Kamis, 14 Desember 2017 | 15.06 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Badan Antimonopoli Rusia tak Terima dengan Apple

Badan Antimonopoli Rusia tak Terima dengan Apple

Reporter : Ade Pane | Rabu, 15 Maret 2017 - 18:55 WIB

IMG-4462

Apple. (ist)

MOSKOW, kini.co.id – Badan antimonopoli Rusia tak terima dengan penetapan harga iPhone oleh Apple di negara itu. Mereka keberatan karena peritel iPhone sepenuhnya menetapkan penyesuaian harga.

Badan bernama Federal Antimonopoly Service (FAS) itu menyatakan anak perusahaan Apple sempat telah menentukan harga yang ‘tak pantas’.

Menurutnya, anak perusahaan Apple setempat meminta 6 peritel di Rusia melakukan pengaturan harga jual (price fixing) iPhone 5 dan 6. Dan andai peritel menjual iPhone dengan harga “tidak pantas”, Apple mengirim email kepada mereka untuk mengubahnya.

Akibatnya, Apple berpotensi terkena denda mencapai 15 persen dari seluruh penjualannya di Rusia. Ada waktu tiga bulan mereka untuk mengajukan banding usai keputusan lengkap yang terbit akhir bulan nanti.

Sementara itu pihak Apple belum memberikan komentar dan respon apapun tentang persoalan itu.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...