Sabtu, 24 Februari 2018 | 00.44 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Polri Sebut 7 WNI Bergabung Kelompok Maute di Marawai

Polri Sebut 7 WNI Bergabung Kelompok Maute di Marawai

Reporter : Fauzan | Rabu, 31 Mei 2017 - 19:05 WIB

IMG-4526

Tentara Filipina mengarahkan senjata ke arah kubu kelompok Maute di Marawi City pada Filipina selatan 30/5/2017(REUTERS / Erik De Castro)

Jakarta, kini.co.id – Merilis laporan Philipine National Police (PNP), Markas Besar Polri menyebutkan ada sekitar tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) diduga terlibat konflik bersenjata dengan Kelompok Maute di Kota Marawi, Provinsi Lanao del Sur, Pulau Mindanao, Filipina.

“Kepolisian Filipina melaporkan ada tujuh WNI yang patut diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Kota Marawi, Filipina,” kata Kabagpenum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta (31/5) seperti dikutip Antara.

Martinus mengatakan otoritas Filipina melalui Kepolisian Nasional Filipina (PNP) merilis nama tujuh WNI yang diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Filipina.

Nama-nama ini kemudian diserahkan kepada Atase Kepolisian di Manila yang kemudian diserahkan ke Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

Ketujuh WNI tersebut masuk ke Negara Filipina secara legal. Martinus memerinci nama-nama dari tujuh terduga teroris asal Indonesia di Marawi itu ialah Al Ikhwan Yushel, Yayat Hidayat Tarli, Anggara Suprayogi, Yoki Pratama Windyarto, Moch. Jaelani Firdaus, Muhamad Gufron, dan Muhammad Ilham Syahputra.

Ketujuh WNI itu masuk ke wilayah Filipina secara terpisah. Mereka tercatat berangkat ke Filipina pada April dan Maret 2017 dalam waktu berbeda-beda.

Ia juga mencatat ada satu terduga teroris asal Indonesia yang dikabarkan tewas di Marawi tapi belum ditemukan jasadnya.

“Saudara Muhammad Ilham Syahputra diduga telah tewas dalam pertempuran di Marawi. Tapi sampai sekarang belum ditemukan jasadnya,” kata Martinus.

Hingga kini belum ada informasi yang memastikan tujuh WNI tersebut masih di Marawi atau tidak. “Keberadaan mereka masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut,” kata Martinus.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menyatakan angkatan bersenjata dan kepolisian Filipina telah menyetujui proses evakuasi 16 warga negara Indonesia (WNI) dari Marawi.

Ke enam belas WNI tersebut merupakan Jama’ah Tablig yang tengah melakukan khuruj di Filipina.

“(Armed Forces of the Philippines) AFP, armed forces, dan PNP (Philippine National Police), polisinya, akan memberikan save conduct pass pada tim evakuasi,” kata Retno di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.

Retno mengungkapkan AFP dan PNP akan menyiagakan pasukan di sepanjang rute evakuasi.

“Jadi kita juga mengajukan permohonan bantuan escort. Tim evakuasi sekarang sedang merencanakan rute-rute yang akan dilalui,” kata Retno.

Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi akan melalui dua bagian, pertama dari jalur Iligan-Marantau dan kemudian menuju ke Bandara Cagayan De Oro. Bagian keduanya dari jalur Sultan Naga Dimaporo, Pagadian City, Iligan City. Para WNI itu akan didampingi tiga orang dari Tim Evakuasi Indonesia.

Para militan asing diduga banyak yang mendatangi Kota Marawi untuk bergabung dengan kelompok Maute dan Abu Sayyaf pimpinan Isnilon Hapilon yang selama sepekan belakangan bertempur dengan angkatan bersenjata Filipina. Maute dan Abu Sayyaf mendeklarasikan kelompoknya sebagai pendukung ISIS di Filipina.

Seorang sumber intelijen Filipina, yang dikutip Reuters, mengatakan bahwa ada 400-500 militan di Kota Marawi. Di antara mereka, ada 40 orang yang datang dari luar negeri, termasuk dari negara-negara Timur Tengah.

Sumber yang sama juga mengungkapkan mereka bukan hanya dari Indonesia, tetapi dari Malaysia, Pakistan, Arab Saudi, Chechnya, Yaman, India, Maroko, dan Turki.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...