Jumat, 15 Desember 2017 | 23.10 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Nasi Lemak Gay Bikin Netter Marah

Nasi Lemak Gay Bikin Netter Marah

Reporter : M. Zaki | Kamis, 30 Maret 2017 - 10:20 WIB

IMG-4501

Nasi lemak gay. (Ist)

Kuala Lumpur, kini.co.id – Ada-ada saja sensasi yang dibuat untuk menjual merek dagang.

Di Kuala Lumpur Malaysia misalnya, ada penjual nasi uduk atau nasi lemak yang menamai warungnya Nasi Lemak Gay.

Bukan hanya nama, di warung itu juga terlihat foto-foto pria gay serta ikon pelangi warna-warni kaum LGBT.

Bukan menarik perhatian, nasi lemak itu justru mendapat hujatan di media sosial sebab dinilai tidak sesuai dengan norma sosial.

Seperti yang diberitakan My Newshub, pemilik warung yang bernama Ali Yusuf juga mempromosikan dagangannya di Facebook.

“Setelah ini jangan heran kalau ada nasi lemak pelacur. Jika Tuhan murka maka Dia akan segera menurunkan azab untukmu,” tulis netizen bernama Tun Carlos.

Bahkan netter berharap polisi turun untuk menindak pemilik warung. Sebab itu dinilai kampanye LGBT secara terang-terangan dimana penyimpangan seksual ini bertentangan dengan agama.

Bukan hanya kali ini, di negara mayoritas muslim itu juga pernah muncul Nasi Lemak Pondan alias Nasi Uduk Banci.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...