Kamis, 14 Desember 2017 | 15.08 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Polri Sebut 7 WNI Bergabung Kelompok Maute di Marawai

Polri Sebut 7 WNI Bergabung Kelompok Maute di Marawai

Reporter : Fauzan | Rabu, 31 Mei 2017 - 19:05 WIB

IMG-4526

Tentara Filipina mengarahkan senjata ke arah kubu kelompok Maute di Marawi City pada Filipina selatan 30/5/2017(REUTERS / Erik De Castro)

Jakarta, kini.co.id – Merilis laporan Philipine National Police (PNP), Markas Besar Polri menyebutkan ada sekitar tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) diduga terlibat konflik bersenjata dengan Kelompok Maute di Kota Marawi, Provinsi Lanao del Sur, Pulau Mindanao, Filipina.

“Kepolisian Filipina melaporkan ada tujuh WNI yang patut diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Kota Marawi, Filipina,” kata Kabagpenum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta (31/5) seperti dikutip Antara.

Martinus mengatakan otoritas Filipina melalui Kepolisian Nasional Filipina (PNP) merilis nama tujuh WNI yang diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Filipina.

Nama-nama ini kemudian diserahkan kepada Atase Kepolisian di Manila yang kemudian diserahkan ke Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

Ketujuh WNI tersebut masuk ke Negara Filipina secara legal. Martinus memerinci nama-nama dari tujuh terduga teroris asal Indonesia di Marawi itu ialah Al Ikhwan Yushel, Yayat Hidayat Tarli, Anggara Suprayogi, Yoki Pratama Windyarto, Moch. Jaelani Firdaus, Muhamad Gufron, dan Muhammad Ilham Syahputra.

Ketujuh WNI itu masuk ke wilayah Filipina secara terpisah. Mereka tercatat berangkat ke Filipina pada April dan Maret 2017 dalam waktu berbeda-beda.

Ia juga mencatat ada satu terduga teroris asal Indonesia yang dikabarkan tewas di Marawi tapi belum ditemukan jasadnya.

“Saudara Muhammad Ilham Syahputra diduga telah tewas dalam pertempuran di Marawi. Tapi sampai sekarang belum ditemukan jasadnya,” kata Martinus.

Hingga kini belum ada informasi yang memastikan tujuh WNI tersebut masih di Marawi atau tidak. “Keberadaan mereka masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut,” kata Martinus.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menyatakan angkatan bersenjata dan kepolisian Filipina telah menyetujui proses evakuasi 16 warga negara Indonesia (WNI) dari Marawi.

Ke enam belas WNI tersebut merupakan Jama’ah Tablig yang tengah melakukan khuruj di Filipina.

“(Armed Forces of the Philippines) AFP, armed forces, dan PNP (Philippine National Police), polisinya, akan memberikan save conduct pass pada tim evakuasi,” kata Retno di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.

Retno mengungkapkan AFP dan PNP akan menyiagakan pasukan di sepanjang rute evakuasi.

“Jadi kita juga mengajukan permohonan bantuan escort. Tim evakuasi sekarang sedang merencanakan rute-rute yang akan dilalui,” kata Retno.

Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi akan melalui dua bagian, pertama dari jalur Iligan-Marantau dan kemudian menuju ke Bandara Cagayan De Oro. Bagian keduanya dari jalur Sultan Naga Dimaporo, Pagadian City, Iligan City. Para WNI itu akan didampingi tiga orang dari Tim Evakuasi Indonesia.

Para militan asing diduga banyak yang mendatangi Kota Marawi untuk bergabung dengan kelompok Maute dan Abu Sayyaf pimpinan Isnilon Hapilon yang selama sepekan belakangan bertempur dengan angkatan bersenjata Filipina. Maute dan Abu Sayyaf mendeklarasikan kelompoknya sebagai pendukung ISIS di Filipina.

Seorang sumber intelijen Filipina, yang dikutip Reuters, mengatakan bahwa ada 400-500 militan di Kota Marawi. Di antara mereka, ada 40 orang yang datang dari luar negeri, termasuk dari negara-negara Timur Tengah.

Sumber yang sama juga mengungkapkan mereka bukan hanya dari Indonesia, tetapi dari Malaysia, Pakistan, Arab Saudi, Chechnya, Yaman, India, Maroko, dan Turki.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...