Selasa, 22 Agustus 2017 | 17.59 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Terseret Krisis Qatar, Al Jazeera Tegaskan Akan Tetap Independen

Terseret Krisis Qatar, Al Jazeera Tegaskan Akan Tetap Independen

Reporter : Fauzan | Kamis, 8 Juni 2017 - 22:12 WIB

IMG-4537

Al-Jazeera Media Network (Independent)

Doha, kini.co.id – Al Jazeera Media Network mengaku akan tetap mempertahankan independensi editorialnya meskipun krisis Qatar telah menyeretnya sehingga diboikot Arab Saudi. Media yang berbasis di Doha tersebut menegaskan bahwa tugas mereka adalah melaporkan dan tidak akan ikut campur dalam urusan negara.

“Semua pembicaraan tentang campur tangan Al Jazeera dalam urusan negara lain adalah omong kosong. Kami tidak mengganggu urusan siapa pun. Kami hanya melaporkan,” ungkap Mostefa Souag, Diretur Jenderal Jaringan Penyiaran yang berpusat di Doha, Qatar Kamis (08/06) seperti dikutip Reuters.

“Jika kami membawa narasumber yang menentang pemerintahan tertentu, apakah itu artinya kami menganggu urusan negara? Tidak. Kebijakan editorial Al Jazeera akan terus berlanjut terlepas dari apa yang terjadi saat ini,” sambungnya.

Jaringan media yang didanai oleh Qatar ini ikut terseret dalam perselisihan antara Arab Saudi bersama sejumlah negara lainnya terhadap Qatar. Dimana Arab Saudi memutuskan untuk mencabut izin dan menutup kantor berita itu di negaranya.

Selain itu, Saudi juga menghimbau kepada seluruh warganya yang bekerja di Al Jazeera untuk segera keluar. Keputusan itu datang setelah pemerintah Saudi, UEA, Bahrain, Mesir dan Yaman memutus hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar. Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok teroris dan mengancam stabilitas negara-negara Arab.

Al Jazeera pertama kali didirikan di Doha pada tahun 1996 sebagai bagian dari upaya Qatar untuk memperbaiki kekuatan ekonominya menjadi pengaruh politik. Al Jazeera sukses meraup jutaan pemirsa di seluruh dunia dengan menanyangkan debat tanpa sensor yang jarang ditayangkan oleh media-media pada umumnya.

Kendati demikian, Al Jazeera juga memancing curiga di sejumlah negara. Pasalnya, tidak sedikit narasumber atau kelompok tertentu yang ditetapkan sebagai teroris oleh negara barat justru diberi panggung oleh Al Jazeera.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tercemar Limbah, Anjing di India jadi Biru dan Buta
Peristiwa - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 11:32 WIB

Tercemar Limbah, Anjing di India jadi Biru dan Buta

Limbah beracun bisa berdampak buruh bahkan mematikan bagi makhluk hidup di sekitarnya.Di Mumbai India, anjing-anjing liar berubah menjadi warna biru.Perubahan ...
Pendapatan Alibaba Kuartal II Capai 50,1 Miliar Yuan
Finance - Jumat, 18 Agustus 2017 - 13:32 WIB

Pendapatan Alibaba Kuartal II Capai 50,1 Miliar Yuan

Raksasa e-commerce asal China mengalahkan perkiraan analis dengan kenaikan pendapatan kuartal keduanya yang cukup fantastis. Diilansir dari Reuters pada Jumat ...
Diserang Teroris, Begini Duka Neymar untuk Barcelona
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 10:02 WIB

Diserang Teroris, Begini Duka Neymar untuk Barcelona

Insiden yang menewaskan belasan orang di Barcelona membuat banyak pihak prihatin.Salahsatunya dari penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar da Silva.Pesepakbola itu ...
ISIS Teror Barcelona, 13 Orang Tewas
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 08:33 WIB

ISIS Teror Barcelona, 13 Orang Tewas

Sebuah van melaju kencang dan menabrak ratusan orang di jalanan Barcelona, Spanyol, Kamis (17/8/2017) waktu Barcelona.Van tersebut diduga sengaja menabrak ...
Paska Serangan Van, Spanyol Perketat Keamanan
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 07:12 WIB

Paska Serangan Van, Spanyol Perketat Keamanan

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan, Kamis, ia akan mengkoordinasikan upaya untuk memperketat pengamanan setelah serangan maut menggunakan mobil van ...
Mobil Van Tabrak 13 orang Hingga Tewas di Barcelona Diakui Serangan IS
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 06:20 WIB

Mobil Van Tabrak 13 orang Hingga Tewas di Barcelona Diakui Serangan IS

Serangan mobil van yang menabrak kerumunan orang di Las Ramblas, Barcelona, Spanyol, Kamis (17/8) waktu setempat, sebanyak 13 orang dinyatakan ...