Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.44 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Serangan Amerika ke Suriah Langgar Norma

Serangan Amerika ke Suriah Langgar Norma

Reporter : Ade Pane | Jumat, 7 April 2017 - 19:23 WIB

IMG-4507

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Ist)

MOSKOW, kini.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan serangan rudal Amerika Serikat kepada Pangkalan Militer Suriah di Homs melanggar hukum dan merusak hubungan Washington-Moskow yang mulai membaik di kepemimpinan Presiden Donald Trump.

“Presiden Putin melihat serangan AS ke negara berdaulat melanggar norma hukum internasional,” tulis Kremlin dalam pernyataannya.

Pejabat AS menyatakan, mereka sudah menginformasikan pasukan Rusia sesaat sebelum serangan ditembakkan ke Suriah.

Amerika mengklaim, operasi ini adalah balas dendam atas serangan senjata kimia di Provinsi Idlib pekan ini.

Menurut Amerika, rezim Presiden Bashar al-Assad harus bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan lebih dari 80 orang itu.

Amerika menyebut, citra satelit menunjukkan pangkalan udara Shayrat yang terletak di barat Suriah merupakan ‘rumah’ bagi pasukan Rusia dan helikopter tempur dalam operasi menggempur ISIS dan militan lain.

Tapi tidak markas utama Rusia, pangkalan utama udara Rusia dan fasilitas angkatan laut Moskow di Suriah tidak menjadi target serangan.

“Langkah Washington ini akan merusak hubungan AS dan Rusia,” ujar Kremlin.

Diketahui, Rusia adalah sekutu dekat Presiden Suriah Bashar al-Assad. Rusia juga telah berulangkali memveto resolusi DK PBB yang hendak menyecar Assad.

Putin bahkan menggelar pertemuan Dewan Keamanan Rusia, Jumat tadi guna mendiskusikan serangan itu. Bahkan, kementerian Luar Negeri Rusia juga meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Kemanan Nasional PBB.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...