Sabtu, 24 Juni 2017 | 05.29 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Serangan Amerika ke Suriah Langgar Norma

Serangan Amerika ke Suriah Langgar Norma

Reporter : Ade Pane | Jumat, 7 April 2017 - 19:23 WIB

IMG-4507

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Ist)

MOSKOW, kini.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan serangan rudal Amerika Serikat kepada Pangkalan Militer Suriah di Homs melanggar hukum dan merusak hubungan Washington-Moskow yang mulai membaik di kepemimpinan Presiden Donald Trump.

“Presiden Putin melihat serangan AS ke negara berdaulat melanggar norma hukum internasional,” tulis Kremlin dalam pernyataannya.

Pejabat AS menyatakan, mereka sudah menginformasikan pasukan Rusia sesaat sebelum serangan ditembakkan ke Suriah.

Amerika mengklaim, operasi ini adalah balas dendam atas serangan senjata kimia di Provinsi Idlib pekan ini.

Menurut Amerika, rezim Presiden Bashar al-Assad harus bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan lebih dari 80 orang itu.

Amerika menyebut, citra satelit menunjukkan pangkalan udara Shayrat yang terletak di barat Suriah merupakan ‘rumah’ bagi pasukan Rusia dan helikopter tempur dalam operasi menggempur ISIS dan militan lain.

Tapi tidak markas utama Rusia, pangkalan utama udara Rusia dan fasilitas angkatan laut Moskow di Suriah tidak menjadi target serangan.

“Langkah Washington ini akan merusak hubungan AS dan Rusia,” ujar Kremlin.

Diketahui, Rusia adalah sekutu dekat Presiden Suriah Bashar al-Assad. Rusia juga telah berulangkali memveto resolusi DK PBB yang hendak menyecar Assad.

Putin bahkan menggelar pertemuan Dewan Keamanan Rusia, Jumat tadi guna mendiskusikan serangan itu. Bahkan, kementerian Luar Negeri Rusia juga meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Kemanan Nasional PBB.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
UNICF: Lima Juta Anak Irak Butuh Bantuan Kemanusiaan
Global - Sabtu, 24 Juni 2017 - 02:51 WIB

UNICF: Lima Juta Anak Irak Butuh Bantuan Kemanusiaan

Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) melaporkan lebih dari lima juta anak memerlukan bantuan kemanusiaan mendesak di Irak sementara pertempuran bertambah sengit.Satu ...
Konten Teroris akan Dicabut Google
Global - Senin, 19 Juni 2017 - 11:25 WIB

Konten Teroris akan Dicabut Google

Konten ekstrimis kekerasan di Youtube akan mendapatkan perhatian lebih dari Google. Bahkan konten teroris bakal dicabut. Informasi yang dikumpulkan, Google ...
Sial, Usai Mencuri kena Tato di Jidat
Peristiwa - Rabu, 14 Juni 2017 - 17:46 WIB

Sial, Usai Mencuri kena Tato di Jidat

Seorang senimal asal Sao Paulo, Brasil Ronildo de Araujo (29) membuat seorang pencuri di dalam rumahnya jera. Bagaimana tidak, usai ...
Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan
Politik - Rabu, 14 Juni 2017 - 09:47 WIB

Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdo─čan isolasi dan embargo sejumlah negara kepada Qatar adalah melanggar nilai-nilai Islam. Sehingga Qatar seperti mendapatkan ...
Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan
Politik - Selasa, 13 Juni 2017 - 12:18 WIB

Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan

Presiden Joko Widodo mengklaim telah berbicara langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan membicarakan soal ketegangan sejumlah negara Arab ...
Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia
Global - Selasa, 13 Juni 2017 - 11:27 WIB

Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia

Pemerintah Norwegia akan melarang penggunaan jilbab bercadar di seluruh sekolah. Hal itu terbukti dalam pengusulan undang-undang oleh pemegang kekuasaan.Alasan menjadi ...