Kamis, 22 Februari 2018 | 17.46 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>67 Tewas Diterjang Banjir dan Longsor di Peru

67 Tewas Diterjang Banjir dan Longsor di Peru

Reporter : Bambang Medy | Sabtu, 18 Maret 2017 - 10:50 WIB

IMG-4474

67 Tewas Diterjang Banjir dan Longsor di Peru. (Guadalupe Pardo/REUTERS)

Lima, kini.co.id – Setengah dari wilayah dari Peru saat ini dinyatakan darurat bencana akibat banjir dan longsor yang menerjang negara yang terletak di Amerika Selatan itu.

Setidaknya, tercatat 67 orang tewas dan sebanyak lebih dari 70.000 warga kehilangan tempat tinggalnya, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (18/3/2017). Banjir diketahui merendam wilayah tersebut dengan ketinggian sepinggang hingga dada orang dewasa.

Banjir dan longsor tersebut terjadi akibat hujan lebat yang terus mengguyur wilayah tersebut selama berhari-hari dengan intensitas 10 kali lebih tinggi dari biasanya.

Perdana Menteri Peru, Fernando Zavala, menyatakan akan mempercepat sumber daya ke daerah-daerah yang terimbas longsor, terutama di bagian utara Peru, yang menjadi titik terparah.

Selain itu, banjir juga menyebabkan beberapa jembatan ambruk, bahkan hewan ternak seperti sapi dan babi terbawa arus hingga ke pantai.

Presiden Pedro Pablo Kuczynski pun mengimbau agar warga tidak cemas dan mempercayakan penanganan pada pemerintah.

“Tidak perlu panik, pemerintah tahu apa yang dilakukannya,” pungkas Presiden Pedro Pablo Kuczynski.

Selain itu Presiden Pedro Pablo Kuczynski juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar sebisa mungkin menjauhi sungai karena derasnya arus akibat hujan lebat.

Di Ibukota Lima, warga miskin yang terdampak cuaca ekstrem ini banyak membangun rumah darurat. Malangnya, tidak ada listrik dan air bersih di lokasi penampungan tersebut akibat jalan-jalan yang tergenang banjir.

Sementara itu, Badan Cuaca AS sendiri telah menyatakan bahwa peluang badai El Nino di tahun 2017 sebesar 50-55 persen. Itu artinya, Peru akan terus dilanda hujan hingga satu bulan ke depan.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...