Selasa, 16 Oktober 2018 | 18.55 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Pemilu Prancis, Marcon Unggul Atas Le Pen

Pemilu Prancis, Marcon Unggul Atas Le Pen

Senin, 8 Mei 2017 - 02:27 WIB

IMG-4517

Kandidat presiden Prancis Emmanuel Macron (Reuters)

Paris, kini.co.id – Kandidat presiden Prancis Emmanuel Macron unggul dalam pemilihan umum putaran kedua di negara itu yang digelar Minggu, (7/5).

Dalam sejumlah survei menyatakan pendiri gerakan politik independen En Marche itu sebagai pemenang.

Ada tiga lembaga survei yang melakukan penghitungan suara secara cepat setelah tempat pemungutan suara ditutup pukul 8 malam waktu setempat menyatakan Macron unggul dari saingannya, Marine Le Pen.

Macron mendapatkan 65 persen suara dibanding kandidat dari partai sayap kanan Front Nasional tersebut.

Dengan keunggulannya itu, Macron hampir dipastikan secara resmi menjadi presiden termuda di Prancis.

Pria berusia 39 tahun itu sebelumnya telah unggul dalam sejumlah debat dan mendapat dukungan dari komunitas masyarakat beragama, khususnya Islam.

Mantan bankir investasi dan menteri keuangan Prancis itu kerap disebut memiliki pandangan lebih baik dalam mengatasi sejumlah isu-isu yang menjadi masalah utama negara.

Macron dianggap memiliki rencana terbaik untuk kemajuan negara melalui visi dan misi yang memukau, diantaranya dalam mengurangi tingkat pengangguran negara itu.

Selain itu, ia juga menilai rencana saingannya Le Pen untuk meninggalkan mata uang Euro dan kembali menggunakan mata uang Franc sebagai sesuatu yang sangat fatal. Macron juga menjawab upaya penanggulangan terorisme, seperti dikutip Reuters.

Ia mengatakan kejahatan itu menjadi salah satu prioritas yang harus ditangani dengan baik jika ia terpilih. Macron menilai cara yang ditawarkan Le Pen dalam menangani kejahatan itu hanya akan memicu perang saudara.

Sebelumnya, Le Pen mengatakan bahwa Macron bersikap terlalu tenang untuk mengatasi terorisme. Ia menilai saingannya itu tidak memiliki rencana menghadapi fundamentalisme Islam yang mungkin sangat berbahaya.

Dalam sebuah kesempatan, Macron juga menyampaikan kepada pendukungnya bahwa pemimpin seharusnya dapat membawa Prancis dalam keragaman yang saling toleransi. Ia juga menekankan bahwa kejahatan terorisme bukan berarti terkait dengan fundalisme Islam.

Le Pen selama ini dikenal menentang segala bentuk multikulturisme. Ia dengan tegas melihat seluruh simbol dan atribut agama yang dianggap bertentangan dengan sistem sekularisme yang diterapkan Prancis.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:22 WIB

Bukan Jadi Duta, Selebriti Cina Ini Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seorang selebriti online di Cina ditahan gegara dianggap menghina lagu kebangsaan. Wanita cantik bernama Yang Kaili itu ditahan selama 5 ...
Peristiwa - Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Seorang wanita tewas jatuh dari lantai 27 saat selfie

SANDRA Manuela, perempuan asal Panama, tewas terjatuh dari lantai 27 sebuah apartemen di Panama. Dia tewa ketika hendak berswafoto (selfie). ...
- Senin, 15 Oktober 2018 - 16:01 WIB

Kerajaan Inggris Umumkan Kehamilan Meghan Markle

Keluarga kerajaan Inggris tengah diselimuti perasaan bahagia. Pasalnya Meghan Markle, Istri dari Pangeran Harry sedang mengandung buah hati pertamanya.Kabar bahagia ...
Global - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Hadiri Pernikahan Putri Eugenie, Sepatu Bolong Pangeran Harry jadi Sorotan

Pernikahan kerajaan (royal wedding) di Inggris memang selalu menjadi sorotan dunia. Hari ini, pernikahan Putri Eugenie of York menikah dengan ...
Finance - Kamis, 11 Oktober 2018 - 15:52 WIB

Terkaya di Cina, Berapa Harta Jack Ma?

Hurun China Rich List menempatkan CEO Alibaba Group Jack Ma sebagai orang paling kaya di Cina.Dilansir dari CRI, radio resmi ...
Finance - Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:23 WIB

Hari ketiga Konferensi IMF-WB diwarnai pertemuan BI-FED

Rangkaian pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank 2018 di Bali telah memasuki hari ketiga. Banyak seminar dan diskusi yang ...