Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.52 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Hubungi Lima Menlu Timteng, Pemerintah Indonesia Minta Untuk Saling Tahan Diri

Hubungi Lima Menlu Timteng, Pemerintah Indonesia Minta Untuk Saling Tahan Diri

Reporter : M. Zaki | Rabu, 7 Juni 2017 - 19:55 WIB

IMG-4535

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengaku sudah menghubungi menteri-menteri luar negeri Timur Tengah (Timteng) dalam membahas perkembangan di kawasan itu terkait adanya pemutusan hubungan diplomatic sejumlah negara Arab dengan Qatar.

“Saya membahas dengan para Menlu Timur Tengah mengenai perkembangan kawasan dan menyampaikan pandangan serta kesiapan Indonesia untuk berkontribusi,” kata Retno melalui dalam siaran pers kepada wartawan, Rabu (7/6).

Adapun yang dihubungi Retno via telepon adalah Menlu Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Turki dan Iran. Indonesia kata Retno menyampaikan keprihatinannya mengenai perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.

Dalam komunikasi tersebut, Retno juga meminta negara-negara di Timur Tengah menahan diri dan mengambil langkah untuk mengurangi ketegangan.

Retno menyampaikan Pemerintah Indonesia mengharapkan negara-negara yang secara langsung terlibat dalam ketegangan politik di Timur Tengah untuk mengedepankan dialog dan rekonsiliasi dalam menyelesaikan masalah.

“Kita juga sampaikan Indonesia siap berkontribusi dalam hal dialog dan rekonsiliasi,” kata Retno.

Pemerintah Indonesia kembali menekankan agar semua negara menghormati prinsip hubungan internasional, seperti saling menghormati kedaulatan masing-masing negara dan tidak ikut campur urusan dalam negeri negara lain.

Sementara itu menurut laporan Dubes RI di Qatar Muhamad Basri Sidehabi menyampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih normal. Ketersediaan bahan makanan dan barang di supermarket dan toko juga masih normal.

Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan kelompok kelompok WNI di Doha untuk memastikan kondisi WNI dan menyampaikan kesiapan KBRI untuk memberikan perlindungan.

Dalam rangka meningkatkan perlindungan tersebut, telah dibentuk Satgas khusus.

“Saya harapkan WNI di Qatar untuk segera melakukan komunikasi dengan KBRI jika membutuhkan bantuan,” tutur Menlu Retno.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...