Monday, 23 July 2018 | 04.44 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Alasan Turki Pasang Badan untuk Qatar, Isyarat Jadi Target Berikutnya ?

Alasan Turki Pasang Badan untuk Qatar, Isyarat Jadi Target Berikutnya ?

Sunday, 11 June 2017 - 15:14 WIB

IMG-4539

Recep Tayyip Erdogan dan Emir Qatar Syeikh Thamim (Al--Arabiaya)

Jakarta, kini.co.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan nampaknya sadar ditengah semua negara kawasan teluk memilih memusuhi dan meninggalkan Qatar justru sikap sebaliknya memutuskan untuk “melindungi” Qatar.

“Ada orang-orang yang tidak nyaman ketika kami berdiri dekat saudara laki-laki kami, Qatar, dan memberi mereka makanan. Saya minta maaf, kami akan terus memberi Qatar dukungan apapun. Sampai saat ini kami belum melihat Qatar memberikan dukungan terhadap teror,” tegas Erdogan di Ankara, Turki, Jumat (9/6).

Pernyataan Erdogan terkesan seperti menantang Aliansi Saudi yang kini mengisolasi Qatar dengan pemutusan hubungan diplomatik dan blokade darat, laut, serta udara.

Erdogan juga menyerukan agar pengucilan terhadap Qatar oleh negara-negara Arab segera dihentikan. Isolasi itu didasarkan pada tuduhan bahwa Qatar mensponsori kelompok ekstremis, teroris, dan sektarian sehingga mengancam stabilitas kawasan.

Erdogan dalam sebuah wawancara dengan Al-Arabiya, saat berkunjung ke Riyadh Februari lalu dengan tegas mengatakan tak menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris karena ia “belum melihat aktivitas bersenjata dari mereka.”

“(Ikhwanul Muslimin) bukan kelompok bersenjata, tapi organisasi ideologis. Kami belum melihat ada tindakan mereka yang mengindikasikan (keterkaitan dengan terorisme). Jika mereka terkait terorisme, tentu tak akan ada toleransi untuk Ikhwanul Muslimin di Turki,” ujar Erdogan di Riyadh.

“Jika mereka diperlakukan sebagai teroris, saya yakin itu bukan hal yang tepat untuk dilakukan,” imbuh Erdogan.

Soal Ikhwanul Muslimin itulah yang ikut memengaruhi keputusan kritis Turki untuk membantu Qatar. Sebab, bukan tak mungkin di masa depan Turki pun akan ikut di-Qatar-kan oleh Aliansi Saudi yang didukung kuat Amerika Serikat yang bisa berujung pada upaya untuk kembali menjungkalkan Erdogan.

Semua tudingan yang dikemukakan Raja Saudi dan Presiden AS saat menyatakan Qatar sebagai “pendukung terorisme” dapat dengan mudah pula diterapkan pada Turki.

Fehim Tastekin jurnalis dan analis kebijakan luar negeri Turki, Kaukasus, Timur Tengah, dan Uni Eropa dalam artikelnya di Al-Monitor Erdogan mengisyaratkan bahwa Turki amat mungkin menjadi target selanjutnya setelah Qatar.

Sama seperti Qatar, Turki selama ini berhubungan baik dengan Ikhwanul Muslimin yang disebut Aliansi Saudi sebagai kelompok teror.

Sadar tak mau diperlakukan serupa Qatar, Erdogan memutuskan mempercepat pengiriman pasukan ke Qatar. Untuk jangka waktu panjang, nantinya bakal dibangun Markas Besar Divisi Taktis Turki-Qatar yang dikomandani oleh seorang jederal besar Qatar dan dibantu seorang brigadir jenderal Turki.

Markas Besar Divisi Taktis direncanakan diisi 500-600 tentara, angka yang amat tinggi dibanding jumlah personel militer Turki di Qatar yang kini hanya 95 orang. Dengan UU baru tersebut Turki bisa melatih sekitar 4.000 orang polisi militer Qatar.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Global - Sunday, 10 December 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...
Place your ads here...