Monday, 23 July 2018 | 04.52 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Parlemen Kanada akan Akhiri Kewajiban High Heel untuk Karyawan

Parlemen Kanada akan Akhiri Kewajiban High Heel untuk Karyawan

Wednesday, 15 March 2017 - 20:58 WIB

IMG-4466

Ilustrasi high heels. (ist)

kini.co.id – Anggota parlemen di Kanada sedang membahas undang-undang yang akan mengakhiri persyaratan penggunaan high heel untuk karyawan perempuan di tempat kerja.

Perdana Menteri provinsi barat British Columbia, Christy Clark menyebutkan akan mendukung pemimpin Green Party Andrew Weaver, untuk membuatnya ilegal bagi perusahaan menerapkan aturan itu.

Dia setuju sepenuhnya dengan ide tidak memaksa perempuan memakai sepatu hak di tempat kerja.

“Kami akan bergerak untuk mengakhiri ini,” ungkap dia, Rabu (15/3).

Pada halaman Facebooknya, Clark menulis, “Dalam beberapa tempat kerja di BC, perempuan masih diperlukan untuk memakai sepatu hak tinggi pada pekerjaan. Hal ini tidak hanya kuno, pada tahun 2017, itu tidak dapat diterima,”

Diketahui, Weaver pekan lalu tepat di Hari Perempuan Internasional telah mengusulkan RUU yang dirancang untuk, mencegah pengusaha dari pengaturan berbagai alas kaki, dan persyaratan lainnya berdasarkan jenis kelamin, ekspresi gender, atau identitas gender.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Global - Sunday, 10 December 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...
Place your ads here...