Jumat, 15 Desember 2017 | 23.09 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Terseret Krisis Qatar, Al Jazeera Tegaskan Akan Tetap Independen

Terseret Krisis Qatar, Al Jazeera Tegaskan Akan Tetap Independen

Reporter : Fauzan | Kamis, 8 Juni 2017 - 22:12 WIB

IMG-4537

Al-Jazeera Media Network (Independent)

Doha, kini.co.id – Al Jazeera Media Network mengaku akan tetap mempertahankan independensi editorialnya meskipun krisis Qatar telah menyeretnya sehingga diboikot Arab Saudi. Media yang berbasis di Doha tersebut menegaskan bahwa tugas mereka adalah melaporkan dan tidak akan ikut campur dalam urusan negara.

“Semua pembicaraan tentang campur tangan Al Jazeera dalam urusan negara lain adalah omong kosong. Kami tidak mengganggu urusan siapa pun. Kami hanya melaporkan,” ungkap Mostefa Souag, Diretur Jenderal Jaringan Penyiaran yang berpusat di Doha, Qatar Kamis (08/06) seperti dikutip Reuters.

“Jika kami membawa narasumber yang menentang pemerintahan tertentu, apakah itu artinya kami menganggu urusan negara? Tidak. Kebijakan editorial Al Jazeera akan terus berlanjut terlepas dari apa yang terjadi saat ini,” sambungnya.

Jaringan media yang didanai oleh Qatar ini ikut terseret dalam perselisihan antara Arab Saudi bersama sejumlah negara lainnya terhadap Qatar. Dimana Arab Saudi memutuskan untuk mencabut izin dan menutup kantor berita itu di negaranya.

Selain itu, Saudi juga menghimbau kepada seluruh warganya yang bekerja di Al Jazeera untuk segera keluar. Keputusan itu datang setelah pemerintah Saudi, UEA, Bahrain, Mesir dan Yaman memutus hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar. Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok teroris dan mengancam stabilitas negara-negara Arab.

Al Jazeera pertama kali didirikan di Doha pada tahun 1996 sebagai bagian dari upaya Qatar untuk memperbaiki kekuatan ekonominya menjadi pengaruh politik. Al Jazeera sukses meraup jutaan pemirsa di seluruh dunia dengan menanyangkan debat tanpa sensor yang jarang ditayangkan oleh media-media pada umumnya.

Kendati demikian, Al Jazeera juga memancing curiga di sejumlah negara. Pasalnya, tidak sedikit narasumber atau kelompok tertentu yang ditetapkan sebagai teroris oleh negara barat justru diberi panggung oleh Al Jazeera.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...