Senin, 1 Mei 2017 | 07.23 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Kontroversi Nasi Lemak Gay, Ini Pengakuan Pemilik Warung

Kontroversi Nasi Lemak Gay, Ini Pengakuan Pemilik Warung

Reporter : Ary Syahputra | Sabtu, 1 April 2017 - 11:55 WIB

IMG-4503

Nasi lemak gay. (Ist)

Kuala Lumpur, kini.co.id – Nasi lemak atau nasi uduk gay di Malaysia menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.

Merk dagang yang digunakan si pemilik warung dinilai mengampanyekan isu LGBT lewat makanannya.

Tak sedikit pula yang menjadi ragu memakan nasi lemak itu dikarenakan mereka malah takut menjadi gay.

Lalu apa kata pemilik warung Nasi Lemak Gay itu?

Adi Yusuf si pemilik warung justru membuat pengakuan yang mengejutkan mengenai dagangannya itu.

(Baca juga: Nasi Lemak Gay Bikin Netter Marah)

Ia malah mengatakan Nasi Lemak Gay itu bukan untuk mendukung homoseksual samasekali.

“Masyarakat begitu cepat mengambil kesimpulan. Kata Gay ini tidak mereferensikan homoseksual, tapi merupakan akronim dari nama toko saya Gerai Adi Yusuf,” ucapnya dikutip dari The Star, Jumat (31/3/2017).

Pria 33 tahun itu mengatakan warung nasinya sudah dibuka sejak akhir Januari lalu. Namun, banner bertuliskan nasi lemak gay baru ia pasang pada Selasa lalu.

Adi mengatakan, dia mendapat pesan dari beberapa orang teman dan orang yang tidak dikenal terkait dukungan terkait nasi lemak gay. Namun, beberapa pesan lain menunjukkan kebenciannya.

Ia awalnya menyangka tak ada yang salah dengan merk dagangnya itu seperti halnya ada nasi lemak pondan (bencong) dan nasi lemak dara (perawan).

Namun untuk meredam kontroversi yang ada, ia memutuskan untuk menutup warungnya. Ia pun belum tahu apakah akan meneruskan warungnya tanpa label ataukah berhenti dan bekerja di restoran saja.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
10 Tewas Akibat Ledakan Bom di Pakistan
Peristiwa - Selasa, 25 April 2017 - 15:28 WIB

10 Tewas Akibat Ledakan Bom di Pakistan

Tak kurang 10 orang tewas dan lainnya menderita luka-luka usai menjadi korban ledakan bom tepi jalan, Selasa (25/4) waktu setempat ...
Erdogan akan Bertemu dengan Donald Trump
Global - Sabtu, 22 April 2017 - 14:55 WIB

Erdogan akan Bertemu dengan Donald Trump

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bakal bertemu dengan Presiden Amerika Donald Trump dan kunjungan ke sejumlah negara. Kunjungan itu guna ...
Siti Aisyah Hadapi Tuntutan Hukum Mati
Peristiwa - Kamis, 13 April 2017 - 11:20 WIB

Siti Aisyah Hadapi Tuntutan Hukum Mati

Tersangka Siti Aisyah dan Doan Thi Huong menjalani sidang kedua terkait kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia, Kamis (13/4).Dengan ...
Iran tak Terima Serangan Rudal AS ke Suriah
Peristiwa - Jumat, 7 April 2017 - 20:35 WIB

Iran tak Terima Serangan Rudal AS ke Suriah

Kantor berita parlemen Iran ICANA.ir menuliskan Iran tak tinggal diam atas serangan rudal AS yang menyerang ke fasilitas militer Suriah. ...
Serangan Amerika ke Suriah Langgar Norma
Politik - Jumat, 7 April 2017 - 19:23 WIB

Serangan Amerika ke Suriah Langgar Norma

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan serangan rudal Amerika Serikat kepada Pangkalan Militer Suriah di Homs melanggar hukum dan merusak hubungan ...
Ledakan Stasiun di Rusia Tewaskan 10 Orang
Peristiwa - Senin, 3 April 2017 - 20:22 WIB

Ledakan Stasiun di Rusia Tewaskan 10 Orang

20 orang terluka dan 10 lainnya tewas karena ledakan di Stasiun Metro bawah tanah di St Petersburg, Rusia. Ledakan itu ...