Sabtu, 24 Februari 2018 | 00.43 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Serangan Amerika ke Suriah Langgar Norma

Serangan Amerika ke Suriah Langgar Norma

Reporter : Ade Pane | Jumat, 7 April 2017 - 19:23 WIB

IMG-4507

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Ist)

MOSKOW, kini.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan serangan rudal Amerika Serikat kepada Pangkalan Militer Suriah di Homs melanggar hukum dan merusak hubungan Washington-Moskow yang mulai membaik di kepemimpinan Presiden Donald Trump.

“Presiden Putin melihat serangan AS ke negara berdaulat melanggar norma hukum internasional,” tulis Kremlin dalam pernyataannya.

Pejabat AS menyatakan, mereka sudah menginformasikan pasukan Rusia sesaat sebelum serangan ditembakkan ke Suriah.

Amerika mengklaim, operasi ini adalah balas dendam atas serangan senjata kimia di Provinsi Idlib pekan ini.

Menurut Amerika, rezim Presiden Bashar al-Assad harus bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan lebih dari 80 orang itu.

Amerika menyebut, citra satelit menunjukkan pangkalan udara Shayrat yang terletak di barat Suriah merupakan ‘rumah’ bagi pasukan Rusia dan helikopter tempur dalam operasi menggempur ISIS dan militan lain.

Tapi tidak markas utama Rusia, pangkalan utama udara Rusia dan fasilitas angkatan laut Moskow di Suriah tidak menjadi target serangan.

“Langkah Washington ini akan merusak hubungan AS dan Rusia,” ujar Kremlin.

Diketahui, Rusia adalah sekutu dekat Presiden Suriah Bashar al-Assad. Rusia juga telah berulangkali memveto resolusi DK PBB yang hendak menyecar Assad.

Putin bahkan menggelar pertemuan Dewan Keamanan Rusia, Jumat tadi guna mendiskusikan serangan itu. Bahkan, kementerian Luar Negeri Rusia juga meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Kemanan Nasional PBB.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...