Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.46 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Pelaku Bom Manchester Salman Ramadan Abedi

Pelaku Bom Manchester Salman Ramadan Abedi

Reporter : M. Zaki | Rabu, 24 Mei 2017 - 08:54 WIB

IMG-4520

Polisi Inggris mengamankan lokasi bom di Manchester (The Guardian)

Manchester, kini.co.id – Pihak kepolisian Manchester memastikan, Salman Ramadan Abedi (22) merupakan pelaku serangan bom bunuh diri yang menewaskan 22 orang dan melukai 59 lainnya di konser Ariana Grande, Manchester Arena.

Abedi yang diketahui warga keturunan Libya tinggal di Manchester itu sepak terjangnya tidak masuk dalam investigasi polisi yang dianggap tidak berbahaya.

Seperti dikutip The Guardian, latar belakang Abedi mirip dengan pelaku penyerangan di Westminister, Khalid Masood. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan apakah Abedi bekerja sendiri atau merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas yang membantunya dengan bom tersebut.

Meski ISIS mengaku bertanggung jawab, polisi tidak menemukan bukti untuk mendukung hal itu.

Bahkan sebelum Abedi diberi nama, beberapa anggota komunitas Libya Manchester Selatan bertanya-tanya apakah pembom bunuh diri itu salah satu dari mereka.

Mungkin salah satu pemuda yang telah bertempur di Libya selama revolusi 2011, beberapa di antaranya pulang ke rumah dengan trauma dan kemarahan.

Namun tampaknya tidak ada yang menduga bahwa Abedi yang lahir di Inggris tak pernah ke Libya adalah pelakunya. Terlebih ia adalah seorang pemuda yang taat dan sangat menghormati orangtuanya. Tak bisa dibayangkan pemuda shaleh itu akan menjadi pembunuh massal.

“Salman? Saya merasa tercengang dengan ini, ” kata salah satu anggota komunitas Libya di Manchester kepada Guardian.

“Dia adalah anak yang pendiam, selalu sangat menghormati saya. Saudaranya Ismail keluar, tapi Salman sangat pendiam. Dia seperti orang yang tidak mungkin melakukan ini. ”

Salman dan kakaknya Ismail beribadah di Masjid Didsbury di mana ayah mereka yang dikenal dengan Abu Ismail dianggap sebagai orang terpandang di komunitas Libya ini. Dia adalah muadzin masjid itu. Suara adzan-nya merdu sekali. Anak-anaknya dia ajari membaca Alquran dari hati.

“Abu Ismail pasti hancur hatinya. Dia sangat menentang ideologi jihadi dan menurut dia ISIS bukan jihad, melainkan kriminal. Keluarga ini pasti terpukul sekali,” kata si warga komunitas Libya di Manchester itu.

Abu Ismail Abedi yang bekerja di Manchester berasal dari Tripoli. Dari istrinya, Samia, dia masih memilik seorang anak lelaki lagi bernama Hashem dan seorang anak perempuan, Jomana.

“Tidak mungkin (Salman Abedi] teradikalisasi di Tripoli. Pasti itu terjadi di sini (Manchester). Pasti ada orang yang mempengaruhinya,”

“Tapi apa yang dia lakukan, membunuh semua orang itu? Pasti ada seseorang yang mempengaruhinya. Ini sungguh mengerikan,” ucapnya.

Mohammed Saeed, tokoh senior Masjid Didsbury dan Islamic Center, mengatakan bahwa Salman Abedi menunjukan rasa tidak suka terhadap dirinya setelah dia memberikan sebuah khotbah yang mengkritik ISIS dan Ansar al-Syariah di Libya.

Saeed mengatakan bahwa dia memberikan khotbah agar melawan terorisme dan tentang kesucian hidup pada tahun 2015.

“Salman menunjukkan tak suka setelah khotbah itu,” katanya.

Seperti diketahui, Masjid Didsbury, merupakan berkumpulnya umat Islam moderat dari Arabia, Afrika, Asia dan Eropa. Masjid itu baru-baru ini membimbing non muslim yang baru masuk Islam dan mengadakan menggelar bimbingan seminggu sekali untuk non-Muslim untuk belajar lebih banyak tentang masjid tersebut.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...