Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.50 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Arab Saudi-Brunei Sepakat Solidkan Kembali Hubungan Baik

Arab Saudi-Brunei Sepakat Solidkan Kembali Hubungan Baik

Minggu, 5 Maret 2017 - 13:26 WIB

IMG-4442

Raja Salman bin Abdl Aziz Al-Saud didamping Sultan Hassanal Bolkiah di antar ke Bandar Udara Bandar Seri Begawan menuju Bali setelah pertemuan kedua negara (Foto Al-Arabiya)

Bandar Seri Begawan, kini.co.id – Kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdl Aziz Al-Saud ke Sultan Hassanal Bolkiah menyepakati kembali hubungan yang sangat “solid” antar kedua negara.

Keduanya membicarakan hubungan yang difokuskan pada penguatan hubungan bilateral antara kedua negara dan memperluas kerjasama di segala bidang, terutama di bidang perdagangan dan kerjasama investasi, termasuk sendi peluang investasi antara kedua negara.

“Kunjungan penting dan bersejarah ini mencerminkan hubungan persaudaraan, ramah dan bilateral yang terus menerus mengikat kedua negara persaudaraan. Kunjungan ini bertepatan dengan ulang tahun ke-30 pembentukan hubungan diplomatik antara Brunei Darusalam dan Kerajaan Arab Saudi, ” demikian pernyataan Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah sebagaimana dilansir Al-Arabiya, Sabtu (4/3).

Kedua kepala negara juga sepakat untuk mengaktifkan kesepakatan umum yang ditandatangani antara kedua negara di bidang ekonomi, investasi, pendidikan, budaya, pemuda dan olahraga di samping pentingnya penguatan kerjasama dan koordinasi antara kedua negara di bidang keamanan politik, militer dan dan Urusan Islam.

Pada tahun 1995, Kedutaan Besar Arab Saudi dibuka pada tingkat kuasa usaha. Pada tahun 2001, seorang duta besar Saudi pertama diangkat di ibukota Brunei mana kesepakatan bersama rancangan antara kedua negara ditandatangani pada bulan Juli 2001.

Perjanjian ini termasuk bidang kerja sama antara Arab Saudi dan Brunei di bidang ekonomi selain promosi pariwisata dan sendi investasi, seperti industri, minyak bumi, logam, petrokimia, pertanian, peternakan dan proyek-proyek kesehatan serta budaya, pemuda dan olahraga.

Ratifikasi telah disetujui oleh kedua pemerintah pada tahun 2007.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...