Sabtu, 24 Juni 2017 | 05.29 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Kontroversi Nasi Lemak Gay, Ini Pengakuan Pemilik Warung

Kontroversi Nasi Lemak Gay, Ini Pengakuan Pemilik Warung

Reporter : Ary Syahputra | Sabtu, 1 April 2017 - 11:55 WIB

IMG-4503

Nasi lemak gay. (Ist)

Kuala Lumpur, kini.co.id – Nasi lemak atau nasi uduk gay di Malaysia menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.

Merk dagang yang digunakan si pemilik warung dinilai mengampanyekan isu LGBT lewat makanannya.

Tak sedikit pula yang menjadi ragu memakan nasi lemak itu dikarenakan mereka malah takut menjadi gay.

Lalu apa kata pemilik warung Nasi Lemak Gay itu?

Adi Yusuf si pemilik warung justru membuat pengakuan yang mengejutkan mengenai dagangannya itu.

(Baca juga: Nasi Lemak Gay Bikin Netter Marah)

Ia malah mengatakan Nasi Lemak Gay itu bukan untuk mendukung homoseksual samasekali.

“Masyarakat begitu cepat mengambil kesimpulan. Kata Gay ini tidak mereferensikan homoseksual, tapi merupakan akronim dari nama toko saya Gerai Adi Yusuf,” ucapnya dikutip dari The Star, Jumat (31/3/2017).

Pria 33 tahun itu mengatakan warung nasinya sudah dibuka sejak akhir Januari lalu. Namun, banner bertuliskan nasi lemak gay baru ia pasang pada Selasa lalu.

Adi mengatakan, dia mendapat pesan dari beberapa orang teman dan orang yang tidak dikenal terkait dukungan terkait nasi lemak gay. Namun, beberapa pesan lain menunjukkan kebenciannya.

Ia awalnya menyangka tak ada yang salah dengan merk dagangnya itu seperti halnya ada nasi lemak pondan (bencong) dan nasi lemak dara (perawan).

Namun untuk meredam kontroversi yang ada, ia memutuskan untuk menutup warungnya. Ia pun belum tahu apakah akan meneruskan warungnya tanpa label ataukah berhenti dan bekerja di restoran saja.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
UNICF: Lima Juta Anak Irak Butuh Bantuan Kemanusiaan
Global - Sabtu, 24 Juni 2017 - 02:51 WIB

UNICF: Lima Juta Anak Irak Butuh Bantuan Kemanusiaan

Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) melaporkan lebih dari lima juta anak memerlukan bantuan kemanusiaan mendesak di Irak sementara pertempuran bertambah sengit.Satu ...
Konten Teroris akan Dicabut Google
Global - Senin, 19 Juni 2017 - 11:25 WIB

Konten Teroris akan Dicabut Google

Konten ekstrimis kekerasan di Youtube akan mendapatkan perhatian lebih dari Google. Bahkan konten teroris bakal dicabut. Informasi yang dikumpulkan, Google ...
Sial, Usai Mencuri kena Tato di Jidat
Peristiwa - Rabu, 14 Juni 2017 - 17:46 WIB

Sial, Usai Mencuri kena Tato di Jidat

Seorang senimal asal Sao Paulo, Brasil Ronildo de Araujo (29) membuat seorang pencuri di dalam rumahnya jera. Bagaimana tidak, usai ...
Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan
Politik - Rabu, 14 Juni 2017 - 09:47 WIB

Korbankan Qatar untuk Kampanye Kotor tak Bertujuan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdo─čan isolasi dan embargo sejumlah negara kepada Qatar adalah melanggar nilai-nilai Islam. Sehingga Qatar seperti mendapatkan ...
Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan
Politik - Selasa, 13 Juni 2017 - 12:18 WIB

Jokowi Bicara Banyak dengan Erdogan

Presiden Joko Widodo mengklaim telah berbicara langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan membicarakan soal ketegangan sejumlah negara Arab ...
Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia
Global - Selasa, 13 Juni 2017 - 11:27 WIB

Jilbab Bercadar tak Boleh di Norwegia

Pemerintah Norwegia akan melarang penggunaan jilbab bercadar di seluruh sekolah. Hal itu terbukti dalam pengusulan undang-undang oleh pemegang kekuasaan.Alasan menjadi ...