Kamis, 14 Desember 2017 | 15.05 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang tak Gaji Pekerja asal Indonesia

Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang tak Gaji Pekerja asal Indonesia

Reporter : Ade Pane | Jumat, 17 Maret 2017 - 16:20 WIB

IMG-4472

Ilustrasi (ist)

MIYAZAKI, kini.co.id – Sebuah lembaga pendidikan bahasa Jepang di Prefektur Miyazaki mempekerjakan enam pelajar asal Indonesia tanpa gaji. Awalnya mereka mendapatkan tawaran bahasa Jepang di Houei International Japanese Language Academy di Miyakonojo, Perfektur Miyazaki.

Sejak Desember 2015 hingga Juni 2016 keenam pelajar tak mendapatkan hak mereka. Tapi, kata kantor pengawas standar ketenagakerjaan di Kota Miyazaki, upah yang seharusnya mereka terima dipakai untuk membayar biaya sekolah dan biaya hidup mereka.

Jaksa juga sudah menetapkan tersangka dengan kasus perbudakan itu. Adalah Yutaka Shimizu (70), pemimpin Houei International Japanese Language Academy, dipastikan menjadi tersangka.

Empat orang lain juga tengah menjalani pemeriksaan dengan peran mereka dalam kasus pemaksaan bekerja tanpa upah.

Dalam rilisnya, pengacara yang mewakili pengurus akademi membantah perusahaannya telah melakukan tindakan pelanggaran hukum.

“Perusahaan telah memberikan kesempatan bekerja untuk para pelajar yang ingin bekerja,” ujar pernyataan itu. Memiliki pengalaman bekerja dianggap penting bagi pembelajaran para siswa.

Diketahui, sejauh ini pengurus Houei International Japanese Language Academy menawarkan pendidikan bahasa Jepang untuk pelajar di negara-negara Asia yang meminati bidang kesehatan dan kesejahteraan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...