Jumat, 15 Desember 2017 | 23.10 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Alasan Turki Pasang Badan untuk Qatar, Isyarat Jadi Target Berikutnya ?

Alasan Turki Pasang Badan untuk Qatar, Isyarat Jadi Target Berikutnya ?

Minggu, 11 Juni 2017 - 15:14 WIB

IMG-4539

Recep Tayyip Erdogan dan Emir Qatar Syeikh Thamim (Al--Arabiaya)

Jakarta, kini.co.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan nampaknya sadar ditengah semua negara kawasan teluk memilih memusuhi dan meninggalkan Qatar justru sikap sebaliknya memutuskan untuk “melindungi” Qatar.

“Ada orang-orang yang tidak nyaman ketika kami berdiri dekat saudara laki-laki kami, Qatar, dan memberi mereka makanan. Saya minta maaf, kami akan terus memberi Qatar dukungan apapun. Sampai saat ini kami belum melihat Qatar memberikan dukungan terhadap teror,” tegas Erdogan di Ankara, Turki, Jumat (9/6).

Pernyataan Erdogan terkesan seperti menantang Aliansi Saudi yang kini mengisolasi Qatar dengan pemutusan hubungan diplomatik dan blokade darat, laut, serta udara.

Erdogan juga menyerukan agar pengucilan terhadap Qatar oleh negara-negara Arab segera dihentikan. Isolasi itu didasarkan pada tuduhan bahwa Qatar mensponsori kelompok ekstremis, teroris, dan sektarian sehingga mengancam stabilitas kawasan.

Erdogan dalam sebuah wawancara dengan Al-Arabiya, saat berkunjung ke Riyadh Februari lalu dengan tegas mengatakan tak menganggap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris karena ia “belum melihat aktivitas bersenjata dari mereka.”

“(Ikhwanul Muslimin) bukan kelompok bersenjata, tapi organisasi ideologis. Kami belum melihat ada tindakan mereka yang mengindikasikan (keterkaitan dengan terorisme). Jika mereka terkait terorisme, tentu tak akan ada toleransi untuk Ikhwanul Muslimin di Turki,” ujar Erdogan di Riyadh.

“Jika mereka diperlakukan sebagai teroris, saya yakin itu bukan hal yang tepat untuk dilakukan,” imbuh Erdogan.

Soal Ikhwanul Muslimin itulah yang ikut memengaruhi keputusan kritis Turki untuk membantu Qatar. Sebab, bukan tak mungkin di masa depan Turki pun akan ikut di-Qatar-kan oleh Aliansi Saudi yang didukung kuat Amerika Serikat yang bisa berujung pada upaya untuk kembali menjungkalkan Erdogan.

Semua tudingan yang dikemukakan Raja Saudi dan Presiden AS saat menyatakan Qatar sebagai “pendukung terorisme” dapat dengan mudah pula diterapkan pada Turki.

Fehim Tastekin jurnalis dan analis kebijakan luar negeri Turki, Kaukasus, Timur Tengah, dan Uni Eropa dalam artikelnya di Al-Monitor Erdogan mengisyaratkan bahwa Turki amat mungkin menjadi target selanjutnya setelah Qatar.

Sama seperti Qatar, Turki selama ini berhubungan baik dengan Ikhwanul Muslimin yang disebut Aliansi Saudi sebagai kelompok teror.

Sadar tak mau diperlakukan serupa Qatar, Erdogan memutuskan mempercepat pengiriman pasukan ke Qatar. Untuk jangka waktu panjang, nantinya bakal dibangun Markas Besar Divisi Taktis Turki-Qatar yang dikomandani oleh seorang jederal besar Qatar dan dibantu seorang brigadir jenderal Turki.

Markas Besar Divisi Taktis direncanakan diisi 500-600 tentara, angka yang amat tinggi dibanding jumlah personel militer Turki di Qatar yang kini hanya 95 orang. Dengan UU baru tersebut Turki bisa melatih sekitar 4.000 orang polisi militer Qatar.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...