Kamis, 17 Januari 2019 | 01.12 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Pemilu Prancis, Marcon Unggul Atas Le Pen

Pemilu Prancis, Marcon Unggul Atas Le Pen

Senin, 8 Mei 2017 - 02:27 WIB

IMG-4517

Kandidat presiden Prancis Emmanuel Macron (Reuters)

Paris, kini.co.id – Kandidat presiden Prancis Emmanuel Macron unggul dalam pemilihan umum putaran kedua di negara itu yang digelar Minggu, (7/5).

Dalam sejumlah survei menyatakan pendiri gerakan politik independen En Marche itu sebagai pemenang.

Ada tiga lembaga survei yang melakukan penghitungan suara secara cepat setelah tempat pemungutan suara ditutup pukul 8 malam waktu setempat menyatakan Macron unggul dari saingannya, Marine Le Pen.

Macron mendapatkan 65 persen suara dibanding kandidat dari partai sayap kanan Front Nasional tersebut.

Dengan keunggulannya itu, Macron hampir dipastikan secara resmi menjadi presiden termuda di Prancis.

Pria berusia 39 tahun itu sebelumnya telah unggul dalam sejumlah debat dan mendapat dukungan dari komunitas masyarakat beragama, khususnya Islam.

Mantan bankir investasi dan menteri keuangan Prancis itu kerap disebut memiliki pandangan lebih baik dalam mengatasi sejumlah isu-isu yang menjadi masalah utama negara.

Macron dianggap memiliki rencana terbaik untuk kemajuan negara melalui visi dan misi yang memukau, diantaranya dalam mengurangi tingkat pengangguran negara itu.

Selain itu, ia juga menilai rencana saingannya Le Pen untuk meninggalkan mata uang Euro dan kembali menggunakan mata uang Franc sebagai sesuatu yang sangat fatal. Macron juga menjawab upaya penanggulangan terorisme, seperti dikutip Reuters.

Ia mengatakan kejahatan itu menjadi salah satu prioritas yang harus ditangani dengan baik jika ia terpilih. Macron menilai cara yang ditawarkan Le Pen dalam menangani kejahatan itu hanya akan memicu perang saudara.

Sebelumnya, Le Pen mengatakan bahwa Macron bersikap terlalu tenang untuk mengatasi terorisme. Ia menilai saingannya itu tidak memiliki rencana menghadapi fundamentalisme Islam yang mungkin sangat berbahaya.

Dalam sebuah kesempatan, Macron juga menyampaikan kepada pendukungnya bahwa pemimpin seharusnya dapat membawa Prancis dalam keragaman yang saling toleransi. Ia juga menekankan bahwa kejahatan terorisme bukan berarti terkait dengan fundalisme Islam.

Le Pen selama ini dikenal menentang segala bentuk multikulturisme. Ia dengan tegas melihat seluruh simbol dan atribut agama yang dianggap bertentangan dengan sistem sekularisme yang diterapkan Prancis.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...