Jumat, 15 Desember 2017 | 23.09 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Erdogan akan Bertemu dengan Donald Trump

Erdogan akan Bertemu dengan Donald Trump

Reporter : Ade Pane | Sabtu, 22 April 2017 - 14:55 WIB

IMG-4513

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Ist)

TURKI, kini.co.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bakal bertemu dengan Presiden Amerika Donald Trump dan kunjungan ke sejumlah negara. Kunjungan itu guna merehabilitasi citra publik pasca referendum kontroversial

Dalam jadwalnya, Erdogan akan bergerak ke Cina, Rusia, India juga Amerika Serikat. Pengumuman itu muncul dari info grafis yang diterbitkan Badan Anadolu yang dikelola Negara.

Sebelumnya, dikabarkan, kunjungan Erdogan dimulai pada Minggu (30/4) ke India untuk bertemu dengan pemimpin senior disana. Kemudian, Erdogan akan berjumpa dengan presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi.

Dewan pengawas pemilu Turki menyebutkan upaya Endorgan untuk mengubah pemerintah Turki dari sistem parlemen menjadi sistem presidensil, memberinya wewenang memperluas dan menghilangkan jabatan perdana menteri.

Minggu (16/4) kemarin, dari perhitungan suara sementara, sebanyak 51,4 persen pemilih menyatakan setuju, dan 48,63 menyatakan tidak setuju. Interaksi terakhir antara Trump dan Endorgan terjadi pada Minggu kemarin, ketika mereka berkomunikasi via telpon, membahas tentang perang sipil Suriah. Presiden Trump pun saat itu sempat mengucapkan selamat atas kemenangan referendum tersebut.

“Saya yakin Trump akan melakukan apa yang gagal dilakukan Obama dalam hal ini,” ucap Erdogan ketika ditanya tentang potensi ekstraski Gulen.

“Pemimpin teroris ini tinggal di sebuah negara, yang merupakan sekutu strategis kami, bukan hanya membuat saya kesal tapi juga bangsa Turki,” ujar Erdogan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...