Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.52 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Alasan Turki Pasang Badan untuk Qatar, Isyarat Jadi Target Berikutnya ?

Alasan Turki Pasang Badan untuk Qatar, Isyarat Jadi Target Berikutnya ?

Minggu, 11 Juni 2017 - 15:14 WIB

IMG-4539

Recep Tayyip Erdogan dan Emir Qatar Syeikh Thamim (Al--Arabiaya)

Jakarta, kini.co.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan nampaknya sadar ditengah semua negara kawasan teluk memilih memusuhi dan meninggalkan Qatar justru sikap sebaliknya memutuskan untuk “melindungi” Qatar.

“Ada orang-orang yang tidak nyaman ketika kami berdiri dekat saudara laki-laki kami, Qatar, dan memberi mereka makanan. Saya minta maaf, kami akan terus memberi Qatar dukungan apapun. Sampai saat ini kami belum melihat Qatar memberikan dukungan terhadap teror,” tegas Erdogan di Ankara, Turki, Jumat (9/6).

Pernyataan Erdogan terkesan seperti menantang Aliansi Saudi yang kini mengisolasi Qatar dengan pemutusan hubungan diplomatik dan blokade darat, laut, serta udara.

Erdogan juga menyerukan agar pengucilan terhadap Qatar oleh negara-negara Arab segera dihentikan. Isolasi itu didasarkan pada tuduhan bahwa Qatar mensponsori kelompok ekstremis, teroris, dan sektarian sehingga mengancam stabilitas kawasan.

Erdogan dalam sebuah wawancara dengan Al-Arabiya, saat berkunjung ke Riyadh Februari lalu dengan tegas mengatakan tak menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris karena ia “belum melihat aktivitas bersenjata dari mereka.”

“(Ikhwanul Muslimin) bukan kelompok bersenjata, tapi organisasi ideologis. Kami belum melihat ada tindakan mereka yang mengindikasikan (keterkaitan dengan terorisme). Jika mereka terkait terorisme, tentu tak akan ada toleransi untuk Ikhwanul Muslimin di Turki,” ujar Erdogan di Riyadh.

“Jika mereka diperlakukan sebagai teroris, saya yakin itu bukan hal yang tepat untuk dilakukan,” imbuh Erdogan.

Soal Ikhwanul Muslimin itulah yang ikut memengaruhi keputusan kritis Turki untuk membantu Qatar. Sebab, bukan tak mungkin di masa depan Turki pun akan ikut di-Qatar-kan oleh Aliansi Saudi yang didukung kuat Amerika Serikat yang bisa berujung pada upaya untuk kembali menjungkalkan Erdogan.

Semua tudingan yang dikemukakan Raja Saudi dan Presiden AS saat menyatakan Qatar sebagai “pendukung terorisme” dapat dengan mudah pula diterapkan pada Turki.

Fehim Tastekin jurnalis dan analis kebijakan luar negeri Turki, Kaukasus, Timur Tengah, dan Uni Eropa dalam artikelnya di Al-Monitor Erdogan mengisyaratkan bahwa Turki amat mungkin menjadi target selanjutnya setelah Qatar.

Sama seperti Qatar, Turki selama ini berhubungan baik dengan Ikhwanul Muslimin yang disebut Aliansi Saudi sebagai kelompok teror.

Sadar tak mau diperlakukan serupa Qatar, Erdogan memutuskan mempercepat pengiriman pasukan ke Qatar. Untuk jangka waktu panjang, nantinya bakal dibangun Markas Besar Divisi Taktis Turki-Qatar yang dikomandani oleh seorang jederal besar Qatar dan dibantu seorang brigadir jenderal Turki.

Markas Besar Divisi Taktis direncanakan diisi 500-600 tentara, angka yang amat tinggi dibanding jumlah personel militer Turki di Qatar yang kini hanya 95 orang. Dengan UU baru tersebut Turki bisa melatih sekitar 4.000 orang polisi militer Qatar.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...