Kamis, 14 Desember 2017 | 15.07 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Bertahun Tak Beri ‘Jatah’, Kelamin Pria Ini Disunat Istri

Bertahun Tak Beri ‘Jatah’, Kelamin Pria Ini Disunat Istri

Reporter : Riki AB. | Sabtu, 11 Maret 2017 - 11:46 WIB

IMG-4456

Ilustrasi

Ghaziabad, kini.co.id – Seorang wanita di Ghaziabad India nekad memotong kelamin suaminya karena kesal tak diberi “jatah” selama bertahun-tahun.

Rita Yadav mengaku melakukan hal itu karena kesal suaminya, Ved Prakash tak pernah mau menidurinya. Rita menyebut dirinya sangat ingin punya anak sementara Ved tak mau menyentuhnya.

Ved bahkan mengatakan hanya ingin bercinta dengan orang lain, bukan dengan istrinya. Ved mengaku tak suka melihat wajah istrinya itu.

“Kami biasanya bertengkar setiap hari dan ia pernah berkata benci melihat wajah saya. Padahal, saya begitu ingin memiliki anak,” kata Rita dikutip dari The Sun, Sabtu (11/3/2017).

Meski memohon, permintaan Rita tetap mendapat penolakan. Hal itu berlangsung selama 11 tahun pernikahan mereka.

Puncaknya, Rita memotong habis kelamin suaminya itu hingga hampir putus. Sebelumnya ia membuat suaminya pingsan dengan memukulkan batu ke kepalanya. Saat Ved pingsan, Rita mulai memotong kemaluan suaminya itu.

Alat vital Ved Prakash sudah berhasil disambung kembali, tetapi tidak diketahui apakah fungsi seksualnya akan kembali normal atau tidak.

Sementara, Rita mendekam di penjara atas tuduhan melukai orang lain dengan senjata berbahaya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...