Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.52 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Erdogan akan Bertemu dengan Donald Trump

Erdogan akan Bertemu dengan Donald Trump

Reporter : Ade Pane | Sabtu, 22 April 2017 - 14:55 WIB

IMG-4513

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Ist)

TURKI, kini.co.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bakal bertemu dengan Presiden Amerika Donald Trump dan kunjungan ke sejumlah negara. Kunjungan itu guna merehabilitasi citra publik pasca referendum kontroversial

Dalam jadwalnya, Erdogan akan bergerak ke Cina, Rusia, India juga Amerika Serikat. Pengumuman itu muncul dari info grafis yang diterbitkan Badan Anadolu yang dikelola Negara.

Sebelumnya, dikabarkan, kunjungan Erdogan dimulai pada Minggu (30/4) ke India untuk bertemu dengan pemimpin senior disana. Kemudian, Erdogan akan berjumpa dengan presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi.

Dewan pengawas pemilu Turki menyebutkan upaya Endorgan untuk mengubah pemerintah Turki dari sistem parlemen menjadi sistem presidensil, memberinya wewenang memperluas dan menghilangkan jabatan perdana menteri.

Minggu (16/4) kemarin, dari perhitungan suara sementara, sebanyak 51,4 persen pemilih menyatakan setuju, dan 48,63 menyatakan tidak setuju. Interaksi terakhir antara Trump dan Endorgan terjadi pada Minggu kemarin, ketika mereka berkomunikasi via telpon, membahas tentang perang sipil Suriah. Presiden Trump pun saat itu sempat mengucapkan selamat atas kemenangan referendum tersebut.

“Saya yakin Trump akan melakukan apa yang gagal dilakukan Obama dalam hal ini,” ucap Erdogan ketika ditanya tentang potensi ekstraski Gulen.

“Pemimpin teroris ini tinggal di sebuah negara, yang merupakan sekutu strategis kami, bukan hanya membuat saya kesal tapi juga bangsa Turki,” ujar Erdogan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...