar, Isyarat Jadi Target Berikutnya ?

Alasan Turki Pasang Badan untuk Qatar, Isyarat Jadi Target Berikutnya ?

Minggu, 11 Juni 2017 - 15:14 WIB

IMG-4539

Recep Tayyip Erdogan dan Emir Qatar Syeikh Thamim (Al--Arabiaya)

Jakarta, kini.co.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan nampaknya sadar ditengah semua negara kawasan teluk memilih memusuhi dan meninggalkan Qatar justru sikap sebaliknya memutuskan untuk “melindungi” Qatar.

“Ada orang-orang yang tidak nyaman ketika kami berdiri dekat saudara laki-laki kami, Qatar, dan memberi mereka makanan. Saya minta maaf, kami akan terus memberi Qatar dukungan apapun. Sampai saat ini kami belum melihat Qatar memberikan dukungan terhadap teror,” tegas Erdogan di Ankara, Turki, Jumat (9/6).

Pernyataan Erdogan terkesan seperti menantang Aliansi Saudi yang kini mengisolasi Qatar dengan pemutusan hubungan diplomatik dan blokade darat, laut, serta udara.

Erdogan juga menyerukan agar pengucilan terhadap Qatar oleh negara-negara Arab segera dihentikan. Isolasi itu didasarkan pada tuduhan bahwa Qatar mensponsori kelompok ekstremis, teroris, dan sektarian sehingga mengancam stabilitas kawasan.

Erdogan dalam sebuah wawancara dengan Al-Arabiya, saat berkunjung ke Riyadh Februari lalu dengan tegas mengatakan tak menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris karena ia “belum melihat aktivitas bersenjata dari mereka.”

“(Ikhwanul Muslimin) bukan kelompok bersenjata, tapi organisasi ideologis. Kami belum melihat ada tindakan mereka yang mengindikasikan (keterkaitan dengan terorisme). Jika mereka terkait terorisme, tentu tak akan ada toleransi untuk Ikhwanul Muslimin di Turki,” ujar Erdogan di Riyadh.

“Jika mereka diperlakukan sebagai teroris, saya yakin itu bukan hal yang tepat untuk dilakukan,” imbuh Erdogan.

Soal Ikhwanul Muslimin itulah yang ikut memengaruhi keputusan kritis Turki untuk membantu Qatar. Sebab, bukan tak mungkin di masa depan Turki pun akan ikut di-Qatar-kan oleh Aliansi Saudi yang didukung kuat Amerika Serikat yang bisa berujung pada upaya untuk kembali menjungkalkan Erdogan.

Semua tudingan yang dikemukakan Raja Saudi dan Presiden AS saat menyatakan Qatar sebagai “pendukung terorisme” dapat dengan mudah pula diterapkan pada Turki.

Fehim Tastekin jurnalis dan analis kebijakan luar negeri Turki, Kaukasus, Timur Tengah, dan Uni Eropa dalam artikelnya di Al-Monitor Erdogan mengisyaratkan bahwa Turki amat mungkin menjadi target selanjutnya setelah Qatar.

Sama seperti Qatar, Turki selama ini berhubungan baik dengan Ikhwanul Muslimin yang disebut Aliansi Saudi sebagai kelompok teror.

Sadar tak mau diperlakukan serupa Qatar, Erdogan memutuskan mempercepat pengiriman pasukan ke Qatar. Untuk jangka waktu panjang, nantinya bakal dibangun Markas Besar Divisi Taktis Turki-Qatar yang dikomandani oleh seorang jederal besar Qatar dan dibantu seorang brigadir jenderal Turki.

Markas Besar Divisi Taktis direncanakan diisi 500-600 tentara, angka yang amat tinggi dibanding jumlah personel militer Turki di Qatar yang kini hanya 95 orang. Dengan UU baru tersebut Turki bisa melatih sekitar 4.000 orang polisi militer Qatar.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tercemar Limbah, Anjing di India jadi Biru dan Buta
Peristiwa - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 11:32 WIB

Tercemar Limbah, Anjing di India jadi Biru dan Buta

Limbah beracun bisa berdampak buruh bahkan mematikan bagi makhluk hidup di sekitarnya.Di Mumbai India, anjing-anjing liar berubah menjadi warna biru.Perubahan ...
Pendapatan Alibaba Kuartal II Capai 50,1 Miliar Yuan
Finance - Jumat, 18 Agustus 2017 - 13:32 WIB

Pendapatan Alibaba Kuartal II Capai 50,1 Miliar Yuan

Raksasa e-commerce asal China mengalahkan perkiraan analis dengan kenaikan pendapatan kuartal keduanya yang cukup fantastis. Diilansir dari Reuters pada Jumat ...
Diserang Teroris, Begini Duka Neymar untuk Barcelona
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 10:02 WIB

Diserang Teroris, Begini Duka Neymar untuk Barcelona

Insiden yang menewaskan belasan orang di Barcelona membuat banyak pihak prihatin.Salahsatunya dari penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar da Silva.Pesepakbola itu ...
ISIS Teror Barcelona, 13 Orang Tewas
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 08:33 WIB

ISIS Teror Barcelona, 13 Orang Tewas

Sebuah van melaju kencang dan menabrak ratusan orang di jalanan Barcelona, Spanyol, Kamis (17/8/2017) waktu Barcelona.Van tersebut diduga sengaja menabrak ...
Paska Serangan Van, Spanyol Perketat Keamanan
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 07:12 WIB

Paska Serangan Van, Spanyol Perketat Keamanan

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan, Kamis, ia akan mengkoordinasikan upaya untuk memperketat pengamanan setelah serangan maut menggunakan mobil van ...
Mobil Van Tabrak 13 orang Hingga Tewas di Barcelona Diakui Serangan IS
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 06:20 WIB

Mobil Van Tabrak 13 orang Hingga Tewas di Barcelona Diakui Serangan IS

Serangan mobil van yang menabrak kerumunan orang di Las Ramblas, Barcelona, Spanyol, Kamis (17/8) waktu setempat, sebanyak 13 orang dinyatakan ...