Sabtu, 24 Februari 2018 | 00.49 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang tak Gaji Pekerja asal Indonesia

Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang tak Gaji Pekerja asal Indonesia

Reporter : Ade Pane | Jumat, 17 Maret 2017 - 16:20 WIB

IMG-4472

Ilustrasi (ist)

MIYAZAKI, kini.co.id – Sebuah lembaga pendidikan bahasa Jepang di Prefektur Miyazaki mempekerjakan enam pelajar asal Indonesia tanpa gaji. Awalnya mereka mendapatkan tawaran bahasa Jepang di Houei International Japanese Language Academy di Miyakonojo, Perfektur Miyazaki.

Sejak Desember 2015 hingga Juni 2016 keenam pelajar tak mendapatkan hak mereka. Tapi, kata kantor pengawas standar ketenagakerjaan di Kota Miyazaki, upah yang seharusnya mereka terima dipakai untuk membayar biaya sekolah dan biaya hidup mereka.

Jaksa juga sudah menetapkan tersangka dengan kasus perbudakan itu. Adalah Yutaka Shimizu (70), pemimpin Houei International Japanese Language Academy, dipastikan menjadi tersangka.

Empat orang lain juga tengah menjalani pemeriksaan dengan peran mereka dalam kasus pemaksaan bekerja tanpa upah.

Dalam rilisnya, pengacara yang mewakili pengurus akademi membantah perusahaannya telah melakukan tindakan pelanggaran hukum.

“Perusahaan telah memberikan kesempatan bekerja untuk para pelajar yang ingin bekerja,” ujar pernyataan itu. Memiliki pengalaman bekerja dianggap penting bagi pembelajaran para siswa.

Diketahui, sejauh ini pengurus Houei International Japanese Language Academy menawarkan pendidikan bahasa Jepang untuk pelajar di negara-negara Asia yang meminati bidang kesehatan dan kesejahteraan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...