Kamis, 14 Desember 2017 | 15.04 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Kontroversi Nasi Lemak Gay, Ini Pengakuan Pemilik Warung

Kontroversi Nasi Lemak Gay, Ini Pengakuan Pemilik Warung

Reporter : Ary Syahputra | Sabtu, 1 April 2017 - 11:55 WIB

IMG-4503

Nasi lemak gay. (Ist)

Kuala Lumpur, kini.co.id – Nasi lemak atau nasi uduk gay di Malaysia menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.

Merk dagang yang digunakan si pemilik warung dinilai mengampanyekan isu LGBT lewat makanannya.

Tak sedikit pula yang menjadi ragu memakan nasi lemak itu dikarenakan mereka malah takut menjadi gay.

Lalu apa kata pemilik warung Nasi Lemak Gay itu?

Adi Yusuf si pemilik warung justru membuat pengakuan yang mengejutkan mengenai dagangannya itu.

(Baca juga: Nasi Lemak Gay Bikin Netter Marah)

Ia malah mengatakan Nasi Lemak Gay itu bukan untuk mendukung homoseksual samasekali.

“Masyarakat begitu cepat mengambil kesimpulan. Kata Gay ini tidak mereferensikan homoseksual, tapi merupakan akronim dari nama toko saya Gerai Adi Yusuf,” ucapnya dikutip dari The Star, Jumat (31/3/2017).

Pria 33 tahun itu mengatakan warung nasinya sudah dibuka sejak akhir Januari lalu. Namun, banner bertuliskan nasi lemak gay baru ia pasang pada Selasa lalu.

Adi mengatakan, dia mendapat pesan dari beberapa orang teman dan orang yang tidak dikenal terkait dukungan terkait nasi lemak gay. Namun, beberapa pesan lain menunjukkan kebenciannya.

Ia awalnya menyangka tak ada yang salah dengan merk dagangnya itu seperti halnya ada nasi lemak pondan (bencong) dan nasi lemak dara (perawan).

Namun untuk meredam kontroversi yang ada, ia memutuskan untuk menutup warungnya. Ia pun belum tahu apakah akan meneruskan warungnya tanpa label ataukah berhenti dan bekerja di restoran saja.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...